Breaking News…Diduga Perampokan Terjadi di BTN Selempang Merah, Pelaku Berhasil Bawa Kabur Perhiasan Emas PetroChina Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Teluk Nilau, Bupati Anwar Sadat: Kolaborasi untuk Ringankan Beban Warga Berkas Mantan Pejabat Pemasyarakatan Jambi Tersangka Kasus Ekstasi Masuk Kejati, Jaksa Mulai Teliti Kelengkapan Perkara Anwar Sadat Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Keuangan, Sinergi dengan DPRD Jadi Kunci Pertahankan WTP Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disepakati, Bupati Anwar Sadat Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK

Home / Pemerintahan

Senin, 29 Juni 2026 - 11:34 WIB

TKM Tanjab Barat Menanti Kepastian Status, Pemkab: Masih Tunggu Regulasi Pusat

TANJABBARAT, BULENON NEWS COM – Sebanyak 716 Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih menanti kepastian mengenai status dan keberlanjutan pengabdian mereka. Harapan agar pemerintah daerah dan DPRD memberikan perhatian terhadap nasib para TKM terus disuarakan, mengingat banyak di antara mereka telah mengabdi selama belasan tahun.

Ketua TKM Tanjung Jabung Barat, Irham Suandi, mengatakan hingga saat ini para TKM masih belum memperoleh kejelasan mengenai masa depan mereka.

“Saya pribadi sudah mengabdi selama 14 tahun sebagai tenaga honorer atau Tenaga Kerja Mandiri. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai status kami,” ujar Irham, Minggu (14/6/2026).

Menurut Irham, pada Februari lalu dirinya bersama salah seorang pengurus TKM mendatangi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta untuk mempertanyakan status para TKM.

“Kami datang untuk mempertanyakan status TKM. Saat itu kami mendapat respons bahwa persoalan ini akan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun hingga saat ini kami masih menunggu perkembangan dan kejelasan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga  Tinjau Lokasi Kebakaran,Bupati Tanjab Barat Dampingi Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan

Ia menegaskan, para TKM selama ini turut berkontribusi dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pelayanan publik. Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah dapat memperjuangkan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Saldi, SH, mengatakan pemerintah daerah pada prinsipnya masih terikat pada regulasi yang berlaku.

Menurutnya, mekanisme perekrutan tenaga perorangan saat ini masih menggunakan skema pengadaan barang dan jasa, di mana tenaga kerja mendaftarkan diri melalui aplikasi, kemudian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memilih sesuai kebutuhan masing-masing.

“Terkait status mereka ke depan, pemerintah daerah masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat. Kalau regulasinya sudah ada, tentu akan kami tindak lanjuti,” ujar Saldi. Senin (29/06/26)

Ia menjelaskan, beberapa daerah memang menggunakan sistem outsourcing. Namun kebijakan tersebut bergantung pada kebutuhan daerah dan kemampuan anggaran, termasuk dalam pembiayaan gaji serta mekanisme pengadaannya.

Baca Juga  Kunker Perdana Bupati Pelelawan Disambut Hangat Para Camat Kuala Kampar

Saldi juga mengungkapkan, kondisi tenaga non-ASN di Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini telah melebihi batas ideal.

“Sebenarnya jumlah pegawai non-ASN tidak boleh lebih dari 30 persen. Sementara kondisi kami saat ini sudah lebih dari 40 persen. Hal ini juga berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut pemerintah daerah telah berupaya menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat. Di antaranya melalui surat resmi kepada Kementerian PANRB sebanyak dua kali, termasuk penyampaian langsung saat kunjungan Menteri PANRB bersama Gubernur Jambi. Selain itu, persoalan TKM juga telah dibahas bersama DPRD yang berencana kembali menyampaikan surat kepada pemerintah pusat.

“Namun hingga saat ini belum ada tanggapan. Jadi pada intinya kami masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat karena persoalan ini bersifat nasional. Pemerintah daerah hanya dapat menyesuaikan kebijakan setelah ada aturan resmi dari pemerintah pusat,” tutup Saldi.

 

 

Penulis Editor Amir Ote

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Hadiri Paripurna Kedua Penyampaian Pandangan Umum Anggota DPRD

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Hadiri Ekspose Persiapan Tuan Rumah MTQ ke -50 Tingkat Kabupaten

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Tertarik Dengan Program JBM

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Laksanakan Panen Raya Jagung Serentak

Pemerintahan

Putra Terbaik Tanjab Barat Raih Gelar Profesor, Wabup Katamso: Ini Kebanggaan dan Inspirasi Generasi Muda

Pemerintahan

Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Tanjab Barat Audensi Bersama Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jambi

Pemerintahan

Sinergi Pusat dan Daerah: Bupati Anwar Sadat Sambut Menkes Budi Gunadi Sadikin di RSUD KH Daud Arif

Pemerintahan

Wabup Tanjabbar Dampingi Gubernur Jambi Resmikan MTs Soleh Al- Mubarok Desa Gemuruh

You cannot copy content of this page