Wabup Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026, Dorong Pemuda Tanjab Barat Kuasai Teknologi Digital ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan

Home / Meraingin

Sabtu, 18 September 2021 - 01:30 WIB

Soal Hotel Permata Masih Terima Tamu Non Covid, Ini Kata Bupati Merangin

Bulenonnews.com – Bangko. Sedianya, Rumah Isolasi Terpadu dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Merangin, hanya buat Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Meski level sebaran sudah turun. Namun tidak dibenarkan untuk menerima tamu karna Hotel sudah dikontrak dengan biaya yang tinggi, jika terbukti penyimpangan, Pemkab bakal evaluasi.

Hal ini disampaikan Bupati Merangin, Mashuri menjawab awak media terkait Rumah Isoter.

Mashuri mengatkan, Rumah Isoter tetap siaga meski pasien Covid-19 menurun. Ini tak lain, guna mengantisipasi lonjakan.

Namun Bupati kaget, saat dikonfirmasi soal hotel masih menerima tamu. Mashuri langsung menggingatkan, jika kontrak hotel berlangsung 3 bulan.

“Itu sudah kita kontrak 3 bulan sama kamar,” katanya.

Baca Juga  Bupati Syukur Terima Pujian Al Haris Saat Safari Ramadan di Masjid Al Mukmin Pamenang

Pemkab Merangin sudah mengontrak Hotel Permata selama 90 hari, namun bisa terpakai 80 hari. Sedangkan 10 hari untuk pihak hotel menstrelisasi.

Pemkab menggelontorkan duit sekitar Rp 1,2 Milyar untuk Isoter. Dari angka tersebut, Rp 700 juta untuk kontrak hotel.

Jika terbukti menerima tamu, Bupati dengan tegas mengancam evaluasi kontrak.

“Kalau terbukti, kita evaluasi kontraknya lagi. Tentu kita akan mengklaim. Ya nanti kita evaluasi. Terbukti ngak,” tegas Bupati.

Masih penyampaian Mashuri, bahwa MoU dengan hotel sudah jelas.

“Artinya sudah menyimpang itu, tentu Pemerintah yang dirugikan. Pemerintah bisa menindaklanjuti,” katanya.

Baca Juga  Polres Merangin Kembali Gelar Pemeriksaan dan Himbauan Warga ikut Vaksinasi

Sebelumnya, warga dari Jambi memilih menginap di Merangin sebelum melanjutkan perjalanan ke Kerinci. Mereka memilih Hotel Permata, dari aplikasi penginapan.

Ternyata, hotel tersebut menjadi Rumah Isoter pasien Covid-19. Oleh petugas, mereka di arahkan ke Hotel Cantika.

Namun sayangnya, ternyata mereka harus bayar lagi setelah sebelumnya memesan kamar Rp 124,002 di Hotel Permata.

“Kami pikir, itu tempat pengganti hotel. Tapi ternyata, masih harus bayar lagi,” keluhnya.

Ia berharap, kejadian ini harus ditindaklanjuti agar tak ada lagi warga yang datang ke Merangin meninggalkan kesan tak baik. (Ote).

 

Share :

Baca Juga

Meraingin

Dua Kepala OPD Merangin Ikuti Diklat PIM II di Bali

Meraingin

Bupati Dorong RSD Kol. Abundjani Bangko Jadi Sentral Operasi Bibir Sumbing Sumatra Bagian Tengah

Meraingin

Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden, Selegram Cantik Ini Gabung Ke NasDem

Meraingin

Pemkab Merangin Serahkan Donasi Peduli Palestina Ke Pejuang Subuh, Lihat Jumlahnya.

Meraingin

Piala Gubernur Cup 2023, Tiba di Rumah Dinas Bupati Merangin

Meraingin

Kementerian LHK Support Pemkab Merangin Usulkan Geopark Naik Status UGG

Meraingin

Sekda Merangin Hadiri Wisuda Santri dan Santriwati Tahfidz Al-Qur’an Ar Rosyidun Nafi’

Meraingin

Tim Evaluator UGG Kepincut Rasa Kopi Jangkat dan Takjub Akan Indahnya Panorama Danau Pauh

You cannot copy content of this page