Resmi Dilantik Jadi Kadishub Tanjab Barat, Agus Sumantri Siap Akselerasi Visi ‘Berkah Madani’ Bupati Anwar Sadat Lantik Puluhan Pejabat Baru, Warning Keras Fenomena Kebocoran Dokumen ke Media Bupati Anwar Sadat Lantik 6 Pejabat Eselon II dan Puluhan Pejabat Manajerial, Perkuat Kinerja Pemkab Tanjab Barat 716 TKM Tanjab Barat Menanti Kepastian, Harapkan Perhatian Pemkab dan DPRD Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak

Home / Penbangunan / Tanjab Barat

Sabtu, 16 Januari 2021 - 09:34 WIB

Pasar Rakyat Parit 1 Masih Jadi Polemik Antara Pedagang Dengan Pemkab Tanjab Barat

Pasar Rakyat Parit 1 Masih Jadi Polemik Antara Pedagang Dengan Pemkab Tanjab Barat.

TANJAB BARAT. Meski telah di resmikan oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, keberadaan bangunan baru pasar rakyat di parit 1 Kuala Tungkal, masih menjadi polemik antar pedagang dan juga Pemkab Tanjabbar.

Walaupun telah selesai dibangun setahun lalu dan telah diresmikan, namun pedagang sampai saat ini masih engan untuk menempatinya dengan bermacam alasan.

Penolakan pedagang untuk menepati pasar rakyat tersebut pun, bukan tanpa alasan. para pedagang menilai bentuk lapak dibangun Pemkab yang akan di gunakan untuk berjualan dianggap tidak sesuai dan sangat kecil.

Jauhari salah satu pengelolah Pasar Parit 1 Kuala Tungkal menyebutkan bahwa, sejumlah pedagang enggan menempati bangunan pasar yang baru tersebut. lantaran lapak yang disediakan di dalam gedung tersebut sangat kecil, sehingga menyulitkan para pedagang untuk berjualan.

” Ini pasar tidak layak, lihat lapaknya kecil. Tujuannya bagus memang buat gedung pasar baru, tapi secara detailnya itu tidak layak. Tidak sesuai lah dengan lapak yang biasanya di gunakan pedagang, jadi tidak mau pedagang pindah ke sana.” Ungkapnya.

Baca Juga  Bupati Safrial Pimpin Upacara HUT Tanjung Jabung Barat Ke - 55

Ia mengatakan bahwa, polemik ini mulai muncul lantaran ada sejumlah masyarakat yang memanfaatkan tempat di Jalan nasional parit 1 Kuala Tungkal untuk berjualan. Sehingga sejumlah pembeli yang biasanya belanja ke Pasar Parit 1 Kuala Tungkal beralih membeli jualan pedagang di Jalan nasional parit 1.

” Awalnya iya dikit-dikit yang jualan di sana, kemudian pembeli juga beralih ke sana. Di pasar ini (parit 1) makin sepi, nah pedagang kita berangsur-angsur juga pindah jualan ke jalan sana. Itu rumah warga yang kemudian di jadikan lapak-lapak,” Sebutnya.

Ia menyebutkan bahwa kondisi pindahnya pedagang berjualan ke Jalan nasional parit 1 tersebut membuat kondisi Pasar Parit 1 sepi dari pedagang. Sehingga menyebabkan lapak-lapak di gedung lama Pasar Parit 1 Kuala Tungkal terbengkalai.

” Nah sekarang sepi lah di sini, kebanyakan pedagang sudah pindah ke sana( jalan nasional).” Ujarnya.

Disisi lain, dengan kondisi tersebut, kata Jauhari, ia menyesalkan tidak adanya sikap tegas dari pemerintah dalam menertibkan pedagang yang berjualan di Jalan Nasional Parit 1 Kuala Tungkal. Kata dia, jika pemerintah bersikap tegas saja, maka Pasar Parit 1 Kuala Tungkal bisa ramai seperti dahulu.

Baca Juga  Kuasa Hukum Salah Satu Kandidat Cakades Desa Kemuning Tua Akan Daftarkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Ke PN Inhil

” Sekarang gini, yang dinamakan pasar rakyat itu seperti apa? Apa di jalanan seperti itu dikatakan pasar? Itu jalan umum kan, nah ini dibiarkan seperti itu. Jadi apa gunanya dibangun ini, kalau yang sebetulnya bukan pasar di biarkan berjualan,” Tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa, terkait hal ini perlunya ketegasan pemerintah, bagaimana menertibkan yang bukan pasar. Kembalikan pedagang untuk berjualan yang disebut pasar yaitu pasar parit 1,” Timpalnya.

Ia juga berharap dengan adanya Bupati baru nantinya dapat menertibkan sejumlah pasar. Sehingga diharapkan pasar yang telah ada dan tempat yang sebenarnya pasar dapat kembali beroperasi sebagaimana peruntukannya.

” Kita berharap lah bupati baru nanti seperti apa kan. Kita berharapnya bisa tertibkan ini, jadi bangunan semacam ini tidak sia-sia. Apalagi retribusi pasar kan untuk pemkab juga, kalau yang disana (jalan nasional) apa ada retribusinya? Kan tidak, balik-balik kan untuk PAD Pemkab,” Tutupnya.

Reporter/Editor: Amir/Ote

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Beredar Isu Dugaan Oknum Anggota DPRD Inisial A Atur Proyek APBD/APBDP 2021

Tanjab Barat

SDN 005/V Kuala Tungkal Dibantu Nakes PKM II Vaksinasi 118 Siswa

Penbangunan

Peduli Pada Warga Terdampak PPKM, Bupati Tanjab Barat dan Isteri Bagikan Sembako

Tanjab Barat

Tidak Ada Perhatian Pemerintah, Rosnah Penderita Penyakit Komplikasi Harus Pulang Dari Rumah Sakit

Tanjab Barat

Perum Bulog Kuala Tungkal Distribusikan Beras Bantuan PPKM Untuk 15.364 KPM

Tanjab Barat

Kebakaran Kebun Terjadi Lagi, Polres Tanjabbar Selidiki Penyebab Kebakaran

Tanjab Barat

Polres Tanjab Barat Gelar Vaksinasi Persisi Polri Massal Serentak di Polsek Jajaran

Pemerintahan

Wabup Hairan Pimpin Giat Gotongroyong di Kawasan Wisata Titian Orang Kayo Hitam Mustika Rajo Alam

You cannot copy content of this page