Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi Bantuan Dari Karangtaruna Propinsi Jambi, Sejumlah Jurnalis Bergerak di Tengah Kabut Asap, 500 Masker dan Vitamin Dibagikan ke Warga Kuala Tungkal Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, DPC Demokrat Tanjab Barat Bagikan 2.000 Masker KN95 Gratis APBD 2027 Tanjabbar Mulai Dibahas, DPRD Tekankan Anggaran Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat Dukung PAD Jambi, Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani Hadiri Sinergitas Program Keringanan Pokok dan Denda PKB 2026 di Rumah Dinas Gubernur

Home / DPRD

Selasa, 21 Oktober 2025 - 07:23 WIB

2026 Nol Pembangunan, Legislatif Minta Bupati Tanjab Barat Transparan Agar Tidak Dipersalahkan Publik

TANJABBARAT,BULENONNEWS.COM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) tahun 2026 diprediksi akan mengalami kondisi darurat pembangunan.

Total alokasi dana sebesar Rp 1,2 triliun dilaporkan nyaris seluruhnya terserap habis hanya untuk belanja rutin, yakni gaji pegawai dan biaya operasional Pemerintah Daerah (Pemda).

Dilema ini diungkapkan secara terbuka oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjab Barat, dalam rapat paripurna. H.Assek khawatir, dengan kondisi anggaran yang fokus pada biaya rutin, aspirasi pembangunan masyarakat yang telah ditampung selama masa reses akan tertunda, bahkan batal.

“Masyarakat tahu APBD kita 2026 ini Rp 1,2 triliun, uang yang besar. Tetapi saat ditanya, kenapa tidak ada pembangunan? Ini yang menjadi dilema besar bagi kami,” ujar H.Assek, Senin (20/10/25)  , yang saat itu menyampaikan kekhawatiran yang mewakili rekannya..

Baca Juga  Rangkaian Peringati HUT RI Ke 78,DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI 

Hanya Cukup untuk Pemeliharaan

Situasi ini membuat posisi dewan menjadi serba salah. Di satu sisi, mereka dihadapkan pada APBD yang tidak sehat. Di sisi lain, mereka harus menghadapi tuntutan masyarakat yang mengharapkan realisasi pembangunan.

“Kami hari ini meminta bantuan Bapak Bupati untuk menyampaikan kondisi ini secara terbuka. Kami khawatir, di tahun 2026 nanti, akhirnya DPRD lagi yang disalahkan oleh masyarakat karena dianggap tidak mengawal pembangunan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa alokasi anggaran menunjukkan fakta yang mencengangkan: Rp 1,2 triliun hanya cukup untuk membayar gaji dan menjalankan roda operasional Pemda. Sisanya, jika ada, hanya dialokasikan untuk kegiatan pemeliharaan minor.

“Artinya, memang apa adanya. Rp 1,2 triliun kita pakai untuk bayar gaji dan operasional Pemda saja,” katanya.

Baca Juga  Peluncuran Program Makan Bergizi Gratis Ditunda, Sekda Tanjab Barat: Informasi Yang Baru Akan Segera Disampaikan.

Adapun program yang terselamatkan hanyalah kegiatan rutin seperti pemeliharaan jalan, jembatan, normalisasi, dan perbaikan lampu jalan. Proyek pembangunan strategis yang diidamkan masyarakat dipastikan nihil.

Menyikapi kebuntuan ini, H.Asek yang merupakan Anggota DPRD Tanjab Barat Dari Politisi Partai Gerindra ini secara resmi meminta Bupati untuk mengeluarkan pernyataan publik yang transparan. Langkah ini dianggap krusial untuk melindungi legislatif dari tudingan masyarakat yang merasa aspirasinya tidak terealisasi akibat ketiadaan dana pembangunan.

“Di ruang paripurna yang terbuka ini, kami minta statement resmi Bupati Anwar Sadat agar masyarakat memahami. Tujuannya agar DPRD juga merasa telah mengawal proses pembahasan APBD 2026, dan agar kami tidak dipersalahkan,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

DPRD

Dewan Sebut Dari Awal Pengerjaan Setapak Beton di Desa Kayu Aro Sudah Tidak Benar

DPRD

Paripurna DPRD Tanjab Barat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025: Soroti Tata Kelola Data hingga Moratorium Tambang

DPRD

Terminal Pembengis “Mati Suri”, Ahmad Jahfar Desak Pemprov Jambi Segera Serahkan Aset ke Tanjabbar

DPRD

Korban Kebakaran Pasar Bawah Bangko Adukan Nasib Ke DPRD

DPRD

DPRD Deadline Pemerintah 1 Minggu Surati Partai Agar Usulkan Nama Cawabup Merangin

DPRD

Berkat Korespondensi Dewan, PT. Sitasa Energi Akomodir Tuntutan Warga Batang Masumai

DPRD

DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Ketiga, Penyampaian Tanggapan Bupati dan Penetapan Pansus Ranperda RTRW Tahun 2023-2043

DPRD

DPRD Tanjab barat Gelar Rapat Paripurna Pertama

You cannot copy content of this page