Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Wabup Katamso Buka ToT Model Bisnis Berbasis Mangrove, Dorong Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Wabup Katamso Jadi Narasumber Podcast Youth Center, Ajak Pemuda Tanjab Barat Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat Hadiri Penyampaian LHP LKPD 2025 di BPK Perwakilan Provinsi Jambi Delapan Tahun Berturut-turut Raih WTP, Tanjab Barat Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Home / Meraingin

Rabu, 3 Januari 2024 - 12:02 WIB

Pj Bupati Ikuti Rapat Pengendalian Inflasi Daerah Bersama Mendagri

 

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Inflasi Kabupaten Merangin masih dalam kondisi aman dan terkendali dengan angka 0,16 persen. Pada akhir Desember 2023 sempat naik sedikit, pengaruh dari naiknya harga gula pasir dan cabe merah.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Pj Bupati Merangin H Mukti, usai mengukuti rapat pengendalian inflasi daerah secara virtual bersama Mendagri Tito Karnavian dari ruang MPc Bapeda Kabupaten Merangin, Rabu (03/1).

‘’Tapi sekarang harga cabe merah dan gula pasir sudah mulai turun, sehingga inflasi kita masih aman dan terkendali. Kabupaten Merangin itu hanya sebagai daerah penyangga, beda dengan Kabupaten Bungo dan Kota Jambi,’’ujar Pj Bupati.

Baca Juga  Pj Bupati Merangin Hadiri HUT Kabupaten Sarolangun Ke - 24

Sebagaimana diketahui jelas H Mukti, inflasi adalah kondisi dimana harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus mengalami kenaikan dalam jangka waktu tertentu.

Inflasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti permintaan yang tinggi terhadap suatu barang atau jasa, sehingga membuat harga barang atau jasa tersebut mengalami kenaikan, peningkatan biaya produksi, bertambahnya uang yang beredar di masyarakat dan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Baca Juga  BREAKING NEWS..! LapasKelas ll B Bangko Berhasil Gagalkan Dugaan Penyeludupan Narkoba

Dampak inflasi ini lanjut H Mukti, seringkali identik dengan efek negatif karena kenaikan harga barang, sehingga membuat daya beli masyarakat menurun, terutama masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.

Untuk itu tegas Pj bupati, dalam pengendalian inflasi Kabupaten Merangin tetap berpegang pada konsep, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribui dan komunikasi efektif.(Red).

Share :

Baca Juga

Meraingin

Sebanyak 55 Orang ASN Pemkab Merangin Memasuki Masa Pensiun

Meraingin

Sadarudin Pejabat Fungsional Hubungan Industrial Dinas DPMTSP-TK Siap Melayani Pengusaha dan Masyarakat

Meraingin

Pemkab Merangin Segera Terbitkan SE Pembatasan Pengunjung di Tempat Wisata

Meraingin

Waduh.. Dikontrak 1,2 M Sebagai Tempat Isolasi Covid-19, Hotel Permata Bangko Masih Terima Tamu?

Meraingin

34 Orang Santri dan Santriwati Tahfidz Al-Qur’an Vila Tahfidz Al-Qur’an Ar Rosyidun Nafi’ Merangin di Wisuda

Meraingin

Open Tournamen PBSI Merangin Sukses, Wabup : Jadikan Tornamen Sebagai Motivasi

Meraingin

Pimpinan DPRD Merangin Hadiri Rapat Dadakan Bersama Tim Pencari Fakta Dari Prov. Jambi

Meraingin

Perangkat Desa Jadi Korban Pilkades, Perwakilan PPDI Datangi Wakil Bupati Merangin 

You cannot copy content of this page