TANJABBARAT,BULENON NEWS.COM – Stabilitas keamanan pada sektor industri hulu minyak dan gas bumi menjadi atensi serius jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal ini ditegaskan melalui kunjungan kerja strategis Panglima Kodam II/Tuanku Imam Bonjol (Pangdam II/TIB), Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., ke fasilitas Betara Gas Plant yang dikelola oleh PetroChina International Jabung Ltd pada Selasa (10/03/26).
Kunjungan jenderal bintang dua ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari rangkaian pemantauan kondisi keamanan wilayah di bawah naungan Korem 042/Garuda Putih. Fokus utamanya adalah memastikan pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) di wilayah Blok Jabung tetap dalam kondisi prima demi menjamin kedaulatan energi nasional.
Didampingi oleh Komandan Korem 042/Garuda Putih dan Komandan Kodim 0419/Tanjung Jabung, rombongan Pangdam disambut langsung oleh Field Manager PetroChina International Jabung Ltd, Arif Hari Suseno, beserta jajaran manajemen dan tim pengamanan internal perusahaan di area operasional Betara.
Dalam dialog intensif yang berlangsung, pihak PetroChina menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi TNI dalam mengawal stabilitas keamanan di wilayah operasional perusahaan. Sebagai salah satu produsen energi terbesar, operasional di Blok Jabung memerlukan kepastian iklim usaha yang kondusif agar target produksi nasional dapat tercapai tanpa kendala non-teknis.
“Dukungan dan sinergi yang selama ini terjalin dengan TNI merupakan faktor krusial bagi kami. Mengingat Betara Gas Plant adalah bagian dari Objek Vital Nasional yang memiliki peran strategis dalam memasok kebutuhan energi, maka koordinasi yang erat dengan aparat keamanan menjadi sangat vital guna memastikan kegiatan operasional berjalan aman, lancar, dan berkelanjutan,” ungkap manajemen PetroChina.
Lebih lanjut, kunjungan ini memberikan kesempatan bagi jajaran TNI untuk melihat secara langsung kompleksitas fasilitas produksi gas serta memahami kontribusi nyata industri hulu migas terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Sinergi ini dipandang sebagai bentuk kemitraan strategis di mana TNI bertindak sebagai pelindung aset negara, sementara PetroChina berfokus pada efisiensi eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam.
Melalui penguatan komunikasi dan koordinasi yang proaktif, jajaran TNI dan manajemen PetroChina berkomitmen untuk terus meminimalisir segala bentuk gangguan keamanan di kawasan strategis tersebut.
Harapannya, terciptanya stabilitas keamanan yang solid tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan peningkatan taraf hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi di Tanjung Jabung Barat.
Rangkaian kunjungan ini ditutup dengan peninjauan beberapa titik krusial di fasilitas Betara Gas Plant dan diskusi mengenai mitigasi risiko keamanan yang terintegrasi antara sistem pengamanan internal perusahaan dengan dukungan dari aparat TNI di lapangan.
Penulis Editor Mardan HS









