TANJABBARAT, BULENON NEWS.COM – Potret kemiskinan ekstrem yang memprihatinkan kembali mencuat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat).
Sepasang kakak beradik yatim piatu, Rodi dan adiknya Nikita Azwa, dilaporkan harus bertahan hidup di sebuah rumah papan yang kondisinya sudah tidak layak huni dan mengancam keselamatan jiwa.
Rumah yang terletak di Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu tersebut, kini menjadi sorotan setelah kondisinya yang rapuh viral dan sampai ke telinga pemerintah daerah melalui laporan Pandawa Media Group.
Bertahan di Tengah Keterbatasan
Sejak ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya, Rodi dan Nikita praktis berjuang sendirian tanpa sandaran ekonomi yang pasti.
Dinding papan rumah mereka yang kian lapuk dan struktur bangunan yang miring memicu kekhawatiran warga sekitar, terutama saat cuaca buruk melanda.
Merespons laporan tersebut, Wakil Bupati Tanjab Barat, Dr. Katamso, S.A., S.E., M.E., menyatakan keprihatinan yang mendalam. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir untuk memastikan anak-anak yatim piatu seperti Rodi dan Nikita mendapatkan perlindungan dan hunian yang layak.
“Kami sangat prihatin dengan nasib yang dialami Rodi dan Nikita. Pemerintah daerah tidak akan membiarkan mereka tinggal di tempat yang tidak aman dan tidak layak huni,” tegas Katamso saat dikonfirmasi media, Minggu (1/3/26) siang.
Wabup Katamso memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat tidak akan tinggal diam. Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan koordinasi lintas sektor guna mencari solusi permanen bagi hunian kakak beradik tersebut.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik, termasuk melakukan rehabilitasi rumah mereka agar mereka bisa tinggal dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Katamso juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan media yang telah menjadi “perpanjangan mata dan telinga” pemerintah dalam menemukan kasus-kasus kemanusiaan di pelosok desa.
Langkah cepat Pemkab Tanjab Barat ini diharapkan dapat segera terealisasi agar Rodi dan Nikita tidak lagi dihantui rasa was-was saat berteduh, serta mendapatkan hak mereka untuk hidup di lingkungan yang lebih manusiawi.
Penulis Editor Tim










