Resmi Dilantik Jadi Kadishub Tanjab Barat, Agus Sumantri Siap Akselerasi Visi ‘Berkah Madani’ Bupati Anwar Sadat Lantik Puluhan Pejabat Baru, Warning Keras Fenomena Kebocoran Dokumen ke Media Bupati Anwar Sadat Lantik 6 Pejabat Eselon II dan Puluhan Pejabat Manajerial, Perkuat Kinerja Pemkab Tanjab Barat 716 TKM Tanjab Barat Menanti Kepastian, Harapkan Perhatian Pemkab dan DPRD Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak

Home / Meraingin

Selasa, 7 Februari 2023 - 12:50 WIB

Nilwan Yahya : Stunting Bukan Faktor Genetik, Tapi Perlu Asupan Gizi Yang Cukup

MERANGIN-BULENONNEWS.COM. Bertempat di Aula Kantor Camat Lembah Masurai Kabupaten Merangin, Wakil Bupati Merangin Nilwan Yahya kembali melaksanakan Monitoring angka Stunting dan Evaluasi Kemiskinan Ekstrim

Monev Stunting dan Kemiskinan tersebut, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) No 72 Tahun 2021, tentang Percepatan Penghapusan kemiskinan Ekstrim, giat itu di laksanakan pada hari selasa (7/2/23).

Acara dihadiri oleh Wakil ketua TP-PKK Kabupaten Merangin Juniarti Nilwan, OPD terkait, Camat Lembah Masurai M. Lubis, Forkopimcam Lembah Masurai, Para Kepala Desa, Kepala Puskesmas se Kecamatan Lembah Masurai serta para bidan dan tokoh masyarakat.

Saperti hal yang sama pada pertemuan sebelum nya, Wakil Bupati Nilwan Yahya menerangkan, bahwa Stunting dan Kemiskinan Ekstrim bukan hanya Isu Kabupaten Merangin saja, namun sudah menjadi isu nasional di Republik, Indonesia.

Baca Juga  Puluhan Tahun Jalan Pamenang-Empang Benao Rusak, Pj Bupati Merangin Turun Lokasi

” Data ini yang kita miliki ini dari pendataan TNP2KE pusat, berdasarkan perhitungan P3KE, untuk kecamatan Lembah Masurai dengan 15 Desa, merupakan kecamatan nomor Empat terbesar angka kemiskinan se Kabupaten Merangin,” terang wabup.

Wabup berharap, dengan adanya evaluasi hari ini semua lintas sektoral untuk saling berkoordinasi dengan kecamatan dan desa.

Katagori warga miskin ekstrim menurut WHO jelas wabup, warga yang hanya memiliki rumah berdindingkan bambu pelupuh, lantai tanah, tidak memiliki sanitasi air bersih, dan tidak memiliki jamban didalam rumah.

Baca Juga  Polres Merangin Amankan Dua Pekerja PETI Tabir Ulu

” Kemapuan penghasilan sehari-hari hanya dibawah Sebelas Ribu Rupiah, ini yang perlu kita evaluasi benar apa tidak data dari pusat tersebut,” jelas Nilwan.

Begitu pula dengan Stunting, kata wabup Stunting artinya kemudaran Pertubuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi, setelah 1000 hari pasca persalinan.

“Tinggi badan dengan berat badan tidak memenuhi standar, jadi sebagian masyarakat menilai itu karena faktor keturunan genetik, namun menurut perhitungan kesehatan faktor genetik keturunan itu hanya 00,0 persen, jadi memang asupan gizi ibu hamil dan baru melahirkan yang belum terpenuhi,” tutup Wabup.

Reporter : Ote.

Share :

Baca Juga

Meraingin

167 Jamaah Calon Haji Merangin Kloter Pertama di Berangkatkan Dari Masjid Bhaitul Makmur

Meraingin

Pemkab Merangin Terus Perketat Pengawasan Harga Pangan di Seluruh Kecamatan

Meraingin

Wabup Merangin Gelar Rakor Satgas Covid-19, Pemkab Akan Perketat PPKM Berbasis Mikro

Meraingin

TP-PKK Kabupaten Merangin Beri Pembinaa Terhadap TP-PKK Desa Sido Lego

Meraingin

Bupati H Mashuri Teken MoU dengan STIKes Merangin

Meraingin

Tak Ada Larangan Untuk Gelar Lomba Perayaan HUT RI Oleh Bupati, Asal Patuhi Protokol Kesehatan

Kriminal

Puluhan Wartawan Merangin Lakukan Aksi Atas Pengeroyokan Terhadap Dua Wartawan di Bungo

Meraingin

Front Dusun Bangko Bantu Polisi Amankan Balap Liar Yang Bikin Resah Warga

You cannot copy content of this page