BANGKO-BULENONNEWS.COM. Lagi-lagi proyek siluman yang Berlokasi di Kabupaten Merangin menjadi sorotan, bahkan menjadi perbincangan hangat ditengah publik.
Proyek yang bersumber dari dana APBD Provinsi ini dengan pagu anggaran 350 Juta Rupiah, diduga kuat akan Mar- up nya sehingga rekanan akan meraup untung yang lebih besar.
Betapa tidak proyek tersebut menjadi perbincangan dan menuai sorotan, mulai dari papan informasi yang tidak terpasang, sampai pekerja sendiri pun tidak mengerti karena tidak memiliki gambar sebagai dasar untuk acuan pedoman bekerja.
Selain itu spesifikasi yang digunakan untuk menggantikan atap diduga jauh dari Rencana Anggaran Biaya (RAB). Saat investigasi awak media dilokasi, menemukan atap spandex yang di pakai tidak berkualitas SNI seperti atap yang lama, termasuk warna yang sangat berbeda.
Kualitas atap spandex yang lama terpasang kualitas SNI bermerk SWG 28, sedangkan atap spandex yang baru dipasang yang tidak standar mutu SNI bermerk MG JEMPOL 6 M.
Menurut pantauan dilokasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) seharusnya memperhatikan kepada siapa Rekanan yang seharusnya memenangkan tender kegiatan ini, agar tidak jatuh kepada tangan yang bukan ahlinya.
Terlihat jelas pada pemasangan kayu yang keropos hanya di tempel saja tanpa di ganti, ditambah lagi pemasangannya hanya spot-spot, begitu juga, pemasang seng spandex juga tidak rapi.
Tukang pelaksana kegiatan tersebut mengaku, soal pekerjaan hanya diperintah kontraktor secara lisan, tidak mempedomani gambar.
” Gambar hanya kontraktor yang pegang, kami hanya mengikuti perintah, ganti ini ganti itu,” kata pekerja, Kamis (22/10/2026).
Demikian juga dengan Peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hanya di berikan sebanyak 1 Lembar Rompi dan 1 Buah Helm bekas.
” Untuk K3 kami cuma di kasih 1 Rompi dan 1 Helm Pak,” tambahnya.
Rekanan pelaksanaan kegiatan proyek Rehab SMKN 2 Merangin ini, saat di konfirmasi via Whatsapp, berpulang-ulang kali terpantau tidak aktif, namun Chat WA terlihat masuk namun hanya conteng Dua tanpa ada jawaban.
Sampai berita ini diterbitkan, Awak media belum juga bisa berkomunikasi dengan rekanan tersebut. (Ote)









