Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi Bantuan Dari Karangtaruna Propinsi Jambi, Sejumlah Jurnalis Bergerak di Tengah Kabut Asap, 500 Masker dan Vitamin Dibagikan ke Warga Kuala Tungkal Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, DPC Demokrat Tanjab Barat Bagikan 2.000 Masker KN95 Gratis APBD 2027 Tanjabbar Mulai Dibahas, DPRD Tekankan Anggaran Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat Dukung PAD Jambi, Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani Hadiri Sinergitas Program Keringanan Pokok dan Denda PKB 2026 di Rumah Dinas Gubernur

Home / Meraingin

Selasa, 7 Februari 2023 - 12:50 WIB

Nilwan Yahya : Stunting Bukan Faktor Genetik, Tapi Perlu Asupan Gizi Yang Cukup

MERANGIN-BULENONNEWS.COM. Bertempat di Aula Kantor Camat Lembah Masurai Kabupaten Merangin, Wakil Bupati Merangin Nilwan Yahya kembali melaksanakan Monitoring angka Stunting dan Evaluasi Kemiskinan Ekstrim

Monev Stunting dan Kemiskinan tersebut, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) No 72 Tahun 2021, tentang Percepatan Penghapusan kemiskinan Ekstrim, giat itu di laksanakan pada hari selasa (7/2/23).

Acara dihadiri oleh Wakil ketua TP-PKK Kabupaten Merangin Juniarti Nilwan, OPD terkait, Camat Lembah Masurai M. Lubis, Forkopimcam Lembah Masurai, Para Kepala Desa, Kepala Puskesmas se Kecamatan Lembah Masurai serta para bidan dan tokoh masyarakat.

Saperti hal yang sama pada pertemuan sebelum nya, Wakil Bupati Nilwan Yahya menerangkan, bahwa Stunting dan Kemiskinan Ekstrim bukan hanya Isu Kabupaten Merangin saja, namun sudah menjadi isu nasional di Republik, Indonesia.

Baca Juga  Hearing Bersama PUPR Soal Infrastruktur, Herman Efendi : Apa Yang Kita Takutkan Jika Tak Korupsi

” Data ini yang kita miliki ini dari pendataan TNP2KE pusat, berdasarkan perhitungan P3KE, untuk kecamatan Lembah Masurai dengan 15 Desa, merupakan kecamatan nomor Empat terbesar angka kemiskinan se Kabupaten Merangin,” terang wabup.

Wabup berharap, dengan adanya evaluasi hari ini semua lintas sektoral untuk saling berkoordinasi dengan kecamatan dan desa.

Katagori warga miskin ekstrim menurut WHO jelas wabup, warga yang hanya memiliki rumah berdindingkan bambu pelupuh, lantai tanah, tidak memiliki sanitasi air bersih, dan tidak memiliki jamban didalam rumah.

Baca Juga  DPRD Merangin Belum Menerima Usulan Nama Calon Bupati

” Kemapuan penghasilan sehari-hari hanya dibawah Sebelas Ribu Rupiah, ini yang perlu kita evaluasi benar apa tidak data dari pusat tersebut,” jelas Nilwan.

Begitu pula dengan Stunting, kata wabup Stunting artinya kemudaran Pertubuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi, setelah 1000 hari pasca persalinan.

“Tinggi badan dengan berat badan tidak memenuhi standar, jadi sebagian masyarakat menilai itu karena faktor keturunan genetik, namun menurut perhitungan kesehatan faktor genetik keturunan itu hanya 00,0 persen, jadi memang asupan gizi ibu hamil dan baru melahirkan yang belum terpenuhi,” tutup Wabup.

Reporter : Ote.

Share :

Baca Juga

Meraingin

Not Paid, Perangkat Desa Kungkai Nagadu Ke Camat Gegara Siltap

Meraingin

Garda Muda NasDem Merangin Juarai Muzakir Cup I Volleyball Karang Taruna Lubuk Gaung

Meraingin

Dari Komisi Informasi, Kabupaten Merangin Raih Anugrah KIBP Terbaik Se Provinsi Jambi

Meraingin

Puluhan Tahun Jalan Pamenang-Empang Benao Rusak, Pj Bupati Merangin Turun Lokasi

Meraingin

Ciptakan Pemilu yang Aman, Damai, Sejuk dan Bemartabat, Pj Bupati Pimpin Apel Kebangsaan

Meraingin

Gelar Rapat Bersama Ketua RT, Bupati M. Syukur Tegaskan Perang Terhadap Sampah

Meraingin

Kolam Ikan Anggaran Dana Desa Karang Anyar Rubuh, Camat Cek Lokasi.

Meraingin

Penuhi Undangan Presiden RI, Pj Bupati Merangin: Kami Akan Menjaga Netralitas Pelaksanaan Pemilu 2024

You cannot copy content of this page