TANJABBARAT,BULENON NEWS.COM– Puluhan nasabah Bank 9 Jambi mengeluhkan terhentinya layanan transaksi elektronik, baik melalui mesin ATM maupun aplikasi mobile banking, sejak beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini memicu keresahan warga yang bergantung pada layanan bank daerah tersebut untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
Pantauan di sejumlah titik warga yang kecewa karena gagal melakukan penarikan tunai. Pesan “Error” atau “Layanan Tidak Tersedia” kerap muncul di layar mesin, sementara aplikasi mobile banking dilaporkan tidak dapat diakses sama sekali.
Salah seorang nasabah, Kurniawan (38), mengaku sangat kesulitan memenuhi kebutuhan mendesak karena seluruh dana operasional usahanya tersimpan di Bank 9 Jambi.
“Kami minta pihak manajemen segera bertindak. Karena ATM tidak bisa dipakai, mobile banking juga tidak bisa di akses. Ini sangat merugikan kami sebagai nasabah kecil,” ujar Kurniawan saat ditemui di salah satu ATM Center, Minggu (1/3).
Keluhan tidak hanya datang dari pelaku usaha, tetapi juga dari kalangan orang tua yang anak-anaknya tengah menempuh pendidikan di provinsi. Terhentinya layanan ini membuat kiriman uang bulanan untuk biaya hidup mahasiswa menjadi terhambat.
Amir (50), seorang warga mengaku cemas karena anaknya yang kuliah di Jambi terus menghubunginya lantaran kehabisan uang untuk makan dan kebutuhan kuliah.
“Anak saya telepon terus, katanya uang makannya sudah habis. Saya mau transfer tidak bisa, ATM di sini juga gangguan. Keluarga kami hanya pakai Bank 9 Jambi, jadi benar-benar buntu sekarang. Kami mohon pihak bank segera aktifkan lagi, kasihan anak-anak yang jauh dari orang tua,” ungkap Amir dengan nada khawatir.
Desakan kepada Manajemen
Masyarakat selaku nasabah mendesak agar pihak bank 9 Jambi memberikan penjelasan transparan mengenai penyebab gangguan tersebut—apakah karena pemeliharaan sistem (maintenance) atau kendala teknis lainnya—serta kepastian waktu pemulihan.
Ketidakpastian ini dinilai mengganggu perputaran ekonomi lokal, mengingat Bank 9 Jambi merupakan salah satu instrumen keuangan utama bagi ASN dan pelaku UMKM di Provinsi Jambi.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu pernyataan resmi dari pihak direksi Bank 9 Jambi.
Nasabah berharap ada solusi darurat, seperti penambahan jam layanan di kantor cabang pembantu atau percepatan perbaikan sistem IT, agar akses keuangan kembali normal.










