Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Wabup Katamso Buka ToT Model Bisnis Berbasis Mangrove, Dorong Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Wabup Katamso Jadi Narasumber Podcast Youth Center, Ajak Pemuda Tanjab Barat Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat Hadiri Penyampaian LHP LKPD 2025 di BPK Perwakilan Provinsi Jambi Delapan Tahun Berturut-turut Raih WTP, Tanjab Barat Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
IKLAN

Home / Berita

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:25 WIB

Bupati Syukur Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Gratis, Semua Anak Harus Sekolah

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Bupati Merangin, M. Syukur bersama Wakil Bupati A. Khafidh benar-benar berkomitmen untuk menuntaskan masalah pendidikan di Kabupaten Merangin.

Sabtu (31/1) Bupati M. Syukur secara resmi meluncurkan (launching) Program Bantuan Perlengkapan Seragam Sekolah Gratis bagi siswa SD dan SMP.

Acara yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Sungai Manau, Kecamatan Sungai Manau ini disambut antusias oleh ratusan wali murid dan siswa.

“Alhamdulillah nian lah, biasonyo kalau sudah nak masuk sekolah, pening nian mikir seragam, sepatu, tas untuk anak. Kini, berkat adonyo bantuan ni, agak ringan jugo lah,” ujar Halimah, salah seorang wali murid penerima bantuan.

Tahun ini, pemerintah Kabupaten Merangin  menganggarkan 1.700 paket bantuan yang terdiri dari sepatu, dua stel baju seragam, tas, ikat pinggang, hingga kaos kaki. Bupati pun telah menginstruksikan pendataan ulang untuk penambahan anggaran pada perubahan tahun 2026 mendatang.

“Jika ada anak yang tidak sekolah karena alasan tidak punya perlengkapan, laporkan ke saya, ke Pak Sekda, atau ke Kadis. Pendidikan adalah investasi ilmu. Kalau mengandalkan alam, suatu saat akan habis. Tapi ilmu akan terus berinovasi,” tegasnya.

Didampingi Sekda Zulhifni, Bupati M. Syukur mengungkapkan fakta mengejutkan di balik program ini. Ia membeberkan bahwa program bantuan tersebut nyaris gagal terealisasi karena kondisi keuangan daerah yang sedang sulit.

“Program ini hampir gagal. Tapi berkat kekompakan jajaran Pemkab Merangin, kita sepakat ini harus jalan. Jangan sampai ada anak Merangin tidak sekolah hanya karena tidak punya baju atau sepatu,” tegas Bupati di hadapan warga.

Sebagai alumni SMPN 5 Sungai Manau, M. Syukur mengaku sangat memahami kesulitan warga karena ia berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana.

“Saya dulu orang susah, beli sepatu cuma saat hari raya. Jadi saya tidak ingin anak-anak Merangin merasa minder atau tidak percaya diri karena sepatunya robek (kuyak),” imbuhnya.

Baca Juga  Jalan Rusak Batang Masumai Diperbaiki, H. Mukti : Alat Berat Sudah Diturunkan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan yang baru untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak Suku Anak Dalam (SAD).

“Saya minta tolong, anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di Merangin, khususnya di Sungai Manau Lama, diberikan akses bantuan ini dan diwajibkan sekolah. Intinya, siapa pun latar belakangnya, dia harus sekolah,” kata M. Syukur.

Selain bantuan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya pembangunan karakter. Ia meminta sekolah menghidupkan kembali “Kantin Kejujuran” dan menginisiasi program shalat subuh berjamaah bagi siswa di masjid/surau pada hari Minggu sebagai bagian dari penilaian kinerja guru.

Terkait kemajuan teknologi, Bupati mengingatkan para orang tua dan guru untuk mengawasi penggunaan handphone, terutama aplikasi media sosial seperti TikTok, agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak. (*)
Sumber : Kominfo

. Bupati Merangin, M. Syukur bersama Wakil Bupati A. Khafidh benar-benar berkomitmen untuk menuntaskan masalah pendidikan di Kabupaten Merangin.

