Hadiri Kenal Sambut Kajari Baru, Ketua DPRD Tanjab Barat Ajak Perkuat Sinergi Membangun Negeri Gubernur Al Haris dan Bupati Anwar Sadat Tinjau Lokasi Kebakaran Teluk Nilau: Pastikan Pemulihan Cepat dan Serahkan Bantuan Senilai Ratusan Juta Sinergi Pusat dan Daerah: Bupati Anwar Sadat Sambut Menkes Budi Gunadi Sadikin di RSUD KH Daud Arif Lepas Siswa Kelas XII, SMAN 1 Tanjab Barat Gelar Perpisahan Meriah di Gedung Berkah HAK JAWAB: HMI Cabang Tanjung Jabung Barat Tegaskan Tetap Konsisten di Garis Perjuangan Rakyat

Home / Pemerintahan

Senin, 19 Januari 2026 - 18:08 WIB

Putra Terbaik Tanjab Barat Raih Gelar Profesor, Wabup Katamso: Ini Kebanggaan dan Inspirasi Generasi Muda

TANJABBARAT,BULENON NEWS.COM – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Student Center Universitas Riau (UNRI), Pekanbaru, pada Senin (19/1). Di tengah ratusan pasang mata civitas akademika, seorang putra terbaik asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Dr. Erdianto, S.H., M.Hum., resmi menyandang gelar Guru Besar dalam Ranting Ilmu Hukum Pidana Materil pada Fakultas Hukum UNRI.

Momen bersejarah ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., didampingi Ketua GOW Tanjab Barat, Marina Septiani Katamso, S.I.P. Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan betapa berartinya pencapaian intelektual tersebut bagi masyarakat di Negeri Serengkuh Dayung Serentak Ketung.

Sidang Senat Terbuka dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Universitas Riau, diikuti dengan orasi ilmiah yang bernas dari Prof. Dr. Erdianto. Dalam pidatonya, Rektor UNRI Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, S.E., M.Si., turut memuji dedikasi Prof. Erdianto dalam dunia hukum di Indonesia.

Baca Juga  Ketua DPRD Tanjab Barat Tampung Aspirasi Masyarakat Desa Teluk Kulbi 

Usai prosesi pengukuhan, Wakil Bupati Katamso tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, sosok Prof. Erdianto adalah bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk meraih puncak prestasi akademik di level nasional.

“Pencapaian ini adalah kebanggaan luar biasa bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat. Kita tahu, jumlah Guru Besar atau Profesor yang berasal dari daerah kita masih tergolong sedikit. Kehadiran Prof. Erdianto di jajaran elit akademisi adalah suntikan semangat bagi kita semua,” ujar Katamso dengan nada optimis.

Lebih lanjut, Katamso berharap agar jejak langkah Prof. Erdianto menjadi api semangat bagi anak-anak muda di Tanjab Barat. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Baca Juga  Bupati Tanjab Barat Pimpin Upacara HUT Pramuka Ke-61

“Harapan ke depan, tentunya ini dapat lebih memacu generasi muda Tanjung Jabung Barat untuk terus berpacu menuntut ilmu setinggi mungkin. Kita butuh kontribusi pemikiran-pemikiran cerdas untuk membangun daerah kita tercinta,” ungkap Wabup.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga Jambi di perantauan. Terlihat hadir Wakil Rektor IV Universitas Jambi, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., serta sejumlah tokoh masyarakat asal Jambi yang kini berdomisili di Pekanbaru, Riau.

Kehadiran Prof. Erdianto sebagai pakar hukum pidana baru diharapkan mampu membawa dampak positif bagi penegakan hukum di Indonesia, sekaligus menjadi bukti bahwa putra daerah mampu berbicara banyak di kancah intelektual tanah air.

 

 

 

Penulis Editor Amir Ote

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat,Bupati Tanjab Barat Buka Pelatihan Batik Canting Emas 

Batang Hari

Mewakili Bupati, Asisten I Setda Batang Hari Buka Musrenbang RKPD Kecamatan Batin XXIV

Pemerintahan

Sekda Tanjab Barat Pimpin Upacara HUT Provinsi Jambi Ke-68

Pemerintahan

Ini Harapan Bupati Tanjab Barat Pada Delapan Pejabat Eselon II Yang Ikut Uji Kompetensi

Meraingin

H. Al Haris Tidak Melepaskan Tanggungjawanya dalam Bertugas, Meski Hari Ini Putusan MK

Pemerintahan

Tiga Kades Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Dilantik

Pemerintahan

Kebutuhan Beras Meningkat, Bupati Anwar Sadat Dorong Pengabuan Menjadi Lumbung Padi

Pemerintahan

Pos Damkar Baru Batang Asam: Dilema Pegawai Honorer di Tengah Keterbatasan Gaji dan Logistik

You cannot copy content of this page