TANJABBARAT, BULENON NEWS COM – Pelaksanaan pelatihan teknis yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) berujung pilu. Seorang nelayan yang menjadi peserta dikabarkan mengalami luka serius setelah tertimpa mesin pompong saat sesi praktik berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Tungkal.
Peristiwa yang terjadi pada rentang waktu 1 hingga 5 Desember 2025 ini menuai sorotan tajam. Pasalnya, korban sempat merasa ditelantarkan setelah mendapatkan pengobatan darurat, dengan kompensasi yang dinilai tidak sepadan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber lapangan, kecelakaan terjadi saat para nelayan sedang mengikuti praktik perbaikan mesin. Nahas, mesin yang menjadi objek pelatihan menimpa kaki salah satu peserta hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
“Korban mengalami luka serius di bagian kaki. Setelah diobati, korban hanya diantar sampai depan rumah dan hanya ucapan maaf yang diterima,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Lebih lanjut, ia menyayangkan sikap instansi terkait yang dinilai lambat dalam memberikan bantuan lanjutan.
“Korban tidak bisa melaut selama sepekan. Janjinya akan datang hari Senin (15/12), tapi tidak ada kejelasan. Hanya dikasih Rp200 ribu, itu pun sebenarnya uang saku pelatihan,” tambahnya.
Tanggapan Dinas Perikanan: “Itu Musibah”
Kepala Dinas Perikanan Tanjabbar, Hapriansyah (Ari), mengonfirmasi adanya insiden tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja.
“SOP sudah dijalankan dengan mengutamakan keselamatan kerja. Tapi yang namanya musibah, tidak bisa kita hindari,” ujar Ari saat dikonfirmasi rekan media,Rabu (17/12/2025).
Ari menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi murni saat praktik perbaikan mesin sedang berlangsung. Ia juga menepis tudingan bahwa pihaknya menelantarkan korban saat pemulangan dari RSUD KH Daud Arif.
“Mobil dinas tidak bisa masuk karena rumah korban berada di dalam lorong yang sempit, jadi hanya bisa sampai depan lorong,” jelasnya.
Janji Santunan dan Langkah Lanjut
Menanggapi polemik santunan yang belum diterima korban, Kadis Perikanan memastikan bahwa timnya telah turun ke lapangan pada hari ini untuk meninjau kondisi kesehatan korban sekaligus menyerahkan bantuan.
“Tim dinas sekarang sudah berada di rumah nelayan yang mengalami kecelakaan tersebut. Biaya pengobatan ditanggung dinas, dan hari ini kami menyerahkan santunan sebagai ganti karena nelayan tersebut tidak bisa melaut,” pungkas Ari.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ekstra dalam pelatihan teknis yang melibatkan alat berat, guna memastikan keselamatan peserta yang merupakan tulang punggung ekonomi keluarga nelayan di Tanjabbar.







