Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Wabup Katamso Buka ToT Model Bisnis Berbasis Mangrove, Dorong Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Wabup Katamso Jadi Narasumber Podcast Youth Center, Ajak Pemuda Tanjab Barat Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat Hadiri Penyampaian LHP LKPD 2025 di BPK Perwakilan Provinsi Jambi Delapan Tahun Berturut-turut Raih WTP, Tanjab Barat Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Home / Berita

Kamis, 7 Agustus 2025 - 22:56 WIB

Cekcok Rumah Tangga Berujung Maut, Suami Habisi Istri di Kebun Kopi

{

{"data":{"pictureId":"f7d25067c5074ebf80a44a59d0f2ea4a","appversion":"0.0.1","stickerId":"","filterId":"","infoStickerId":"","imageEffectId":"","playId":"","activityName":"","os":"android","product":"lv","exportType":"image_export","editType":"image_edit","alias":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

 

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Suasana tenang kawasan perkebunan kopi di Desa Koto Rami, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi, mendadak berubah mencekam pada Kamis siang (7/8). Seorang perempuan muda ditemukan tak bernyawa di bawah sebuah pondok kebun. Ia adalah WL (21), pendatang asal Bengkulu Selatan. Dugaan sementara, ia menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, RS (21).

Informasi awal yang dihimpun dari warga menyebutkan bahwa sekitar pukul 13.30 WIB, terdengar suara cekcok dari arah pondok yang ditempati pasangan muda tersebut. Tak lama berselang, warga menemukan tubuh WL dalam kondisi tergeletak dan sudah tak bernyawa. Tubuhnya ditemukan di bawah pondok, diduga kuat akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala belakang kanan.

Tak jauh dari lokasi, RS ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke Klinik Ona, Desa Persiapan Sungai Tebal. Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan bahwa RS mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum racun berwarna hijau, menusuk tubuhnya sendiri menggunakan senjata tajam, serta memukul kepala sendiri dengan benda tumpul.

Baca Juga  Bupati Tanjab Barat Buka Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi Oleh KPK RI

Pasangan ini diketahui baru menetap di kawasan Sungai Dilin, Desa Koto Rami, sekitar tiga musim terakhir untuk mengurus kebun kopi milik seorang warga. Mereka belum pernah melaporkan keberadaan mereka ke perangkat desa, sehingga tidak terdata secara administratif sebagai warga setempat.

Jenazah WL telah dibawa ke Puskesmas Pasar Masurai untuk keperluan visum, sementara RS kini dirujuk ke RSUD Kolonel Abundjani Bangko dalam kondisi luka dan masih dalam pengawasan pihak medis serta aparat keamanan.

Sekitar pukul 17.59 WIB, setelah sadar di RSUD Kol. Abundjani Bangko, RS memberikan pengakuan mengejutkan. Ia mengakui telah menganiaya istrinya sendiri usai terlibat cekcok hebat. Menurut pengakuannya, tidak ada pihak ketiga dalam peristiwa ini, murni konflik rumah tangga. Setelah menyadari istrinya tak lagi sadarkan diri, RS panik dan melakukan serangkaian tindakan untuk mengakhiri hidupnya.

Baca Juga  Jangcik Mohza Beri Pembekalan Kukerta Kepada164 Orang Mahasiswa UM

Pj Kades Koto Rami Widiastuti mengonfirmasi bahwa kedua pendatang ini belum pernah melapor sejak kedatangan mereka. “Kami tidak tahu mereka tinggal di situ. Baru tahu setelah kejadian,” ujarnya.

Proses evakuasi dan penyelidikan sempat terkendala akses menuju lokasi kejadian yang memakan waktu sekitar satu jam perjalanan darat dari pusat desa, ditambah dengan keterbatasan sinyal komunikasi di wilayah tersebut.

Kasus ini kini dalam penanganan intensif pihak kepolisian Polsek Lembah Masurai dan Polres Merangin. RS terancam jeratan pasal berlapis terkait kasus KDRT yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. (Ote).

Share :

Baca Juga

Berita

Pj Bupati Merangin Teken NPHD Bersama Kodim 0420 dan Polres Terkait Pengamanan Pilkada 

Berita

Bunda Paud Merangin Buka Pawai Himpaudi Hari Anak 2024

Berita

Sejumlah Mantan DPRD Asal Jangkat Siap Menangkan Nalim-Nilawan

Berita

Moratorium Telah Direvisi, Pemekaran Tabir Raya Berpeluang, Syarif Fasha : 13 DOB Telah Disahkan

Berita

Layanan Crew Tak Maksimal, Pimpinan SPBU Pematang Kandis Akan Lakukan Pembinaan Ekstra

Berita

Halal Bihalal Pemkab Merangin Hadirkan Ustadz Ucay, Pj Bupati Ajak Masyarakat Fokus Dengarkan Ceramah

Berita

Merangin Terluas dan Terbaik Soal Program Replanting Sawit

Berita

H M Syukur: Musrenbang Titik Tolak Rencana Pembangunan

You cannot copy content of this page