Wabup Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026, Dorong Pemuda Tanjab Barat Kuasai Teknologi Digital ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan

Home / Tanjab Barat

Kamis, 10 September 2020 - 15:10 WIB

Januari Hingga Juli 2020 Kasus Ketelibatan Anak di Tanjabbar Meningkat

TANJAB BARAT-BULENONnews.com. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mencatat angka kasus keterlibatan anak meningkat.

Tercatat angka kasus yang melibatkan anak-anak dari Januari hingga Juli 2020 terdapat 14 kasus. Tentu saja diakhiri akhir ini menjadi sorotan.

Kepala Bidang Perlindungan Anak, Agus Sumantri,mengakui bahwa tahun ini memang angka kasus yang melibatkan anak dibawah umur cukup memprihatinkan. Adapun yang menjadi sorotan adalah kasus asusila.

“Jadi kita ini sifatnya pasif, laporan yang masuk ke kita itu ada 14 kasus dari Januari sampai Juli. Kasusnya macam-macam tapi memang yang menjadi sorotan kasus asusilanya,” ujarnya

Baca Juga  Coklit Terkendala Corona, Petugas Lakukan Pencocokan Data Melalui Ketua RT

Lebih lanjut disampaikan oleh Agus bahwa meningkatkannya kasus ini dikarenakan beberapa faktor, bahkan faktor kondisi pandemi Covid 19 juga berdampak dengan kasus ini. Hal ini lantaran secara keseluruhan adanya pandemi Covid 19 memberikan dampak pada banyak sektor

“Faktor ekonomi, faktor tidak adanya aktivitas atau kegiatan, faktor teknologi informasi yang saat tinggal klik saja dapat informasi, ini juga jadi faktor. Jadi memang banyak faktor hingga meningkatnya kasus,” katanya

Baca Juga  Pengesahan Ranperda Batal Akibat Bupati dan Wakil Bupati Tidak Hadir Rapat Paripurna Jamal : Menyayangkan Batalnya Pengesahan Ranperda

Agus memfokuskan dalam hal tindakan asusila. Menurutnya perkembangan teknologi, kurangnya pengawasan hingga tidak adanya kegiatan positif di tengah Pandemi Covid 19 menjadikan masyarakat berfikir mengarah pada hal negatif.

“Jadi memang kebebasan terhadap anak di bawah umur ini menjadi anak bebas untuk melakukan tindakan negatif. Pengawasan orang tua atau keluarga ini yang perlu di tekankan, karena memang kan keluarga menjadi protek pertama,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Amir/Ote.

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

H Anwar Sadat Sambut PJ Gubernur Jambi Di Rumah Dinas Bupati

Tanjab Barat

Kontroversi Audit BPK: Dana Media Diperiksa Detail, Proyek Fisik Puluhan Miliar Apa Kabar?

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Segera Akan Merombak Kabinet

Tanjab Barat

Wabup Tanjab Barat Lepas Tim Sepakbola Ke Gubernur Cup Jambi 2022

Tanjab Barat

Pemerintah Himbau Larangan Mudik, Armada Nekat Menaikkan Penumpang Akan di Stop

Pemerintahan

Gubernur Jambi Mendukung Penuh Program Bupati Tanjab Barat

Tanjab Barat

Lantik Eselon II Di Jembatan WFC 9 Personil

Tanjab Barat

Akibat Membuka Lahan Dengan Membakar, Sorang Petani di Tangkap Polisi

You cannot copy content of this page