Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors Kasus Pengeroyokan Jurnalis di Tanjabbar: Kuasa Hukum Desak Dinas PMD dan Inspektorat Periksa Kades Teluk Ketapang Pemeriksaan Kades Teluk Ketapang dan 5 Saksi Berlanjut, Akankah Ada Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Wartawan?

Home / Berita

Rabu, 21 Mei 2025 - 10:48 WIB

Tunjangan Kelangkaan Profesi Kena Efesiensi, Ketua IDI Merangin Buka Suara

 

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Tambahan Penghasilan Berdasarkan Kelangkaan Profesi ASN, Di merangin kena “sunat ” efesiensi, Padahal dampak dari pemotongan tersebut membuat sejumlah dokter spesialis tidak tertarik untuk masuk ke Merangin.

Tetapi apalah daya, Anggaran yang sudah di Anggarkan untuk tambahan penghasilan berdasarkan kelangkaan profesi pada awalnya Rp 3.047.839.391, tetapi angka tersebut berubah drastis menjadi Rp 1.437.140.125 atau setara dengan 50 persen lebih, tentu saja kondisi ini bakal berimbas kepada para dokter spesialis ASN yang ada di Merangin.

Terkait dengan pemotongan tersebut Mashuri kepala BPKAD Merangin,saat di konfirmasi mengatakan tidak ada pemotongan itu dana pusat.

Baca Juga  Stadion Bhakti Karya Kuala Tungkal Seperti Kubangan Anggaran Perawatan Tidak Mampu Memperbaiki

” Saya kurang faham tetapi setau saya itu dana pusat,kita tidak berani dan soal angka angkanya saya kurang faham,Kabid anggaran yang faham” ujar Mashuri.

Sementara itu dr Iin Wibawa, Mengatakan jika benar ada pemotongan tambahan penghasilan berdasarkan kelangkaan profesi, makas sudah bisa di pastikan tidak akan ada lagi dokter spesialis yang mau bertugas di Merangin.

” Malang memang benar ada pemotongan, sudah pasti berdampak kepada para dokter spesialis di Merangin, dari tahun lalu saja TPP sudah kecil,ini kalau kena pemotongan ya gimana lagi” ungkap Iin (21/5).

Baca Juga  H Mukti Ikuti Peringatan Hari Otoda 2024 di Surabaya

Berbeda di kabupaten lain, banyak dokter spesialis yang di sekolahan sehingga tidak terasa berdampak terhadap pemotongan TPP.

” Kalau dokter spesialis di sekolahkan pemerintah,tentu beda dan tidak akan begitu terasa lah, kan mereka bisa praktek di rumah sakit lainya, untuk mendapatkan penghasilan ,tapi sejauh ini belum ada pemberitahuan soal itu” Ujarnya singkat. (Tim).

Share :

Baca Juga

Berita

Pj Bupati Buka Pelatihan Pemasaran Digital Pariwisata

Berita

Pj Bupati Perintahkan Dinas PUPR Turunkan Alat Atasi Genangan Air di Depan Ruko Idaman

Berita

Sebanyak 2 Kg Narkoba Sabu, Senilai 2,6 Milliar Dimusnahkan Polres Merangin

Berita

Tangkap Kurir Dan Bandar Sabu, Sat Resnarkoba Polres Merangin Sita Puluhan Gram Sabu

Berita

Pemkab Merangin Gelar Pasar Murah di Desa Tambang Emas

Berita

Forum Musisi Tungkal Bakti Sosial Berikan Puluhan Paket Sembako Korban Kebakaran

Berita

Pj Bupati Merangin Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara Ke 78, Pada Upacara di Mapolres Merangin

Berita

DPRD Gelar Rapat Paripurna Ke Tiga Dalam Rangka Mendengarkan Tanggapan Bupati Tanjab Barat

You cannot copy content of this page