Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi Bantuan Dari Karangtaruna Propinsi Jambi, Sejumlah Jurnalis Bergerak di Tengah Kabut Asap, 500 Masker dan Vitamin Dibagikan ke Warga Kuala Tungkal

Home / Pemerintahan

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:49 WIB

Pos Damkar Baru Batang Asam: Dilema Pegawai Honorer di Tengah Keterbatasan Gaji dan Logistik

TANJABBARAT,BULENONNEWS.COM – Kebijakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) untuk meresmikan dan mengoperasikan Pos Batang Asam menuai sorotan.

Sejumlah pegawai dikabarkan menjerit karena beban operasional yang tinggi, terutama bagi satuan tugas (Satgas) yang berstatus honorer dengan gaji yang terbatas.

Salah satu pegawai Damkartan Tanjabbar mengungkapkan dampak dari pengoperasian pos baru tersebut. Ia menyebut, banyak Satgas Damkartan yang berstatus honorer dengan gaji pokok Rp1,5 juta merasa sangat kesulitan.

“Iya, Satgas di Damkar itu banyak yang honor, gajinya untuk makan hari-hari saja tidak cukup,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Pegawai itu menambahkan, penugasan piket ke Pos Batang Asam secara bergilir terasa memberatkan karena adanya pemotongan untuk biaya transportasi.

Baca Juga  DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Pergantian Antar Waktu

“Jadi mau tak mau lah, dua hari off untuk kerja cari seseran tambahan untuk biaya hidup. Itupun masih pas-pasan lah kalau ditugaskan piket ke Batang Asam, ongkos berangkat pulang-pergi Rp100 ribu belum tentu cukup,” ungkapnya.

Kondisi ini, menurutnya, memaksa rekan-rekannya mencari penghasilan tambahan di luar jam dinas. “Berarti harus cari tambahan lagi, jadi biasa dengar kawan-kawan mengeluh kalau di-rolling bikin tambah banyak utang kata kawan-kawan,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ketersediaan logistik dan sarana pendukung transportasi dinas menjadi kendala. Jika tidak menggunakan jasa travel, mereka terpaksa menggunakan kendaraan pribadi. Namun, kendaraan dinas Damkartan disebut dalam kondisi kurang memadai.

Baca Juga  Bupati Tanjab Barat Buka Festival Pawai Takbiran Idul Fitri 1445 H

“Ini jelas memaksakan kehendak dia (Kadis Damkartan Iswardi), kami mau tidak mau nurut. Mana berangkat pakai kendaraan sendiri, beli minyak sendiri, mana motor Satgas Damkar sudah odong-odong semua. Truknya pun juga,” tegas sumber tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Damkartan Tanjabbar, Iswardi, yang dikonfirmasi oleh rekan media melalui pesan WhatsApp, belum memberikan tanggapan.

Pesan konfirmasi yang dikirimkan hanya menunjukkan centang satu, mengindikasikan belum terkirim atau terbaca. Pihak media akan terus berupaya mendapatkan konfirmasi dari Kepala Dinas terkait kebijakan dan keluhan para pegawai ini.

 

 

 

 

Penulis Editor Tim

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Ingatkan OPD Fokus Percepat dan Kegiatan Penyerapan Anggaran

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Lantik Puluhan Pejabat Baru, Warning Keras Fenomena Kebocoran Dokumen ke Media

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Resmikan Halte Sungai di Desa Lumahan

Pemerintahan

Pemkab Tanjab Barat Menang di PTUN, Bukti Bupati Anwar Sadat Tatati Proses Hukum

Pemerintahan

Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro, Bupati Anwar Sadat Sambut Silaturahmi Pengurus JATMAN NU Provinsi Jambi

Meraingin

Nilwan: Kearifan Lokal Tentukan Kebehasilan Assesmen Geopark

Pemerintahan

Bupati dan Wabup Tanjab Barat Rapat Koordinasi Kepala Daerah Se Indonesia Secara Virtual Bersama Presiden RI

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Hadiri Pengarahan Mendagri Terkait Pengendalian Covid-19

You cannot copy content of this page