Warga Merlung Curhat ke Anggota DPRD Tanjabbar,Dudi Purwadi:Dicatat Sebagai Prioritas. Tonggak Baru Kejari Tanjab Barat: Tiga Kasi Resmi Berganti, Kajari Tekankan Adaptasi Cepat Era KUHP Baru Tren Pernikahan 2026 Memuncak, Tiga Vendor Lokal Jambi Luncurkan Paket ‘Bundling’ Hemat di WTC Batanghari Terpilih Aklamasi, Faizal Riza Pimpin Dekopinwil Jambi 2026-2031: Fokus Kawal Koperasi Merah Putih Perebutan Juara di Alun-Alun Kuala Tungkal: 12 Kelas Bergengsi Hiasi UAS Cup Berkah Madani 2026

Home / Berita

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:25 WIB

Bupati Syukur Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Gratis, Semua Anak Harus Sekolah

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Bupati Merangin, M. Syukur bersama Wakil Bupati A. Khafidh benar-benar berkomitmen untuk menuntaskan masalah pendidikan di Kabupaten Merangin.

Sabtu (31/1) Bupati M. Syukur secara resmi meluncurkan (launching) Program Bantuan Perlengkapan Seragam Sekolah Gratis bagi siswa SD dan SMP.

Acara yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Sungai Manau, Kecamatan Sungai Manau ini disambut antusias oleh ratusan wali murid dan siswa.

“Alhamdulillah nian lah, biasonyo kalau sudah nak masuk sekolah, pening nian mikir seragam, sepatu, tas untuk anak. Kini, berkat adonyo bantuan ni, agak ringan jugo lah,” ujar Halimah, salah seorang wali murid penerima bantuan.

Tahun ini, pemerintah Kabupaten Merangin  menganggarkan 1.700 paket bantuan yang terdiri dari sepatu, dua stel baju seragam, tas, ikat pinggang, hingga kaos kaki. Bupati pun telah menginstruksikan pendataan ulang untuk penambahan anggaran pada perubahan tahun 2026 mendatang.

“Jika ada anak yang tidak sekolah karena alasan tidak punya perlengkapan, laporkan ke saya, ke Pak Sekda, atau ke Kadis. Pendidikan adalah investasi ilmu. Kalau mengandalkan alam, suatu saat akan habis. Tapi ilmu akan terus berinovasi,” tegasnya.

Didampingi Sekda Zulhifni, Bupati M. Syukur mengungkapkan fakta mengejutkan di balik program ini. Ia membeberkan bahwa program bantuan tersebut nyaris gagal terealisasi karena kondisi keuangan daerah yang sedang sulit.

“Program ini hampir gagal. Tapi berkat kekompakan jajaran Pemkab Merangin, kita sepakat ini harus jalan. Jangan sampai ada anak Merangin tidak sekolah hanya karena tidak punya baju atau sepatu,” tegas Bupati di hadapan warga.

Sebagai alumni SMPN 5 Sungai Manau, M. Syukur mengaku sangat memahami kesulitan warga karena ia berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana.

“Saya dulu orang susah, beli sepatu cuma saat hari raya. Jadi saya tidak ingin anak-anak Merangin merasa minder atau tidak percaya diri karena sepatunya robek (kuyak),” imbuhnya.

Baca Juga  Jembatan Limbur Sudah Boleh Dilewati, Helmi Di Sebut Sebagai Dewan Jembatan Oleh Warga

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan yang baru untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak Suku Anak Dalam (SAD).

“Saya minta tolong, anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di Merangin, khususnya di Sungai Manau Lama, diberikan akses bantuan ini dan diwajibkan sekolah. Intinya, siapa pun latar belakangnya, dia harus sekolah,” kata M. Syukur.

Selain bantuan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya pembangunan karakter. Ia meminta sekolah menghidupkan kembali “Kantin Kejujuran” dan menginisiasi program shalat subuh berjamaah bagi siswa di masjid/surau pada hari Minggu sebagai bagian dari penilaian kinerja guru.

Terkait kemajuan teknologi, Bupati mengingatkan para orang tua dan guru untuk mengawasi penggunaan handphone, terutama aplikasi media sosial seperti TikTok, agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak. (*)
Sumber : Kominfo

. Bupati Merangin, M. Syukur bersama Wakil Bupati A. Khafidh benar-benar berkomitmen untuk menuntaskan masalah pendidikan di Kabupaten Merangin.

