ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi

Home / Berita

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:47 WIB

Hari Pertama MBG di Tanjab Barat Banjir Keluhan: Dari Telur Busuk Hingga Roti Nyaris Kedaluwarsa

TANJABBARAT,BULENON NEWS.COM – Hari pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang bertepatan dengan awal Ramadan 1447 H, Senin (23/02/2026), justru diwarnai isu miring.

Program yang seharusnya meningkatkan kualitas gizi anak bangsa ini mendapat sorotan tajam setelah ditemukan berbagai paket makanan yang diduga tidak layak konsumsi di sejumlah sekolah di Kuala Tungkal.

Temuan Roti Yang Hampir Kadaluarsa di SDN Kuala Tungkal

Di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Kuala Tungkal, ditemukan paket makanan yang mengandung roti bermerek dengan tanggal kedaluwarsa 25 Februari 2026.

Sekilas tampak aman, namun paket tersebut ternyata diberikan untuk jatah tiga hari (23-25 Februari 2026).

Kondisi ini memicu kekhawatiran karena pada hari terakhir pendistribusian, siswa berisiko mengonsumsi makanan yang sudah berada di ambang batas kedaluwarsa atau near expired. Secara medis, makanan yang mendekati masa habis berlaku mengalami penurunan kualitas gizi dan peningkatan risiko kontaminasi mikroba.

Viral Telur Busuk di SMAN 1 Tanjabbar

Keresahan juga mencuat di media sosial setelah akun Facebook “Acox Bea” mengunggah foto telur yang diterima anaknya dari program MBG di SMA Negeri 1 Tanjabbar.

Dalam unggahan di Grup Pencerahan Tanjung Jabung Barat New tersebut, ia menyebut telur yang diberikan diduga busuk dan tidak layak makan.

“Tolong pihak MBG Tanjab Barat, ini telur busuk. Bukan kami orang tua tak sanggup belikan telur untuk anak kami. Kalian ini mau untung besar ya?” tulisnya dalam unggahan yang langsung dibanjiri komentar pedas netizen.

Selain temuan telur busuk, orang tua siswa lain di Kuala Tungkal juga melaporkan adanya benda mencurigakan seperti binatang di dalam roti yang diterima anaknya. “Entah kaya binatang gitu di rotinya, coba cek roti-roti itu jangan langsung makan, siapa tahu berjamur atau kedaluwarsa,” ungkap salah satu orang tua wali murid dengan nada curiga.

Soroti Nilai Gizi dan Transparansi Anggaran

Kritik juga datang mengenai kesesuaian nilai makanan dengan anggaran yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya merinci bahwa bekal MBG untuk tiga hari terdiri dari roti, telur puyuh rebus, kripik tempe, buah pir, dan pisang. Jika dijumlahkan secara nominal, paket tersebut diduga hanya bernilai sekitar Rp21.000 untuk tiga hari, jauh dari estimasi harga yang seharusnya diterima siswa.

Bahkan, dilaporkan siswa-siswi di SMP Negeri 4 Kuala Tungkal secara terang-terangan menolak pembagian paket MBG tersebut.

Pesan untuk Orang Tua: Simpan Alat Bukti

Menanggapi carut-marutnya distribusi awal ini, masyarakat diimbau untuk tidak langsung membuang jika menemukan makanan yang busuk atau kedaluwarsa. Plastik pembungkus, label vendor, dan kotak makanan merupakan alat bukti kunci untuk proses hukum atau investigasi oleh Badan Gizi Nasional dan Kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penanggung jawab MBG di Tanjung Jabung Barat belum memberikan konfirmasi resmi terkait temuan-temuan di lapangan tersebut.

Penulis Editor Tim

Share :

Baca Juga

Berita

Rapat Laporan Keuangan Komite SMKN 1 Telah Disepakati dan Dapat di Terima Wali Murid

Berita

Turnamen Sepak Bola HUT KTI Desa Sekancing Ilir Resmi Ditutup Pj Bupati Merangin

Berita

Berikan Kenyamanan Kepada Masyarakat, Hari Ini Pol PP Merangin Tertibkan 6 Titik Kawasan RTH

Berita

LSM Sapurata Indonesia Soroti Pengalihan Proyek Pengadaan Seragam Siswa Dari APBD Ke APBD-P 2026

Berita

Kader Golkar Senior, H Sukar Pastikan MENAWAN Unggul di 4 Kecamatan Pamenang

Berita

Front Dusun Bangko Siap Turunkan Pasukan Kawal Pelantikan Ketua Definitif DPRD Merangin

Berita

Pj Bupati Merangin Buka Festival Panen Hasil Belajar

Berita

Warga Protes Pembangunan Jalan Rigit Beton di Duga Tidak Sesuai DPA

You cannot copy content of this page