Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors Kasus Pengeroyokan Jurnalis di Tanjabbar: Kuasa Hukum Desak Dinas PMD dan Inspektorat Periksa Kades Teluk Ketapang Pemeriksaan Kades Teluk Ketapang dan 5 Saksi Berlanjut, Akankah Ada Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Wartawan?

Home / Meraingin

Sabtu, 18 September 2021 - 01:30 WIB

Soal Hotel Permata Masih Terima Tamu Non Covid, Ini Kata Bupati Merangin

Bulenonnews.com – Bangko. Sedianya, Rumah Isolasi Terpadu dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Merangin, hanya buat Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Meski level sebaran sudah turun. Namun tidak dibenarkan untuk menerima tamu karna Hotel sudah dikontrak dengan biaya yang tinggi, jika terbukti penyimpangan, Pemkab bakal evaluasi.

Hal ini disampaikan Bupati Merangin, Mashuri menjawab awak media terkait Rumah Isoter.

Mashuri mengatkan, Rumah Isoter tetap siaga meski pasien Covid-19 menurun. Ini tak lain, guna mengantisipasi lonjakan.

Namun Bupati kaget, saat dikonfirmasi soal hotel masih menerima tamu. Mashuri langsung menggingatkan, jika kontrak hotel berlangsung 3 bulan.

“Itu sudah kita kontrak 3 bulan sama kamar,” katanya.

Baca Juga  Layanan Vaksin P’Care TNI Terus Digenjot dan Berkelanjutan

Pemkab Merangin sudah mengontrak Hotel Permata selama 90 hari, namun bisa terpakai 80 hari. Sedangkan 10 hari untuk pihak hotel menstrelisasi.

Pemkab menggelontorkan duit sekitar Rp 1,2 Milyar untuk Isoter. Dari angka tersebut, Rp 700 juta untuk kontrak hotel.

Jika terbukti menerima tamu, Bupati dengan tegas mengancam evaluasi kontrak.

“Kalau terbukti, kita evaluasi kontraknya lagi. Tentu kita akan mengklaim. Ya nanti kita evaluasi. Terbukti ngak,” tegas Bupati.

Masih penyampaian Mashuri, bahwa MoU dengan hotel sudah jelas.

“Artinya sudah menyimpang itu, tentu Pemerintah yang dirugikan. Pemerintah bisa menindaklanjuti,” katanya.

Baca Juga  Malam terakhir Safari Ramadhan 1444 H, Wabup : Jangan Biarkan Anak-anak Bermain Android Sendirian

Sebelumnya, warga dari Jambi memilih menginap di Merangin sebelum melanjutkan perjalanan ke Kerinci. Mereka memilih Hotel Permata, dari aplikasi penginapan.

Ternyata, hotel tersebut menjadi Rumah Isoter pasien Covid-19. Oleh petugas, mereka di arahkan ke Hotel Cantika.

Namun sayangnya, ternyata mereka harus bayar lagi setelah sebelumnya memesan kamar Rp 124,002 di Hotel Permata.

“Kami pikir, itu tempat pengganti hotel. Tapi ternyata, masih harus bayar lagi,” keluhnya.

Ia berharap, kejadian ini harus ditindaklanjuti agar tak ada lagi warga yang datang ke Merangin meninggalkan kesan tak baik. (Ote).

 

Share :

Baca Juga

Meraingin

Wakili Ketua DPRD, M.Yani Turut Musnahkan 80 Kg Ganja Bersama Kapolda Jambi

Meraingin

Pemkab Merangin Hadirkan Ustads Hinayah Pada Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H

Meraingin

Pemuda Pancasila Merangin Serahkan Santuan dan Bantuan Ke Anak Yatim dan SAD

Meraingin

Tim Verifikasi Korem 042/Gapu Kunjungi Makodim 0420 Sarko, Menjelang Sertijab Dandim

Meraingin

Tugu Pedang Bangko Ramai Dihiasi Ucapan Selamat dan Sukses Untuk Haris Jadi Gubernur Jambi

Meraingin

Wabup Merangin Apresiasi HUT Bhayangkara ke-77

DPRD

Pansus II DPRD Merangin Panggil 6 OPD Terkait Pertanggungjawaban APBD Tahun 2024

Meraingin

Pemkab Merangin Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-115

You cannot copy content of this page