ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi

Home / Berita

Minggu, 9 November 2025 - 08:15 WIB

DEWAN MEMANAS! Oknum Kadis ‘Tangan Besi’ Bikin Proyek Rp 4 Miliar Terkesan Asal Jadi, Jabatannya Kebal Kritik?

TANJABBARAT,BULENONNEWS.COM – Fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Komisi III terbentur tembok tebal: sikap ‘sombong’ seorang Kepala Dinas (Kadis). Oknum pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini dituding mempersulit komunikasi, mengabaikan panggilan telepon anggota dewan, dan bertindak bak penguasa tunggal, menghambat upaya kontrol terhadap proyek-proyek bernilai miliaran.

Kemarahan dewan ini memuncak saat menyoroti proyek pembangunan pintu air senilai lebih dari Rp 4 Miliar di Parit Gantung (9), Desa Tungkal I, yang didanai APBD murni 2025. Proyek vital ini diduga kuat dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai standar.

Proyek Rakyat ‘Loyo’, Kadis ‘Sombong’ Bungkam

Kecurigaan muncul bukan tanpa alasan. Wartawan di lapangan menemukan adanya kejanggalan serius:

  • Perbaikan Berulang: Turap yang sudah selesai malah ditinggikan, diikuti pengecoran ulang lantai pintu air yang sebelumnya sudah dinyatakan rampung.
  • Tukang Berbeda: Perbedaan kontraktor dan pekerja yang mengerjakan perbaikan menguatkan dugaan bahwa pekerjaan awal dilakukan secara ceroboh.
  • Aparat ‘Bisu’: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) memilih bungkam seribu bahasa saat dikonfirmasi media, menambah daftar tanda tanya besar soal transparansi.
Baca Juga  Dewan Bakal Panggil Sekda Merangin Terkait Aduan PKL

“Oknum pimpinan OPD ini terkesan sombong dan sulit sekali dihubungi. Padahal kami mitra kerjanya di Komisi III, tetapi dia tidak pernah mau mengangkat telepon,” ungkap salah satu Anggota Komisi III DPRD Tanjabbar, Rabu (5/11).

Merasa Hebat, Kewenangan Bupati Dipertaruhkan?

Kelemahan pengawasan ini diakui oleh sang anggota dewan. “Itu betul. Tapi, bagaimana kami mau berbuat banyak? Kendala kami adalah oknum kepala dinas ini agak susah diajak komunikasi… Ditelepon susah, tidak mau diangkat,” keluhnya.

Tidak hanya pintu air, pembangunan kantor lurah Tebing Tinggi yang juga diduga “asal-asalan” menjadi contoh lain. Anggota dewan itu menuding bahwa sikap ‘kebal’ sang Kadis muncul setelah mendapatkan ‘tanggung jawab penuh’ dari Bupati.

“Dulu, bupati pernah menyampaikan tanggung jawab penuh kepada kepala dinas ini, jadi seolah-olah oknum kepala dinas ini merasa hebat. Kami jadi bingung, sehingga untuk mengawasi pun sulit karena dia bertindak sekehendaknya. Ini yang menjadi masalah bagi kami,” tegasnya, menyiratkan adanya kekhawatiran terhadap penyalahgunaan wewenang.

“Saya hanya menjalankan fungsi pengawasan agar proyek yang dikerjakan sesuai aturan dan bermanfaat dengan sempurna. Namun, oknum kepala dinas ini kalau sudah disinggung soal itu, paling hanya sekali mengangkat telepon, setelah itu tidak mau lagi. Seolah-olah oknum kepala dinas ini merasa hebat,” tutupnya dengan nada geram.

Baca Juga  Mempunyai Kepribadian Bersahaja,Tutur Kata Baik dan menjunjung Tinggi Etika Kesopanan,Anwar Sadat Cenderung Disukai Masyarakat

Sementara itu, Ketua Komisi III yang seharusnya menjadi koordinator pengawasan di wilayah Ilir mengaku sedang sakit. Di sisi lain, oknum Kadis yang dikonfirmasi secara terpisah menanggapi kerasnya kritik dewan dengan jawaban singkat dan dingin:

“Tak apalah,” ujar sang Kadis.

Jawaban singkat ini justru memicu pertanyaan: Apakah ini bentuk pengakuan atas kesombongan atau justru sinyal bahwa kritik dewan dianggap angin lalu? Publik dan dewan kini menanti langkah tegas Bupati untuk mengakhiri drama ‘Kadis Sombong’ yang membahayakan kualitas pembangunan daerah.

Share :

Baca Juga

Berita

Pj Bupati Bersyukur, Pertikaian Security  PT SGN dan Warga Bungo Antoi Berakhir Damai

Berita

Pj Bupati Merangin Teken MoU dengan Delapan Pimpinan Instansi

Berita

Ratusan Honorer Ngadu ke Komisi I DPRD Terkait PPPK Paruh Waktu, Adakah Solusi?

Berita

Bupati Syukur Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Gratis, Semua Anak Harus Sekolah

Berita

Zoom Meeting, Pemkab Bersinergi Bersama Forkomda Merangin Ciptakan Pilkada 2024 Sukses dan Aman

Berita

Progres Proyek SPAM 11 Miliar dari DAK Dinas PUPR Merangin 2025 Sudah Mulai Berjalan

Berita

Komisi lll DPRD Hearing Bersama DPUPR dan BPBD Merangin, Bahas Proyek SMI dan Bencana

Berita

HBA Reses ke Merangin Didamping Wabup A Khafied Moein

You cannot copy content of this page