Paripurna DPRD Tanjab Barat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025: Soroti Tata Kelola Data hingga Moratorium Tambang Perkuat Akar Rumput, PDI Perjuangan Tanjab Barat Gelar Musancab Serentak untuk Menyongsong Pemilu 2029 Kawal Infrastruktur Jambi, Edi Purwanto Targetkan Jalan Nasional Mulus Hingga Ujung Jabung pada 2028 Dinilai Kehilangan Taji sebagai Kontrol Sosial, Eksistensi HMI Tanjab Barat Kini Dipertanyakan Publik Babak Baru “Lelang Jabatan” Tanjab Barat: 21 Nama Berebut 5 Kursi Kadis, Camat Dominasi Dinas Ketapang

Home / Meraingin / Pendidikan

Jumat, 1 Agustus 2025 - 12:21 WIB

Disdikbud Panggil Kepala Sekolah SMPN 4, Terkait Biaya Seragam 600 Juta Lebih

 

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Setelah keluhan para orangtua siswa SMP Negeri 4 Merangin soal biaya seragam fantastis sebesar Rp1.600.000 viral dan memicu kemarahan publik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin akhirnya buka suara. Kepala Bidang Pembinaan SMP, Juhendri, menyatakan akan memanggil kepala sekolah untuk mengklarifikasi dugaan pungutan liar yang dibungkus atas nama “rapat komite”.

“Kalau itu menyangkut pungutan liar, kembalikan saja uang orang tua murid!” tegas Juhendri kepada wartawan, Kamis (1/8/2025).

Ia menyebutkan tidak ada dasar hukum yang mewajibkan sekolah negeri menyediakan atau memfasilitasi pembuatan seragam, apalagi dengan harga tinggi dan penunjukan penjahit tertentu. “Dari dulu sudah kami sampaikan, apapun bentuk pungli di sekolah tidak dibolehkan,” sambungnya.

Saat disinggung soal pengakuan kepala sekolah yang menunjuk langsung penjahit seragam, Juhendri tak menampik kemungkinan pelanggaran. “Kalau memang bebas, seharusnya siswa bisa menjahit di mana saja. Kalau sudah ditunjuk, ya berarti tidak bebas lagi, kan?” ujarnya dengan nada heran.

Baca Juga  Safari Ramadan di Tabir Selatan, Bupati M. Syukur Sampaikan Komitmen Membangun Infrastruktur

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Merangin, Siska Yuliasari, mengklaim biaya Rp1,6 juta itu “hanya untuk seragam” dan “dibayar ke penjahit, bukan ke sekolah”. Namun pengakuan bahwa penjahit “memang ditunjuk sekolah setiap tahun” justru memperkuat dugaan bahwa ada skema koordinasi bisnis di balik pengadaan seragam.

Bukan Sekolah, Tapi Sentra Bisnis Seragam?

DENGAN 352 siswa baru dan murid pindahan tiga orang pada tahun ini, potensi perputaran uang dari seragam di SMPN 4 Merangin bisa menembus Rp600 juta. Jumlah fantastis ini memicu pertanyaan besar. Apakah sekolah negeri kini sudah beralih fungsi menjadi sentra bisnis seragam?

“Ini bukan lagi pendidikan gratis. Ini bisnis terselubung yang menyusup lewat pakaian murid,” ujar Ali, aktivis muda Merangin. Ia menuding model semacam ini berpotensi melanggengkan ketimpangan akses pendidikan karena siswa dari keluarga miskin otomatis tersingkir secara psikologis dan ekonomis.

Baca Juga  DPD II Partai Golkar Merangin Gelar Musyawarah Ke X Tahun 2021

Dinas Jangan Cuma Bicara, Tapi Harus Bertindak!

DINAS Pendidikan diminta tak berhenti pada janji pemanggilan. Masyarakat mendesak agar pengusutan dilakukan menyeluruh dan terbuka. Jika terbukti ada pelanggaran, kepala sekolah dan semua yang terlibat harus diberi sanksi tegas, bukan hanya diminta “mengembalikan uang”.

“Kalau sekolah negeri mulai jualan seragam kayak pasar, habislah harapan pendidikan rakyat kecil,” kata seorang wali murid dengan suara bergetar.

Ironisnya, sembari pemerintah pusat gencar menggaungkan pendidikan gratis dan inklusif, di lapangan orang tua siswa justru dipaksa merogoh kocek jutaan rupiah demi sesuatu yang seharusnya bisa dibeli bebas dan lebih murah.

Sekolah negeri, tapi rasa swasta. Apa kabar semangat mencerdaskan kehidupan bangsa? (*).

Share :

Baca Juga

Meraingin

Pj Bupati Merangin Lakukan Zoom Meeting Bersama Forkopimda Dalam Rangka Pengamanan Nataru

Meraingin

Pengurus Baru DPD NasDem Merangin Gelar Rapat Konsulidasi Percepatan E-KTA

Meraingin

Bupati Syukur Terima Pujian Al Haris Saat Safari Ramadan di Masjid Al Mukmin Pamenang

Meraingin

H. Mashuri : Gedung Kajari Nyaman Untuk Lansia

Meraingin

Wakili Gubernur Jambi, H Mukti Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Al Mahabbatein Bangko

Meraingin

Ngopi Bareng Penuh Keakraban, Bupati Batang Hari  dan Wakil Bupati Merangin di Bufet Sianio Bangko

Meraingin

Mantan Direktur RSUD Kolonel Abundjani Bangko Ditahan

Meraingin

Pj Bupati Merangin Panen Perdana Bawang Merah

You cannot copy content of this page