TANJABBARAT,BULENON NEWS.COM – Keluhan masyarakat terkait pelayanan PDAM Tirta Pengabuan kembali memuncak. Di tengah persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, warga Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) justru harus gigit jari lantaran pasokan air bersih terhenti total sejak malam takbiran.
Kondisi ini memicu gelombang kekecewaan dari warga yang merasa aktivitas ibadah dan persiapan hari raya mereka terganggu secara signifikan.
Jeritan Warga: “Gimana Mau Mandi Salat Id?”
Amir, warga Selempang Merah, Kelurahan Tungkal Ilir, mengungkapkan kegeramannya. Menurutnya, air yang mati seharian membuat persiapan dapur dan kebutuhan rumah tangga lainnya menjadi lumpuh.
“Air mati seharian, kami susah nian. Apalagi sekarang waktunya masak-masak untuk lebaran. Yang paling membingungkan, besok pagi kami mau berangkat Salat Id ke masjid, kalau air mati begini bagaimana mau mandi?” keluh Amirullah dengan nada kesal, Jumat (20/3/2026).
Senada dengan Amir, Yudi, warga Tungkal Ilir lainnya, menilai masalah ini merupakan kegagalan manajemen yang berulang. Ia bahkan secara terbuka meminta Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat, untuk mengambil tindakan tegas.
“Bulan puasa kemarin sudah sering mati lama, sekarang di hari penting malah terulang lagi. Kami minta Pak Bupati pecat saja Dirut PDAM. Kalau tidak mampu bekerja, lebih baik diganti,” cetus Yudi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Tirta Pengabuan belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab teknis matinya aliran air di wilayah Tungkal Ilir dan sekitarnya.
Direktur PDAM Tirta Pengabuan, Ferry Elvianto, memilih bungkam saat dikonfirmasi. Upaya komunikasi yang dilakukan awak media melalui pesan singkat WhatsApp tidak mendapatkan respon, meski dalam status aktif.
Masyarakat menantikan transparansi dan solusi cepat dari penyedia layanan publik tersebut, mengingat air bersih merupakan kebutuhan primer, terlebih di tengah momentum perayaan besar keagamaan.
Penulis Editor Tim