Sabtu (31/1) Bupati M. Syukur secara resmi meluncurkan (launching) Program Bantuan Perlengkapan Seragam Sekolah Gratis bagi siswa SD dan SMP.

Acara yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Sungai Manau, Kecamatan Sungai Manau ini disambut antusias oleh ratusan wali murid dan siswa.

“Alhamdulillah nian lah, biasonyo kalau sudah nak masuk sekolah, pening nian mikir seragam, sepatu, tas untuk anak. Kini, berkat adonyo bantuan ni, agak ringan jugo lah,” ujar Halimah, salah seorang wali murid penerima bantuan.

Tahun ini, pemerintah Kabupaten Merangin  menganggarkan 1.700 paket bantuan yang terdiri dari sepatu, dua stel baju seragam, tas, ikat pinggang, hingga kaos kaki. Bupati pun telah menginstruksikan pendataan ulang untuk penambahan anggaran pada perubahan tahun 2026 mendatang.

“Jika ada anak yang tidak sekolah karena alasan tidak punya perlengkapan, laporkan ke saya, ke Pak Sekda, atau ke Kadis. Pendidikan adalah investasi ilmu. Kalau mengandalkan alam, suatu saat akan habis. Tapi ilmu akan terus berinovasi,” tegasnya.

Baca Juga  Aset Pemerintah Kembali Dirusak Aktivitas PETI, Ini Kata As'Ari Elwakas Anggota DPRD Merangin

Didampingi Sekda Zulhifni, Bupati M. Syukur mengungkapkan fakta mengejutkan di balik program ini. Ia membeberkan bahwa program bantuan tersebut nyaris gagal terealisasi karena kondisi keuangan daerah yang sedang sulit.

“Program ini hampir gagal. Tapi berkat kekompakan jajaran Pemkab Merangin, kita sepakat ini harus jalan. Jangan sampai ada anak Merangin tidak sekolah hanya karena tidak punya baju atau sepatu,” tegas Bupati di hadapan warga.

Sebagai alumni SMPN 5 Sungai Manau, M. Syukur mengaku sangat memahami kesulitan warga karena ia berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana.

“Saya dulu orang susah, beli sepatu cuma saat hari raya. Jadi saya tidak ingin anak-anak Merangin merasa minder atau tidak percaya diri karena sepatunya robek (kuyak),” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan yang baru untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak Suku Anak Dalam (SAD).

“Saya minta tolong, anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di Merangin, khususnya di Sungai Manau Lama, diberikan akses bantuan ini dan diwajibkan sekolah. Intinya, siapa pun latar belakangnya, dia harus sekolah,” kata M. Syukur.

Selain bantuan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya pembangunan karakter. Ia meminta sekolah menghidupkan kembali “Kantin Kejujuran” dan menginisiasi program shalat subuh berjamaah bagi siswa di masjid/surau pada hari Minggu sebagai bagian dari penilaian kinerja guru.

Terkait kemajuan teknologi, Bupati mengingatkan para orang tua dan guru untuk mengawasi penggunaan handphone, terutama aplikasi media sosial seperti TikTok, agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak. (*)
Sumber : Kominfo

Share :

Baca Juga

Berita

Pj Bupati Merangin Mengingatkan Masyarakat Untuk Mentauladani Perjuangan Rasulullah SAW

Berita

Bertemu Menteri PKP Bupati Syukur Bawa Empat Ole-ole Penting Buat Merangin, Apa Saja Itu??

Berita

Stadion Bhakti Karya Kuala Tungkal Seperti Kubangan Anggaran Perawatan Tidak Mampu Memperbaiki

Berita

Ustadz Ilham : Maulid Nabi Muhammad SAW Merupakan Wujud Dari Kegembiran Umat Muslim

Berita

Anwar Sadat-Hairan Resmi Jadi Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Barat

Berita

Pimpin Apel di RSUD, Bupati M. Syukur Jamin Hak dan Kesejahteraan Tenaga Medis

Berita

Berita

Pj Bupati Terima Sertifikat Bebas Frambusia Dari Menteri Kesehatan RI

You cannot copy content of this page