Wabup Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026, Dorong Pemuda Tanjab Barat Kuasai Teknologi Digital ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan

Home / Berita

Selasa, 21 Oktober 2025 - 18:55 WIB

Bupati Merangin Dinilai Gagal Jaga Komitmen, ADD Dipotong Desa Menjerit

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Gelombang kekecewaan mulai membara di tingkat desa. Sejumlah kepala desa di Kabupaten Merangin kini menuding kebijakan pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) triwulan tiga tahun ini sebagai bentuk kegagalan kepemimpinan Bupati M. Syukur dalam menjaga komitmen terhadap pembangunan di akar rumput.

Seorang kepala desa yang mewanti-wanti agar namanya tidak dipublikasikan mengungkapkan, pemotongan dana desa kali ini sangat memberatkan dan terasa tidak adil.

“Pemotongan terjadi di triwulan tiga, besarannya beda-beda antar desa, mulai dari belasan juta sampai dua puluhan juta rupiah. Jujur saja, kami kaget dan kecewa,” ujarnya.

Baca Juga  Proyek Bantuan Pemerintah Revitalisasi Rehab SDN 124/VI Koto Baru Dikerjakan Asal Jadi

Menurutnya, sejak awal para kades sudah menyusun rencana kerja berdasarkan pagu anggaran yang disepakati. Namun, pemangkasan mendadak dari kabupaten membuat banyak program harus tertunda.

“Kami sudah jalankan program sesuai aturan, tapi dana tiba-tiba dipotong. Desa yang sudah susah makin ditekan,” keluhnya.

Kebijakan ini dinilai mencerminkan lemahnya koordinasi dan transparansi di lingkungan Pemkab Merangin. Beberapa kades bahkan mulai mempertanyakan komitmen Bupati Syukur yang selama ini kerap berbicara soal “desa mandiri dan sejahtera”.

Baca Juga  H Al Haris: Diusia ke-75 Merangin Harus Maju

“Kalau Bupati serius mau bangun desa, mestinya jangan sentuh ADD. Ini bukan angka kecil, ini urat nadi pelayanan di desa!” tegas sumber tersebut dengan nada tinggi.

Pemotongan yang terjadi justru memunculkan kecurigaan baru, apakah kondisi keuangan daerah benar-benar sedang kritis, atau ada ketidakefisienan di tubuh pemerintah kabupaten?

Hingga kini, Bupati Syukur belum memberikan penjelasan resmi soal alasan pemotongan ADD ini. Sementara desa-desa mulai menjerit, pembangunan di akar rumput terancam mandek, dan kepercayaan publik pun perlahan luntur. (Tim).

Share :

Baca Juga

Berita

Bunda Paud Merangin Hadiri Peragaan Manasik Haji KB dan TK Pamenang Selatan

Berita

Inspektorat Merangin Tegaskan OPD Untuk Segera Menuntaskan Temuan BPK 2023

Berita

Pengajian Rutin ASN di Masjid Bhaitul Makmur, Sekda Berikan Kuis Doorprize

Berita

M Yani Ketua KKS Merangin, Sambut Baik Rencana Bupati Merubah Bangko Jadi Kota Bersih

Berita

Kinerja Dikbud Merangin Diaudit BPK RIP, j Bupati Minta Siapkan Data yang Diminta dan Dibutuhkan BPK

Berita

Pemkab Merangin Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-96

Berita

Reses Toni Irwanjaya : Meski Efisiensi Anggaran, Aspirasi Masyarakat Harus Ada Solusi

Berita

Aktivitas Alat berat Diduga Tambang Ilegal di Wilayah Desa Kapolres Merangin, Luput Dari Pantauan

You cannot copy content of this page