Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Wabup Katamso Buka ToT Model Bisnis Berbasis Mangrove, Dorong Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Wabup Katamso Jadi Narasumber Podcast Youth Center, Ajak Pemuda Tanjab Barat Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat Hadiri Penyampaian LHP LKPD 2025 di BPK Perwakilan Provinsi Jambi Delapan Tahun Berturut-turut Raih WTP, Tanjab Barat Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Home / Berita

Selasa, 15 Juli 2025 - 17:47 WIB

PT AIP Tampung  TBS Bekerjasama Dengan Koperasi Merah Putih Desa Tambang Baru

 

 

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Konflik masyarakat Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas yang terjadi baru-beru ini, sepertinya menemukan jalan terang.

 

Pasalnya PT Agrindo Indah Persada (AIP) secara resmi menyatakan siap bekerjasama dengan Koperasi Merah Putih Desa Tambang Baru, sebagai supplier utama Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari masyarakat.

Hal ini terungkap dalam pertemuan mediasi yang digelar di Balai Desa Tambang Baru, Selasa (15/7).

Pertemuan ini menghadirkan berbagai pihak penting, di antaranya Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Hendri Widodo, Ketua DPD APKASINDO Joko Wahyono, Ketua Koperasi Merah Putih Aston, Kepala Desa M. Arsyad, BPD, hingga Manajer PT AIP Muhammad Ismail Daud dan Kepala Operasional Junaidi.

Kepala Desa Tambang Baru, M. Arsyad, dalam sambutannya menegaskan bahwa masyarakat hanya ingin keadilan dalam penetapan harga sawit. Salah satu tuntutan utama warga adalah agar PT AIP tidak lagi membeli secara sepihak, melainkan melalui Koperasi Merah Putih.

“Ini pertemuan lanjutan. Masyarakat ingin sistem yang adil dan koperasi kami diberdayakan,” tegasnya.

Senada Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin Hendri Widodo menyatakan bahwa pihaknya sudah memanggil PT AIP secara resmi dan mendesak adanya perubahan sistem pembelian sawit. Ia menekankan pentingnya pembinaan terhadap petani.

Baca Juga   Ke pasar Malam Bupati Anwar Sadat di Sambut Para Pedagang dan Warga 

“Jangan terjadi polemik berkepanjangan. Kalau kualitas buah jelek, ya harus dibina. Itu kewajiban perusahaan. Dan kami punya program replanting Rp 60 juta per hektar, tinggal mau jalan atau tidak,” ujar Hendri.

Lebih jauh, Hendri mendorong PT AIP agar menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai mitra resmi.

“Kami sudah sepakati, supplier harus koperasi. Dan saya minta AIP patuh. Kalau tidak, laporkan ke saya. Saya akan turun tangan langsung!” tegasnya, di hadapan warga.

PT AIP: “Gayung Bersambut, Kami Komit!”

Manager PT AIP, Muhammad Ismail Daud, menyambut positif arahan Dinas Peternakan dan Perkebunan serta keinginan warga. Ia menyebut, informasi Koperasi Merah Putih yang sudah lulus verifikasi administrasi dinyatakan siap menjadi jalur distribusi resmi TBS ke perusahaan.

“Kami akan pastikan pembinaan dilakukan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk petani sekitar. Teknis akan kami bahas lebih lanjut, tapi kami sudah sepakat untuk bekerjasama,” ujar Ismail.

Baca Juga  Sepak Bola Gubernur Cup Jambi 2024 Resmi Dibuka, H Mukti Said Kembalikan Piala Bergilir

Pada kesempatan itu, Ketua APKASINDO Kabupaten Merangin, Joko Wahyono, mengingatkan PT AIP agar tak semata-mata mencari untung. “Kami akan awasi langsung pembelian sawit. Kami tak segan turun lapangan jika ada keluhan. Yang penting pembinaan, bukan sekadar bisnis,” tegasnya.

Ketua Koperasi Merah Putih, Aston, menyambut baik kerjasama ini namun meminta kejelasan teknis, mulai dari luas lahan, permodalan, hingga jumlah kelompok tani yang dibutuhkan. “Kami siap, tapi jangan sampai kami dilepas di tengah jalan. Butuh kejelasan dan pendampingan,” ucapnya.

Akhir Kisruh atau Sekadar Janji?

MESKI pertemuan ini tampak membawa angin segar, sejumlah warga masih skeptis. Banyak yang bertanya, akankah PT AIP benar-benar menjalankan komitmennya? Akankah koperasi diberi peran nyata, atau hanya sekadar formalitas?

Satu hal yang pasti, mediasi ini menjadi titik balik penting. Jika dijalankan dengan tulus dan profesional, kerjasama antara PT AIP dan Koperasi Merah Putih bisa menjadi model penyelesaian konflik agribisnis di Merangin bahkan mungkin se-Indonesia.

Tapi jika janji tinggal janji, kisruh bisa kembali meledak kapan saja. (*).

Share :

Baca Juga

Berita

AKBP Kiki Firmansyah Efendi Resmi Jabat Kapolres Merangin

Berita

Besok Pagi, Paripurna HUT Merangin ke 76 Akan Dihadiri Menteri Pangan Zulkifli Hasan

Berita

Pj Bupati Perintahkan Dinas PUPR Turunkan Alat Atasi Genangan Air di Depan Ruko Idaman

Berita

Direktur PDAM Tirta Merangin, Hari Ini Resmi Dilantik Pj Bupati Merangin

Berita

Besama Anak Yatim Kasih Umi Polres Merangin Berbagi Kebahagiaan

Berita

H Mukti Antisiapasi Dampak Buruk Cuaca Saat Pemilu 2024

Berita

Kembali, Muhammad Yani Dipercaya Sebagai Ketua Fraksi NasDem di DPRD Merangin Oleh DPP

Berita

Pj Bupati Merangin Disambut Dengan Prosesi Adat Menaiki Rumah Dinas

You cannot copy content of this page