Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors Kasus Pengeroyokan Jurnalis di Tanjabbar: Kuasa Hukum Desak Dinas PMD dan Inspektorat Periksa Kades Teluk Ketapang Pemeriksaan Kades Teluk Ketapang dan 5 Saksi Berlanjut, Akankah Ada Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Wartawan?

Home / Berita

Minggu, 19 April 2026 - 09:17 WIB

Bupati M. Syukur Gagas Lahan Pertanian Jadi Sarana Edukasi: Anak Sekolah Harus Tahu Cara Bertani

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Bupati Merangin, M. Syukur, memiliki visi besar dalam memanfaatkan aset daerah. Tak hanya sekadar mengejar hasil panen, beliau menginginkan lahan-lahan pertanian milik pemerintah menjadi pusat edukasi bagi generasi muda.

Hal tersebut ditegaskan Bupati saat melakukan panen jagung di Balai Benih Utama (BBU) Sungai Manau, Sabtu (18/04).

Di sela-sela kegiatan panen bersama jajaran OPD, Bupati mengungkapkan kerinduannya melihat anak-anak sekolah kembali mengenal dunia pertanian secara langsung.

Ia mengenang masa lalu di mana sekolah-sekolah memiliki kegiatan bercocok tanam yang aktif. Menurutnya, pemandangan tersebut kini mulai memudar dan perlu dihidupkan kembali melalui kolaborasi antarinstansi.

“Lahan-lahan pemerintah ini jangan hanya jadi tempat produksi, tapi juga jadi sarana edukasi. Saya ingin anak-anak kita diajak ke sini untuk melihat langsung bagaimana cara menanam jagung, cabai, dan tanaman lainnya. Ini tugas Kepala Dinas Pertanian untuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” ujar Bupati M. Syukur.

Baca Juga  519 Kafilah Berkompetisi di MTQ ke-50 Tingkat Kabupaten Merangin, Dibuka Pj Bupati H Mukti

Ia berharap dengan adanya percontohan yang rapi dan menarik di setiap kecamatan, siswa sekolah tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan yang menyenangkan.

Selain edukasi, Bupati juga melihat potensi lahan pertanian sebagai destinasi wisata lokal yang produktif.

Dengan penataan yang estetis, lahan BBU seperti yang ada di Sungai Manau diharapkan dapat menarik minat masyarakat umum untuk berkunjung.

“Jika dikelola dengan rapi, lahan ini bisa jadi tempat wisata. Ada buah-buahan, ada sayur-mayur. Masyarakat senang melihatnya, dan di saat yang sama mereka belajar tentang pola tanam yang berhasil,” tambahnya.

Baca Juga  Rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Tanjab Barat Berikan 4 Beasiswa Pendidikan Pada Siswa Siswi Berprestasi

Agar visi edukasi ini tercapai, Bupati menekankan bahwa Dinas Pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) harus terlebih dahulu membuktikan keberhasilan mereka di lapangan. Lahan seluas 40 hektar yang dikelola langsung oleh pemerintah saat ini diproyeksikan sebagai laboratorium alam.

“Kita tidak bisa bicara edukasi kalau kita tidak punya contoh yang sukses. BPP jangan hanya bicara teori, tapi suhunya harus praktek. Ketika praktek ini berhasil, baru kita tunjukkan kepada masyarakat dan anak-anak sekolah, ‘Inilah hasil kerja kami’,” tegas Bupati.

Dengan menjadikan lahan pertanian sebagai sarana edukasi, Bupati berharap dapat memupuk minat generasi milenial dan generasi Z untuk terjun ke sektor pertanian, sekaligus memastikan keberlanjutan ketahanan pangan Merangin di masa depan melalui sumber daya manusia yang terdidik sejak dini. (*).

Share :

Baca Juga

Berita

Layanan Crew Tak Maksimal, Pimpinan SPBU Pematang Kandis Akan Lakukan Pembinaan Ekstra

Berita

Pemkab Merangin Gelar Peringatan HAB ke-78

Berita

Pemkab Merangin Kembali Mendistribusikan Gas Elpiji 3 Kg Ke Masyarakat, Kali Ini di Tabir Barat

Berita

BupatiĀ  Syukur Jadi Saksi, Ahli Waris M. Yani Terima Santunan BPJS Rp 311,5 Juta

Berita

Pj Bupati Merangin Apresiasi Final Kejurprov IMI Jambi Roadrace 2024

Berita

Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan Ke DPP Partai Demokrat disambut AHY

Berita

Rohmat Yoesuf:Aktivis MudaBerhasil Mendirikan HomeEditor Indonesia

Berita

Berkas Perbaikan Bacaleg Partai Demokrat Tanjab Barat dinyatakan “Lengkap dan Benar”

You cannot copy content of this page