Bantuan Dari Karangtaruna Propinsi Jambi, Sejumlah Jurnalis Bergerak di Tengah Kabut Asap, 500 Masker dan Vitamin Dibagikan ke Warga Kuala Tungkal Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, DPC Demokrat Tanjab Barat Bagikan 2.000 Masker KN95 Gratis APBD 2027 Tanjabbar Mulai Dibahas, DPRD Tekankan Anggaran Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat Dukung PAD Jambi, Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani Hadiri Sinergitas Program Keringanan Pokok dan Denda PKB 2026 di Rumah Dinas Gubernur Kualitas Udara Tanjab Barat Memburuk,ISPU Capai 152 Kategori Tidak Sehat

Home / Berita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Limbah Hitam PT KMB Rejosari Kembali Cemari Sungai, DLH Jangan Tidur

JAMBI-BULENONNEWS.COM. Praktik pencemaran lingkungan yang seolah menjadi “tradisi kelam” kembali terjadi di Kabupaten Merangin. Aliran Sungai Gedang yang membentang di belakang kawasan pabrik PT Kurnia Merangin Berjaya (KMB) Rejosari diduga kuat kembali menjadi tempat pembuangan limbah sisa produksi.

Peristiwa terbaru tercium pada Jumat sore (31/07/2026). Sekitar pukul 17.30 WIB, warga yang hendak memancing di area Jembatan Lengkung arah Sialang/A4 dikagetkan dengan perubahan drastis kondisi air sungai. Aliran air yang biasanya menjadi tempat warga memancing ikan putihan mendadak berubah warna menjadi hitam pekat dan tercemar berat.

Dugaan keterlibatan PT KMB Rejosari bukan tanpa alasan. Penelusuran aliran sungai menunjukkan pola yang sangat gamblang. Aliran Sungai Gedang di bagian atas (upstream) sebelum melintasi kawasan pabrik KMB terpantau bersih dan jernih. Namun, tepat setelah melewati area belakang pabrik, warna air berubah drastis menjadi hitam.

Baca Juga  Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Tanjab Barat menyerahkan Surat Perlindungan Hukum Ke MA melalui PN Kuala Tungkal

“Aliran air di atas lokasi pabrik itu bersih tanpa limbah. Tapi pas di bawah kawasan KMB, airnya langsung hitam pekat. Cuma di bawah kawasan KMB limbah itu mulai muncul,” tegas salah seorang warga lokal yang enggan disebutkan namanya demi keamanan.

“Saya yakin itu limbah dari PT. KMB, Karena cuma di bawah kawasan KMB air itu ada limbahnya”tambahnya.

terhubung langsung ke Sungai Rasau ini merupakan urat nadi ekosistem lokal serta tempat bergantung para pemancing tradisional. Pembuangan limbah secara berulang ini jelas menghancurkan biota air dan merenggut ruang hidup masyarakat sekitar.

Baca Juga  Pj Bupati Merangin Tandatangani Hibah Barang Milik Negera

Ini bukan kali pertama PT KMB Rejosari terseret skandal pencemaran sungai. Sebelumnya, pabrik ini pernah tertangkap basah oleh warga hingga berlanjut pada Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merangin.

Namun, fakta bahwa pencemaran ini terus berulang memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat: Sejauh mana taji dan ketegasan DLH Merangin?
Sidak tanpa sanksi mengikat hanya akan menjadi “panggung formalitas” yang diabaikan pelaku industri. Jika penindakan hukum dan sanksi administratif dari dinas terkait tumpul, tak heran jika aksi buang limbah sembarangan ini terus berulang tanpa rasa takut.

Masyarakat menuntut tindakan nyata dan transparan dari DLH Merangin serta penegak hukum, bukan sekadar janji pemeriksaan yang berujung penguapan masalah. (Tim).

Share :

Baca Juga

Berita

BREAKINGNEWS..! Pj Bupati Sidak Ke Dikbud Merangin, Tak Satupun Kabid Yang Hadir Tepat Waktu

Berita

DPRD Merangin Hadiri HUT Adiyaksa Ke 65, Potong Tumpeng Bersama 

Berita

M Syukur Terpilih Sebagai Bupati Terbaik Pemred Award 2026, Bidang Komunikasi dan Informasi

Berita

Ketua TP PKK Tanjab Barat Gelar Acara Peringatan Isra Miraj

Berita

Demokrat Ajak Nasdem & PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan untuk Usung Anies Baswedan sebagai Bacapres 2024.

Berita

Pemkab Merangin Launching Program Subuh Keliling, Rutin Setiap Hari Jum’at

Berita

Usai Kukuhkan Tim Kabupaten, Romi-Sudriman Mengunjungi Pengurus NasDem Merangin

Berita

Pemkab Merangin Taken MoU dengan Kemenkumham Jambi

You cannot copy content of this page