Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Wabup Katamso Buka ToT Model Bisnis Berbasis Mangrove, Dorong Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Wabup Katamso Jadi Narasumber Podcast Youth Center, Ajak Pemuda Tanjab Barat Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat Hadiri Penyampaian LHP LKPD 2025 di BPK Perwakilan Provinsi Jambi Delapan Tahun Berturut-turut Raih WTP, Tanjab Barat Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Home / Meraingin / Pendidikan

Jumat, 1 Agustus 2025 - 12:21 WIB

Disdikbud Panggil Kepala Sekolah SMPN 4, Terkait Biaya Seragam 600 Juta Lebih

 

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Setelah keluhan para orangtua siswa SMP Negeri 4 Merangin soal biaya seragam fantastis sebesar Rp1.600.000 viral dan memicu kemarahan publik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin akhirnya buka suara. Kepala Bidang Pembinaan SMP, Juhendri, menyatakan akan memanggil kepala sekolah untuk mengklarifikasi dugaan pungutan liar yang dibungkus atas nama “rapat komite”.

“Kalau itu menyangkut pungutan liar, kembalikan saja uang orang tua murid!” tegas Juhendri kepada wartawan, Kamis (1/8/2025).

Ia menyebutkan tidak ada dasar hukum yang mewajibkan sekolah negeri menyediakan atau memfasilitasi pembuatan seragam, apalagi dengan harga tinggi dan penunjukan penjahit tertentu. “Dari dulu sudah kami sampaikan, apapun bentuk pungli di sekolah tidak dibolehkan,” sambungnya.

Saat disinggung soal pengakuan kepala sekolah yang menunjuk langsung penjahit seragam, Juhendri tak menampik kemungkinan pelanggaran. “Kalau memang bebas, seharusnya siswa bisa menjahit di mana saja. Kalau sudah ditunjuk, ya berarti tidak bebas lagi, kan?” ujarnya dengan nada heran.

Baca Juga  Giliran Ruas Jalan Batang Masumai Di Tinjau Pj Bupati Merangin

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Merangin, Siska Yuliasari, mengklaim biaya Rp1,6 juta itu “hanya untuk seragam” dan “dibayar ke penjahit, bukan ke sekolah”. Namun pengakuan bahwa penjahit “memang ditunjuk sekolah setiap tahun” justru memperkuat dugaan bahwa ada skema koordinasi bisnis di balik pengadaan seragam.

Bukan Sekolah, Tapi Sentra Bisnis Seragam?

DENGAN 352 siswa baru dan murid pindahan tiga orang pada tahun ini, potensi perputaran uang dari seragam di SMPN 4 Merangin bisa menembus Rp600 juta. Jumlah fantastis ini memicu pertanyaan besar. Apakah sekolah negeri kini sudah beralih fungsi menjadi sentra bisnis seragam?

“Ini bukan lagi pendidikan gratis. Ini bisnis terselubung yang menyusup lewat pakaian murid,” ujar Ali, aktivis muda Merangin. Ia menuding model semacam ini berpotensi melanggengkan ketimpangan akses pendidikan karena siswa dari keluarga miskin otomatis tersingkir secara psikologis dan ekonomis.

Baca Juga  Pj Bupati Merangin Lakukan Zoom Meeting Bersama Forkopimda Dalam Rangka Pengamanan Nataru

Dinas Jangan Cuma Bicara, Tapi Harus Bertindak!

DINAS Pendidikan diminta tak berhenti pada janji pemanggilan. Masyarakat mendesak agar pengusutan dilakukan menyeluruh dan terbuka. Jika terbukti ada pelanggaran, kepala sekolah dan semua yang terlibat harus diberi sanksi tegas, bukan hanya diminta “mengembalikan uang”.

“Kalau sekolah negeri mulai jualan seragam kayak pasar, habislah harapan pendidikan rakyat kecil,” kata seorang wali murid dengan suara bergetar.

Ironisnya, sembari pemerintah pusat gencar menggaungkan pendidikan gratis dan inklusif, di lapangan orang tua siswa justru dipaksa merogoh kocek jutaan rupiah demi sesuatu yang seharusnya bisa dibeli bebas dan lebih murah.

Sekolah negeri, tapi rasa swasta. Apa kabar semangat mencerdaskan kehidupan bangsa? (*).

Share :

Baca Juga

Meraingin

Ketua KKS Kabupaten Merangin Juniarti Nilwan Pimpin Rapat Koordinasi

Meraingin

Kabar Gembira!! Merangin Bakal  Menerima CPNS 2024

Meraingin

Pj Bupati Melalui Asisten I Setda Merangin Membuka Rapat Pengendalian Inflasi Sektor Pertanian

Meraingin

Butiran Es Dan Hujan Deras Hantam Rumah Warga Merangin

Meraingin

Gelar Operasi Pasar, Upaya Pemkab Merangin Mencegah Infalsi Daerah

Meraingin

19 Eksavator Ativitas PETI Berajamaah di Tabir Ulu, Ketegasan Hukum Dipertanyakan

Meraingin

PJ Bupati Merangin H. Mukti Said Dampingi Gubernur Jambi Takziah Kerumah Almarhum Kades Limbur Merangin

Meraingin

Harimau Ganas, Dua Warga Merangin Tewas Dimangsa Satu Korban Luka Robek

You cannot copy content of this page