TANJABBARAT, BULENON NEWS.COM – Polemik dugaan penyajian menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi di Kelurahan Tungkal Empat Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, memasuki babak baru.
Kasus ini kini memicu tindakan tegas dari dua tingkat pemerintahan sekaligus: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Jambi.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memastikan akan memanggil pengelola serta koordinator program untuk memberikan klarifikasi mendalam.
Langkah ini diambil guna memastikan integritas program nasional tersebut tidak tercoreng oleh kelalaian distribusi.
Sekda Tanjab Barat: “Kita Tidak Akan Tinggal Diam”
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjung Jabung Barat, Hermansyah, S.STP., MH menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan para siswa. Ia memastikan pihaknya segera melakukan pemanggilan resmi kepada pihak-pihak bertanggung jawab.
“Tentunya akan kita panggil,” tegas Sekda saat dikonfirmasi mengenai langkah konkret yang akan diambil Pemkab Tanjab Barat pada Jumat (27/02).
BGN Provinsi Jambi Layangkan SP1 dan Lapor Pusat
Sementara itu, tindakan lebih keras diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Jambi. Koordinator Regional BGN Jambi, Adityo Wirapranatha, menyatakan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menyikapi temuan telur busuk dan roti tak layak konsumsi tersebut.
BGN Jambi secara resmi telah melayangkan Surat Peringatan Pertama (SP1) kepada dapur produksi MBG yang terlibat. Tak hanya itu, kasus ini juga akan ditarik ke tingkat nasional.
“Terkait persoalan ini, akan kami laporkan ke Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah 1 untuk proses tindak lanjut,” ujar Adityo melalui pesan tertulis.
Evaluasi Menyeluruh Jadi Harapan Publik
Penindakan ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh vendor dan pengelola dapur MBG di wilayah lain. Program yang digadang-gadang Presiden untuk memperbaiki gizi anak bangsa ditekankan tidak boleh menjadi ancaman kesehatan akibat mengejar efisiensi atau keuntungan semata.
Masyarakat kini menanti hasil evaluasi menyeluruh tersebut. Publik berharap sanksi SP1 ini diikuti dengan perbaikan standar pengawasan kualitas yang lebih ketat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan program MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesehatan generasi muda di Tanjung Jabung Barat.
Catatan Redaksi: Hingga berita ini dimuat, publik masih menunggu hasil pemeriksaan teknis terkait penyebab pasti kerusakan pangan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah di Kuala Tungkal.
Penulis Editor Tim









