SMC Chapter Tanjab Barat Apresiasi Slow Riding 2026, Dorong Budaya Safety Riding dan Komunitas Berlegalitas Paripurna DPRD Tanjab Barat:Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kepentingan Rakyat Breaking News: Pria Sekitar 60 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Hotel STJ Kuala Tungkal Diduga Bakar Lahan, Dua Pria di Renah Mendaluh Diamankan Tim Gabungan Polsek Tungkal Ulu HUT ke-61 Tanjab Barat: Rapat Paripurna Istimewa DPRD Teguhkan Semangat Bersatu Wujudkan Berkah Madani

Home / Kesehatan

Rabu, 8 November 2023 - 17:29 WIB

RSUD Kuala Tungkal Diduga Lalai Berikan Dokumen Rujukan, Pasien Terhambat Lakukan Operasi di Jambi

TANJABBAR, BULENONNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat diduga lalai dalam memberikan dokumen rujukan pasien untuk operasi di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Akibatnya,pasien yang kini berada di RSUD Raden Mattaher Jambi terhambat dalam melaksanakan operasi. Untuk itu keluarga pasien meminta Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) untuk mengevaluasi kinerja para pejabat di rumah sakit pelat merah itu.

Dokumen rujukan yang membuat pasien terhambat yakni hasil penjelasan dokter terkait hasil ronsen yang dilakukan di RSUD KH Daud Kuala Tungkal yang tidak dilampirkan oleh pihak RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal saat memberikan rujukan.

Pasien atas nama Fajar Septiadi warga Kuala Tungkal itu kini hanya bisa terbaring di RSUD Raden Mattaher Jambi bahkan kakinya yang mengalami patah akibat kecelakaan mulai membengkak karena tidak bisa ditangani hal itu dikarenakan rekomendasi ronsen yang tidak dilampirkan oleh pihak rumah sakit Kuala Tungkal.

Pihak keluarga melakukan pengurusan terkait rekomendasi ronsen tersebut di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal hanya dijanjikan untuk menunggu, Rabu (8/11/23) sejak pukul 10.30 WIB hingga 14.20 WIB tidak juga ada kejelasan.

Baca Juga  Siswa SMPN 4 Kuala Tungkal Tolak Program MBG, Kepsek: "Lihatlah Kondisinya, Tidak Ada yang Bergizi!"

Bahkan, biaya administrasi sudah diselesaikan sejak pukul 11. 00 WIB sebesar Rp 60 ribu di kasir RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. Padahal sebelumnya administrasi untuk rujukan termasuk ronsen dan biaya ambulans sudah diselesaikan sekitar Rp2,9 juta saat akan melakukan rujukan ke Jambi. Walau sudah dibayar, pihak keluarga terus disuruh menunggu hingga saat ini.

“Tadi kita menanyakan ke bagian Radiologi diminta menunggu sekitar 2 jam siang dari sekitar pukul 10.30 WIB  sampai 12.30 WIB katanya dokter yang bisa memberikan keterangan terkait ronsen sedang melakukan USG 6 pasien,” kata Eko keluarga pasien yang mengurus hal itu.

Saat itu keluarga pasien diminta oleh salah satu pegawai untuk meninggalkan nomor handphone (HP) nantinya dokumen tersebut akan dikirimkan melalui Whatsapp akan tetapi sampai pukul 14.20 WIB tidak kunjung dikirim.

“Mereka janji akan dikirim lewat wa dalam bentuk PDF, tapi sampai jam 14.20 WIB belum juga dikirim,” ungkapnya.

Baru, sekitar pukul 14.33 wib baru dikirim setelah keluarga pasien menanyakan ke Dirut RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Sahala.

Akan tetapi, PDF yang dikirimkan itu ternyata salah nama yang seharusnya Fajar Septiadi menjadi Fajar Saputra. Meski demikian akhirnya waktu sudah tidak bisa lagi untuk mengajukan operasi di RSUD Raden Mattaher, Jambi akibat keterlambatan dokumen tersebut.

Baca Juga  Skandal MBG di Tanjab Barat: Ketua SPPG Akui Terima Teguran BGN Jambi

RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal seperti tidak memiliki standar operasional rujukan. Misal kalau pasien rujukan kecelakaan dokumen yang harus disiapkan hasil ronsen beserta keterangan dari dokter jadi keluarga pasien yang notabennya orang awam tidak harus bolak balik urus.

“Ya, akhirnya harus ditunda besok, kita ini orang awam yang paham soal dokumen rujukan pihak rumah sakit, apakah rumah sakit itu tidak memiliki SOP untuk melakukan rujukan,” ungkapnya.

Kita keluarga pasien meminta kepada Bupati Tanjab Barat Anwar Sadar untuk melakukan evaluasi atas kinerja RSUD ini. Kalau hari ini kejadian seperti ini saja dibiarkan apakah harus ada kejadian lain yang berakibat fatal.

“Ini pertanda pengawasan pelayanan dirumah sakit tidak optimal, dan tidak memiliki SOP. Padahal saat rujuk kan pakai ambulans RSUD dan didampingi tenaga medis, kalau masih kecolongan gini kan kacau ini. Ini terkait dengan pertolongan terhadap pasien apalagi rujukan.”pungkasnya.*

 

 

Penulis/Editor: Amir/Otte

 

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Buntut Menu MBG Tak Layak: BGN Jambi Layangkan SP1, Pemkab Bakal Panggil Pengelola!

Kesehatan

Sikap Antikritik? Oknum Pegawai RSUD KH Daud Arif Halangi Pers Saat Tim Kemenkes Investigasi Kematian dr. Myta

Kesehatan

Datang Tanpa Permintaan Pengadaan Alat USG di Puskesmas Tidak Bisa Digunakan, Pejabat Dinkes Saling Lempar Tanggung Jawab

Kesehatan

Terkait Dugaan Minuman Sarang Walet Kadaluarsa Dari PT.BS Pihak Balai POM Jambi Segera Bertindak

Kesehatan

Siswa SMPN 4 Kuala Tungkal Tolak Program MBG, Kepsek: “Lihatlah Kondisinya, Tidak Ada yang Bergizi!”

Kesehatan

Mapala STAI An – Nadwah Kuala Tungkal Bagikan Tong Sampah Kemasyarakat

Kesehatan

RSUD Kol. Abundjani Bangko Resmi Buka Layanan Poli Jantung dan Pembuluh Darah, Ini Jadwalnya

Kesehatan

Meriahkan HUT Tanjab Barat Ke 57, Dinkes Akan Gelar Sunatan Massal Gratis

You cannot copy content of this page