Wabup Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026, Dorong Pemuda Tanjab Barat Kuasai Teknologi Digital ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan

Home / Berita

Selasa, 15 Juli 2025 - 17:47 WIB

PT AIP Tampung  TBS Bekerjasama Dengan Koperasi Merah Putih Desa Tambang Baru

 

 

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Konflik masyarakat Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas yang terjadi baru-beru ini, sepertinya menemukan jalan terang.

 

Pasalnya PT Agrindo Indah Persada (AIP) secara resmi menyatakan siap bekerjasama dengan Koperasi Merah Putih Desa Tambang Baru, sebagai supplier utama Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari masyarakat.

Hal ini terungkap dalam pertemuan mediasi yang digelar di Balai Desa Tambang Baru, Selasa (15/7).

Pertemuan ini menghadirkan berbagai pihak penting, di antaranya Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Hendri Widodo, Ketua DPD APKASINDO Joko Wahyono, Ketua Koperasi Merah Putih Aston, Kepala Desa M. Arsyad, BPD, hingga Manajer PT AIP Muhammad Ismail Daud dan Kepala Operasional Junaidi.

Kepala Desa Tambang Baru, M. Arsyad, dalam sambutannya menegaskan bahwa masyarakat hanya ingin keadilan dalam penetapan harga sawit. Salah satu tuntutan utama warga adalah agar PT AIP tidak lagi membeli secara sepihak, melainkan melalui Koperasi Merah Putih.

“Ini pertemuan lanjutan. Masyarakat ingin sistem yang adil dan koperasi kami diberdayakan,” tegasnya.

Senada Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin Hendri Widodo menyatakan bahwa pihaknya sudah memanggil PT AIP secara resmi dan mendesak adanya perubahan sistem pembelian sawit. Ia menekankan pentingnya pembinaan terhadap petani.

Baca Juga  Pj Bupati Merangin Zoom Inflasi Bersama Mendagri, IPH Merangin Cukup Stabil Diangka 1,2 Persen

“Jangan terjadi polemik berkepanjangan. Kalau kualitas buah jelek, ya harus dibina. Itu kewajiban perusahaan. Dan kami punya program replanting Rp 60 juta per hektar, tinggal mau jalan atau tidak,” ujar Hendri.

Lebih jauh, Hendri mendorong PT AIP agar menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai mitra resmi.

“Kami sudah sepakati, supplier harus koperasi. Dan saya minta AIP patuh. Kalau tidak, laporkan ke saya. Saya akan turun tangan langsung!” tegasnya, di hadapan warga.

PT AIP: “Gayung Bersambut, Kami Komit!”

Manager PT AIP, Muhammad Ismail Daud, menyambut positif arahan Dinas Peternakan dan Perkebunan serta keinginan warga. Ia menyebut, informasi Koperasi Merah Putih yang sudah lulus verifikasi administrasi dinyatakan siap menjadi jalur distribusi resmi TBS ke perusahaan.

“Kami akan pastikan pembinaan dilakukan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk petani sekitar. Teknis akan kami bahas lebih lanjut, tapi kami sudah sepakat untuk bekerjasama,” ujar Ismail.

Baca Juga  H Andi Pemilik Posko 'Suka' Putar Haluan All Out Menangkan Nalim-Nilwan

Pada kesempatan itu, Ketua APKASINDO Kabupaten Merangin, Joko Wahyono, mengingatkan PT AIP agar tak semata-mata mencari untung. “Kami akan awasi langsung pembelian sawit. Kami tak segan turun lapangan jika ada keluhan. Yang penting pembinaan, bukan sekadar bisnis,” tegasnya.

Ketua Koperasi Merah Putih, Aston, menyambut baik kerjasama ini namun meminta kejelasan teknis, mulai dari luas lahan, permodalan, hingga jumlah kelompok tani yang dibutuhkan. “Kami siap, tapi jangan sampai kami dilepas di tengah jalan. Butuh kejelasan dan pendampingan,” ucapnya.

Akhir Kisruh atau Sekadar Janji?

MESKI pertemuan ini tampak membawa angin segar, sejumlah warga masih skeptis. Banyak yang bertanya, akankah PT AIP benar-benar menjalankan komitmennya? Akankah koperasi diberi peran nyata, atau hanya sekadar formalitas?

Satu hal yang pasti, mediasi ini menjadi titik balik penting. Jika dijalankan dengan tulus dan profesional, kerjasama antara PT AIP dan Koperasi Merah Putih bisa menjadi model penyelesaian konflik agribisnis di Merangin bahkan mungkin se-Indonesia.

Tapi jika janji tinggal janji, kisruh bisa kembali meledak kapan saja. (*).

Share :

Baca Juga

Berita

Pahala Junior Pasaribu Hadiri Perdamaian Antara Warga Bungo Antoi dan Security PT SGN

Berita

Pj Bupati Merangin Teken MoU dengan Pemkot Jambi

Berita

Mediator Industrial Merangin Siap Menyelesaikan  Perselisihan Karyawan, Masyarakat dan Aksi Demontstran

Berita

Dapur MBG di Perumahan Subsidi Jadi Sorotan, Begini Jawaban Elviana

Berita

Pj Bupati Merangin Pimpin Rakor Persiapan Pilkada Serentak 2024

Berita

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1447H

Berita

Pemkab Merangin Peringati Harkitnas Ke 116 2024

Berita

Target 3 Bulan, Plt Kasat Pol PP M. Sayuti Tertibkan Kawasan RTH Merangin

You cannot copy content of this page