Wabup Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026, Dorong Pemuda Tanjab Barat Kuasai Teknologi Digital ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan

Home / Berita

Selasa, 10 Juni 2025 - 18:51 WIB

Dua Kali Gagal Jumpa Bupati, HMI Cabang Bangko: Kalu Tidak Sanggup Jadi Pemimpin Silahkan Mundur

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangko kembali menggelar aksi unjuk rasa pada menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten Merangin yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat. Selasa (10/7/2024).

Dalam aksi tersebut, HMI menyampaikan empat tuntutan utama diantaranya adalah :
1. Membatalkan rencana pembelian mobil dinas (Mobnas) di tengah kondisi anggaran yang disebut-sebut sedang efisien.
2. Menuntut pemberantasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
3. Menertibkan tempat-tempat hiburan malam dan penyakit masyarakat (pekat).
4. Memberikan solusi konkret serta keringanan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL).

Pantauan di lapangan, massa aksi awalnya berkumpul di Simpang Empat lampu merah Bangko untuk melakukan orasi, sebelum bergerak menuju Gedung DPRD Merangin.

Setelah itu aksi berlanjut ke gedung DPRD dengan berjalan kaki menyusuri jalan dua lajur arah DPRD Kabupaten Merangin.

Baca Juga  Pj Bupati Ajak Stakeholder Bersatu Padu Turunkan Stunting

Di DPRD orasi pun berlanjut, namun tak satupun anggota Dewan yang menyambut orasi, sehingga terjadi aksi saling dorong dengan Satpol PP, dalam aksi dorong-dorongan itu, Peserta aksi sempat terpental dan terinjak.

Tak lama aksi semakin memanas Waka II Muncul menghadapi para demontrasi, lagi-lagi para Demontrasi menelan kekecewaan, tidak mendapatkan jawaban yang kongkrit oleh Waka II Ahmad Fahmi.

Dari sana, massa melanjutkan perjalanan ke Kantor Bupati Merangin untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Bupati M. Syukur.

Di gedung DPRD mereka gagal bertemu bupati Muhammad Syukur dengan alasan berdinas di Jakarta.

“Sudah dua kali kami datang ke sini, tapi Bapak Bupati selalu tidak ada,” ujar salah seorang orator.

Baca Juga  Jangcik: HAB ke-79 Kemenag, Refleksi Sikap Rendah Hati

Merasa kecewa karena tidak kunjung mendapat respons langsung dari orang nomor satu di Merangin, massa aksi pun menggelar pembacaan Surah Al-Fatihah di halaman kantor bupati.

Aksi itu, menurut mereka, merupakan bentuk doa agar sang bupati diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas.

Setelah itu, Wakil Bupati Merangin, Abdul Khafid, dikabarkan bersedia menerima perwakilan mahasiswa untuk melakukan hearing.

Menjelang bertemu Wakil Bupati yang rencana mau hearing, sempat terjadi ketegangan karena lama menunggu, sehingga peserta Demontrasi sempat mengecam Bupati dengan Kata-kata, ” Sudah berulangkali kali kita mau audiensi dengan Bupati namun Bupati tidak hadir, kalau memang tidak sanggup jadi pemimpin, silahkan mengundurkan diri,” ujarnya. (Tim).

Share :

Baca Juga

Berita

PT CBM ‘Ngukur Bayang-Bayang’, DPRD ‘Ngukur Kesabaran’

Berita

3 Ekskavator diduga Untuk PETI Jangkat Timur Ditemukan di Perbatasan Sungai Licin Batang Asai

Berita

LPG Di Pangkalan Ahmad Lubis Jalan Manunggal Aman

Berita

Tak Hanya Syukur, Kafied Juga Gas Pool Sambangi Warga, Kali Ini Blunsukan Ke Pimpinan Ponpes

Berita

Pj Bupati Merangin Buka Festival Panen Hasil Belajar Angkatan 11

Berita

Mukti Santuni Anak Yatim, Fakir Miskin dan Kaum Dhuafa

Berita

Kunker Kapolda Riau Di Inhil Serahkan 1500 Disis Vaksin Serta Bansos Sembako

Berita

Ngabuburit Ala Remaja Masjid Jami’ Dusun Bangko Dengan Berbagi Tak’jil

You cannot copy content of this page