ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi

Home / Berita

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:25 WIB

Bupati Syukur Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Gratis, Semua Anak Harus Sekolah

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Bupati Merangin, M. Syukur bersama Wakil Bupati A. Khafidh benar-benar berkomitmen untuk menuntaskan masalah pendidikan di Kabupaten Merangin.

Sabtu (31/1) Bupati M. Syukur secara resmi meluncurkan (launching) Program Bantuan Perlengkapan Seragam Sekolah Gratis bagi siswa SD dan SMP.

Acara yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Sungai Manau, Kecamatan Sungai Manau ini disambut antusias oleh ratusan wali murid dan siswa.

“Alhamdulillah nian lah, biasonyo kalau sudah nak masuk sekolah, pening nian mikir seragam, sepatu, tas untuk anak. Kini, berkat adonyo bantuan ni, agak ringan jugo lah,” ujar Halimah, salah seorang wali murid penerima bantuan.

Tahun ini, pemerintah Kabupaten Merangin  menganggarkan 1.700 paket bantuan yang terdiri dari sepatu, dua stel baju seragam, tas, ikat pinggang, hingga kaos kaki. Bupati pun telah menginstruksikan pendataan ulang untuk penambahan anggaran pada perubahan tahun 2026 mendatang.

“Jika ada anak yang tidak sekolah karena alasan tidak punya perlengkapan, laporkan ke saya, ke Pak Sekda, atau ke Kadis. Pendidikan adalah investasi ilmu. Kalau mengandalkan alam, suatu saat akan habis. Tapi ilmu akan terus berinovasi,” tegasnya.

Didampingi Sekda Zulhifni, Bupati M. Syukur mengungkapkan fakta mengejutkan di balik program ini. Ia membeberkan bahwa program bantuan tersebut nyaris gagal terealisasi karena kondisi keuangan daerah yang sedang sulit.

“Program ini hampir gagal. Tapi berkat kekompakan jajaran Pemkab Merangin, kita sepakat ini harus jalan. Jangan sampai ada anak Merangin tidak sekolah hanya karena tidak punya baju atau sepatu,” tegas Bupati di hadapan warga.

Sebagai alumni SMPN 5 Sungai Manau, M. Syukur mengaku sangat memahami kesulitan warga karena ia berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana.

“Saya dulu orang susah, beli sepatu cuma saat hari raya. Jadi saya tidak ingin anak-anak Merangin merasa minder atau tidak percaya diri karena sepatunya robek (kuyak),” imbuhnya.

Baca Juga  Cegah Penguasa Ambil Alih Partai Demokrat , Kader Teriak Lawan Moeldoko

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan yang baru untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak Suku Anak Dalam (SAD).

“Saya minta tolong, anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di Merangin, khususnya di Sungai Manau Lama, diberikan akses bantuan ini dan diwajibkan sekolah. Intinya, siapa pun latar belakangnya, dia harus sekolah,” kata M. Syukur.

Selain bantuan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya pembangunan karakter. Ia meminta sekolah menghidupkan kembali “Kantin Kejujuran” dan menginisiasi program shalat subuh berjamaah bagi siswa di masjid/surau pada hari Minggu sebagai bagian dari penilaian kinerja guru.

Terkait kemajuan teknologi, Bupati mengingatkan para orang tua dan guru untuk mengawasi penggunaan handphone, terutama aplikasi media sosial seperti TikTok, agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak. (*)
Sumber : Kominfo

. Bupati Merangin, M. Syukur bersama Wakil Bupati A. Khafidh benar-benar berkomitmen untuk menuntaskan masalah pendidikan di Kabupaten Merangin.

Sabtu (31/1) Bupati M. Syukur secara resmi meluncurkan (launching) Program Bantuan Perlengkapan Seragam Sekolah Gratis bagi siswa SD dan SMP.

Acara yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Sungai Manau, Kecamatan Sungai Manau ini disambut antusias oleh ratusan wali murid dan siswa.

“Alhamdulillah nian lah, biasonyo kalau sudah nak masuk sekolah, pening nian mikir seragam, sepatu, tas untuk anak. Kini, berkat adonyo bantuan ni, agak ringan jugo lah,” ujar Halimah, salah seorang wali murid penerima bantuan.

Tahun ini, pemerintah Kabupaten Merangin  menganggarkan 1.700 paket bantuan yang terdiri dari sepatu, dua stel baju seragam, tas, ikat pinggang, hingga kaos kaki. Bupati pun telah menginstruksikan pendataan ulang untuk penambahan anggaran pada perubahan tahun 2026 mendatang.

“Jika ada anak yang tidak sekolah karena alasan tidak punya perlengkapan, laporkan ke saya, ke Pak Sekda, atau ke Kadis. Pendidikan adalah investasi ilmu. Kalau mengandalkan alam, suatu saat akan habis. Tapi ilmu akan terus berinovasi,” tegasnya.

Baca Juga  Ditinjau Bupati, Jalan Bangko-Kerinci Kembali Lancar

Didampingi Sekda Zulhifni, Bupati M. Syukur mengungkapkan fakta mengejutkan di balik program ini. Ia membeberkan bahwa program bantuan tersebut nyaris gagal terealisasi karena kondisi keuangan daerah yang sedang sulit.

“Program ini hampir gagal. Tapi berkat kekompakan jajaran Pemkab Merangin, kita sepakat ini harus jalan. Jangan sampai ada anak Merangin tidak sekolah hanya karena tidak punya baju atau sepatu,” tegas Bupati di hadapan warga.

Sebagai alumni SMPN 5 Sungai Manau, M. Syukur mengaku sangat memahami kesulitan warga karena ia berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana.

“Saya dulu orang susah, beli sepatu cuma saat hari raya. Jadi saya tidak ingin anak-anak Merangin merasa minder atau tidak percaya diri karena sepatunya robek (kuyak),” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan yang baru untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak Suku Anak Dalam (SAD).

“Saya minta tolong, anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di Merangin, khususnya di Sungai Manau Lama, diberikan akses bantuan ini dan diwajibkan sekolah. Intinya, siapa pun latar belakangnya, dia harus sekolah,” kata M. Syukur.

Selain bantuan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya pembangunan karakter. Ia meminta sekolah menghidupkan kembali “Kantin Kejujuran” dan menginisiasi program shalat subuh berjamaah bagi siswa di masjid/surau pada hari Minggu sebagai bagian dari penilaian kinerja guru.

Terkait kemajuan teknologi, Bupati mengingatkan para orang tua dan guru untuk mengawasi penggunaan handphone, terutama aplikasi media sosial seperti TikTok, agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak. (*)
Sumber : Kominfo

Share :

Baca Juga

Berita

Koto Baru Dicanangkan Jadi Desa Cantik Yang Cinta Statistik Perdana di Kabupaten Merangin

Berita

Hapy Dengan Sabu, Pria Ini Diamankan Polisi

Berita

Keluarga Besar Al Haris di Sekancing Kompak Dukung Menawan

Berita

Kapolres Tanjabbar Pimpin Sertijab Kasatlantas dan Kapolsek Tebing Tinggi

Berita

Bupati Merangin M Syukur Hadiri Perayaan HUT HKBP Hitamulu

Berita

Pj Bupati Pimpin Apel di RSUD Kol Abundjani Bangko

Berita

Breaking News..!! Ustadz Ucay Akan Kocok Perut Masyarakat Merangin di Masjid Bhaitul Makmur

Berita

Di Merangin Gas Melon Langka, Harga Per Tabung Mencapai 40 Ribu Rupiah

You cannot copy content of this page