ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi

Home / Meraingin

Sabtu, 18 September 2021 - 01:30 WIB

Soal Hotel Permata Masih Terima Tamu Non Covid, Ini Kata Bupati Merangin

Bulenonnews.com – Bangko. Sedianya, Rumah Isolasi Terpadu dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Merangin, hanya buat Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Meski level sebaran sudah turun. Namun tidak dibenarkan untuk menerima tamu karna Hotel sudah dikontrak dengan biaya yang tinggi, jika terbukti penyimpangan, Pemkab bakal evaluasi.

Hal ini disampaikan Bupati Merangin, Mashuri menjawab awak media terkait Rumah Isoter.

Mashuri mengatkan, Rumah Isoter tetap siaga meski pasien Covid-19 menurun. Ini tak lain, guna mengantisipasi lonjakan.

Namun Bupati kaget, saat dikonfirmasi soal hotel masih menerima tamu. Mashuri langsung menggingatkan, jika kontrak hotel berlangsung 3 bulan.

“Itu sudah kita kontrak 3 bulan sama kamar,” katanya.

Baca Juga  1000 Masker, Cek Gula Darah dan Cek Tensi Gratis Dalam Bhakti Sosial DPC Srikandi Pemuda Pancasila Merangin

Pemkab Merangin sudah mengontrak Hotel Permata selama 90 hari, namun bisa terpakai 80 hari. Sedangkan 10 hari untuk pihak hotel menstrelisasi.

Pemkab menggelontorkan duit sekitar Rp 1,2 Milyar untuk Isoter. Dari angka tersebut, Rp 700 juta untuk kontrak hotel.

Jika terbukti menerima tamu, Bupati dengan tegas mengancam evaluasi kontrak.

“Kalau terbukti, kita evaluasi kontraknya lagi. Tentu kita akan mengklaim. Ya nanti kita evaluasi. Terbukti ngak,” tegas Bupati.

Masih penyampaian Mashuri, bahwa MoU dengan hotel sudah jelas.

“Artinya sudah menyimpang itu, tentu Pemerintah yang dirugikan. Pemerintah bisa menindaklanjuti,” katanya.

Baca Juga  Progres Mushola Ikhwanul Muslimin Sudah 70%

Sebelumnya, warga dari Jambi memilih menginap di Merangin sebelum melanjutkan perjalanan ke Kerinci. Mereka memilih Hotel Permata, dari aplikasi penginapan.

Ternyata, hotel tersebut menjadi Rumah Isoter pasien Covid-19. Oleh petugas, mereka di arahkan ke Hotel Cantika.

Namun sayangnya, ternyata mereka harus bayar lagi setelah sebelumnya memesan kamar Rp 124,002 di Hotel Permata.

“Kami pikir, itu tempat pengganti hotel. Tapi ternyata, masih harus bayar lagi,” keluhnya.

Ia berharap, kejadian ini harus ditindaklanjuti agar tak ada lagi warga yang datang ke Merangin meninggalkan kesan tak baik. (Ote).

 

Share :

Baca Juga

Meraingin

Al Haris Serahkan Sepeda Motor Ke Kades, Pj Bupati Merangin: Terimakasih Pak Gubernur

Meraingin

NasDem Pendaftar Kedua di KPU Merangin, Apakah Bertanda Pemenang Ke 2 Pemilu 2024?

Meraingin

Jika Diamanahkan, Hasren Purja Sakti Siap Pimpin Komisi di DPRD Merangin

Meraingin

Diduga 20 Excavator Milik YI Dirental Ke Pelaku PETI Kabupaten Merangin

Meraingin

DPRD Merangin Belum Menerima Usulan Nama Calon Bupati

Meraingin

Ketua DPRD Merangin Kutuk Keras Pelaku PETI Hancurkan Jalan Kabupaten

Meraingin

Kenduri Naik Rumah Dinas, Wabup Merangin Akan Menerima Gelar Adat Sebagai Datuk

Meraingin

Soal Rancangan Perubahan KUA-PPAS Lambat Dibahas, Ini Kata Bupati.

You cannot copy content of this page