Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors Kasus Pengeroyokan Jurnalis di Tanjabbar: Kuasa Hukum Desak Dinas PMD dan Inspektorat Periksa Kades Teluk Ketapang Pemeriksaan Kades Teluk Ketapang dan 5 Saksi Berlanjut, Akankah Ada Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Wartawan?

Home / Berita

Selasa, 30 Maret 2021 - 10:50 WIB

H. Al Haris: Baru 50 Persen,Jumlah SAD Terdata

Bangko – Sampai sejauh ini jumlah Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin yang sudah terdata di Dukcapil Nasional baru setengahnya dari jumlah  keberadaan SAD yang ada.
Hal itu terjadi karena domisili SAD yang masih berpindah-pindah tempat, sehingga menyusahkan petugas untuk mendatanya. Dimana ketika petugas datang ke lokasi tempat tinggal SAD, rumahnya ternyata sudah kosong.
‘’Memang agak sulit menyatukan data SAD ini. Jumlah data yang ada ini masih sangat sedikit,’’ujar Bupati Merangin H Al Haris usai menghadiri Rakor Kependudukan dan Catatan Sipil di Auditorium Swiss Bel Hotel Jambi, Jumat (12/3).
Pada Rakor yang dihadiri Irjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Prof Dr Zudan Arif Fakhrullah tersebut, diakui bupati kalau data penduduk masyarakat Merangin sudah tuntas dan sudah klear.
‘’Kita berharap data yang dikelola Dukcapil Nasional ini data yang falid. Untuk itu hari ini melalui rakor tersebut, kita singkronan data di Dukcapil Nasional dengan data di Dukcapil Kabupaten Merangin,’’terang Bupati.
Kalau data itu sudah falid sambung bupati, data itu sudah bisa dipakai semua pihak, baik untuk kebutuhan sosial maupun untuk kebutuhan lainnya, sehingga sesuai dengan kenyataan yang ada.
Sementara itu Irjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Prof Dr Zudan Arif Fakhrullah minta, para bupati/walikota harus aktif melakukan apdate data. Mana warga yang sudah meninggal, mana warga yang dulu menganggur kini sudah jadi PNS.
‘’Kita ingin angka yang pasti, mana warga yang sudah pindah domisili, warga yang sudah meninggal dunia dan berbagai keterangan lainnya. Semau data itu jarus jelas dan falid,’’terang Prof Dr Zudan Arif Fakhrullah. (*)

 


Bagikan ke Jejaring Sosial

Share :

Baca Juga

Berita

Hasil Audit Inspektorat, Beberapa OPD Kembalikan Dana Refocusing Covid-19

Berita

Hari Pertama MBG di Tanjab Barat Banjir Keluhan: Dari Telur Busuk Hingga Roti Nyaris Kedaluwarsa

Berita

Pengurus BKPMRI Kabupaten Merangin Ikuti Munas ke XIV BKPMRI di Kota Medan

Berita

MK Putuskan Sistem Pemilu Tetap Terbuka, AHY: Wujud Keadilan yang Memihak Kedewasaan Demokrasi

Berita

Pj Bupati Tanam Padi Tumpang Sari di Lahan Replanting, Sekaligus Pamen Cabai Cegah Inflasi

Berita

Pansus III DPRD Merangin Minta Bapedda Beri Alasan Mengapa Tak Hadir Rapat LPj APBD 2024

Berita

Taat Pajak, Merangin Raih Penghargaan Terbaik I Dari Taspen

Berita

Pj Bupati Ajak Masyarakat Terlibat Dalam Pembangunan

You cannot copy content of this page