Sabtu (31/1) Bupati M. Syukur secara resmi meluncurkan (launching) Program Bantuan Perlengkapan Seragam Sekolah Gratis bagi siswa SD dan SMP.

Acara yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Sungai Manau, Kecamatan Sungai Manau ini disambut antusias oleh ratusan wali murid dan siswa.

“Alhamdulillah nian lah, biasonyo kalau sudah nak masuk sekolah, pening nian mikir seragam, sepatu, tas untuk anak. Kini, berkat adonyo bantuan ni, agak ringan jugo lah,” ujar Halimah, salah seorang wali murid penerima bantuan.

Tahun ini, pemerintah Kabupaten Merangin  menganggarkan 1.700 paket bantuan yang terdiri dari sepatu, dua stel baju seragam, tas, ikat pinggang, hingga kaos kaki. Bupati pun telah menginstruksikan pendataan ulang untuk penambahan anggaran pada perubahan tahun 2026 mendatang.

“Jika ada anak yang tidak sekolah karena alasan tidak punya perlengkapan, laporkan ke saya, ke Pak Sekda, atau ke Kadis. Pendidikan adalah investasi ilmu. Kalau mengandalkan alam, suatu saat akan habis. Tapi ilmu akan terus berinovasi,” tegasnya.

Baca Juga  Merangin Akan Gelar BBGRM XXI di Desa Sinar Gading

Didampingi Sekda Zulhifni, Bupati M. Syukur mengungkapkan fakta mengejutkan di balik program ini. Ia membeberkan bahwa program bantuan tersebut nyaris gagal terealisasi karena kondisi keuangan daerah yang sedang sulit.

“Program ini hampir gagal. Tapi berkat kekompakan jajaran Pemkab Merangin, kita sepakat ini harus jalan. Jangan sampai ada anak Merangin tidak sekolah hanya karena tidak punya baju atau sepatu,” tegas Bupati di hadapan warga.

Sebagai alumni SMPN 5 Sungai Manau, M. Syukur mengaku sangat memahami kesulitan warga karena ia berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana.

“Saya dulu orang susah, beli sepatu cuma saat hari raya. Jadi saya tidak ingin anak-anak Merangin merasa minder atau tidak percaya diri karena sepatunya robek (kuyak),” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan yang baru untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak Suku Anak Dalam (SAD).

“Saya minta tolong, anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di Merangin, khususnya di Sungai Manau Lama, diberikan akses bantuan ini dan diwajibkan sekolah. Intinya, siapa pun latar belakangnya, dia harus sekolah,” kata M. Syukur.

Selain bantuan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya pembangunan karakter. Ia meminta sekolah menghidupkan kembali “Kantin Kejujuran” dan menginisiasi program shalat subuh berjamaah bagi siswa di masjid/surau pada hari Minggu sebagai bagian dari penilaian kinerja guru.

Terkait kemajuan teknologi, Bupati mengingatkan para orang tua dan guru untuk mengawasi penggunaan handphone, terutama aplikasi media sosial seperti TikTok, agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak. (*)
Sumber : Kominfo

Share :

Baca Juga

Berita

Kisruh Harga TBS, DPRD Merangin Panggil PT AIP, Baca Selengkapnya.

Berita

Luas Lahan Galian C Diduga Ilegal Milik Barok Capai 110 Hektare, Diduga Tak Bayar Pajak ke Tanjabbar 

Berita

Pj Bupati Buka Pelatihan Pemasaran Digital Pariwisata

Berita

Motivasi M. Yani, NasDem Sejati Itu Suka Tidak Suka Harus SUKA Untuk Merangin 2024

Berita

Nekat Hendak Edarkan Sabu, Seorang Pemuda Berhasil Diringkus Sat Narkoba Polres Merangin

Berita

Kader Golkar Senior, H Sukar Pastikan MENAWAN Unggul di 4 Kecamatan Pamenang

Berita

Berita

Syukur-Khafied Ikuti Gladi Bersih Pelantikan

You cannot copy content of this page