Lepas Siswa Kelas XII, SMAN 1 Tanjab Barat Gelar Perpisahan Meriah di Gedung Berkah HAK JAWAB: HMI Cabang Tanjung Jabung Barat Tegaskan Tetap Konsisten di Garis Perjuangan Rakyat HMI Cabang Tanjung Jabung Barat Tegaskan Tetap Konsisten di Garis Perjuangan Rakyat Sikap Antikritik? Oknum Pegawai RSUD KH Daud Arif Halangi Pers Saat Tim Kemenkes Investigasi Kematian dr. Myta Paripurna DPRD Tanjab Barat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025: Soroti Tata Kelola Data hingga Moratorium Tambang

Home / Daerah

Rabu, 19 Agustus 2020 - 11:43 WIB

Camat Kubu Dipolisikan Penghulu Sungai Kubu,Gegara Penganiayaan Karena Terlambat Datang Upacara HUT RI Ke-75, Camat Kubu Dipolisikan

BAGANSIAPIAPI – BULENONnews.com. Camat Kubu, Rokan Hilir, Asrul S.Sos Selasa (18/8/2020) beurusan dengan Polsek Kubu setelah melakukan pemukulan terhadap Bulkrim (52) Penghulu Sungai Kubu, usai upacara HUT RI ke 75, Senin (17/8/2020) pukul 08.00 WIB pagi.

Tindakan yang dilakukan Asrul S.Sos di saksikan masyarakat karena belum beranjak dari lapangan upacara Kenegaraan selesai memperingati HUT Kemerdekaan RI di Kecamatan Kubu.

Bulkrim Datuk Penghulu Sungai Kubu, Selasa (18/8/2020) menceritakan kronologi pemukulan yang dilakukan Asrul sebagai Camat Kubu nota bonenya pimpinan dan panutan bawahanya  dilatar belakangi karena terlambat mengikuti upacara HUT RI.

“Saya terlambat datang, upacara sedang  berjalan, begitu selesai saya masuk lapangan lalu di panggil Pak Camat langsung menampar muka dan meninju perut saya di depan warga,” aku Bulkrim .

Tidak terima dengan perlakuan kasar yang dilakukan Camat, keluarga dan warga Sungai Kubu atas  penganianya di depan umum, akhirnya Bulkrim mendatangi Mapolsek Kubu membuat laporan polisi. “Saat ini saya sedang di BAP di Polsek Kubu, ” ucap Bulkrim saat dikonfirmasi

Bulkrim menyebutkan kronologis penganianyaan yang dialaminya di latar belakangi akibat terlambat hadir di lapangan upacara dan mengaku tidak sengaja terlambat. “Kalau di tegur ya wajar, tapi main pukul di depan umum sangat tak manusiawi, ” ungkapnya.

Baca Juga  Gabungan Polres Kampar, Brimob dan BKO Polda Riau Lakukan Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan

Kejadian arogan Camat main tangan ini diprotes masyarakat Sungai Kubu dan keluarga Bulkrim, lalu menyatakan membuat laporan polisi dan visum et revertum.

“Main pukul, di depan umum, sangat mempermalukan keluarga Penghulu dan sanak keluarga kami, kita meminta camat dimutasi,” ucap Zulfakar Junid kerabat korban.

“Bulkrim sudah membuat laporan polisi, jangan semena-mena lagi, ingat hukum di atas segala-galanya,” tegas Zulfakar Junid meminta Bupati Rohil mencopot Camat Kubu yang tak mengerti HAM ini.

Atas kejadian itu, BULENONnews.
com. mengkonfirmasi Bupati Rohil H.Suyatno untuk sandaran berita namun diwaktu yang sama Bupati sedang acara di Pekanbaru .

Namun melalui Asisten Tata Pemerintahan (Asisten I) Setdakab Rohil Ferry Hendra Paria dihubungi terpisah, mengaku akan menindak lanjuti informasi oknum Camat yang menganiaya Penghulu tersebut. “Saya belum dapat informasi, nanti saya pelajari dulu, akan kita tindak lanjuti, Saya sedang acara dengan Gubernur di Pekanbaru, nanti akan saya cross cek,” jawab Asisten I membidangi Pemerintahan di Setdakab Rokan Hilir ini melalui hubungan seluler.

Baca Juga  NYARIS SEBULAN! Tanggul Jebol di Tanjabbar, Ribuan Pohon Kelapa Terancam Mati, Warga Menjerit: "Anak Kami Mau Makan Apa?"

Sementara itu Camat Kubu  Asrul S.Sos dihubungi terpisah, Selasa (18/8/2020) pukukl 14.25 WIB tidak membantah penamparan (penganianyaan) yang di lakukanya terhadap Bulkrim Penghulu Sungai Kubu itu benar adanya.

“Kejadianya benar, saya nenampar tapi tidak memukul, ini memberikan pelajaran efek jera kepada siapapun Penghulunya, HUT Kemerdekaan RI itu sakral,” jawab  Asrul dengan menambahkan akan ada klarifikasi media Rabu (19/8/2020) besok.

“Saya dalam perjalanan, nantilah beritanya akan ada klatifikasi dan benar saya dilaporkan ke polisi,” ujat Asrul menyebutkan nama seorang awak media  dengan nada enteng .

Sejak peristiwa penganianyaan dilakoni Camat Kubu ini jadi viral di medsos (fb dan Wa) karena tidak mengerti Hak Azazi Manusia.

“Jika sepekan ini tak tuntas kami akan menggelar aksi demo ke Bagansiapiapi dan tentunya menjaga imed baik Bupati H.Suyatno menjelang Pilkada ini,” tulis warga Sungai Kubu dijejaring sosial.

Penulis/Editor: Azwa/Ote

 

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Langka Dan Mahal Gas 3 Kg,Dinas Koperindag Di Duga Tak Mampu Atasi Oknum Pangkalan Nakal

Tanjab Barat

Identitas Penemuan Mayat Perempuan Terungkap, Kapolres: Jenazah Telah Diserahkan Kekeluarga

Tanjab Barat

Jemaah Umrah di Tanjab Barat Wajib Lampirkan BPJS Kesehatan

Meraingin

Tim Antik Polres Merangin Ungkap 5 Kasus Tindak Pidana Narkoba Seberat 15,23 Gram

Tanjab Barat

Polres Tanjab Barat Lakukan Rapid Tes di Lingkup Polsek Betara

Meraingin

Kadis Kominfo Ketuai Rombongan OPD Merangin Jenguk Kafilah di Pemondokan MTQ Ke 51

Meraingin

Soal Rancangan Perubahan KUA-PPAS Lambat Dibahas, Ini Kata Bupati.
H. Mashuri, SP., ME Ketua DPD PD Prov. Jambi didampingi Bakomstrada

Berita

Temuan BpK RI Di RS KH Daut Arif Kualatungkal Buat Resah Tokoh Masyarakat Dan LSM

You cannot copy content of this page