Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Wabup Katamso Buka ToT Model Bisnis Berbasis Mangrove, Dorong Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Wabup Katamso Jadi Narasumber Podcast Youth Center, Ajak Pemuda Tanjab Barat Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat Hadiri Penyampaian LHP LKPD 2025 di BPK Perwakilan Provinsi Jambi Delapan Tahun Berturut-turut Raih WTP, Tanjab Barat Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Home / Tanjab Barat

Minggu, 23 Agustus 2020 - 09:54 WIB

Kapal Pengangkut Kelapa Menuju Batam Tenggelam

TANJAB BARAT – BULENONnews.com. Sebuah Kapal KM Hikmah Jaya 34, yang bermuatan kelapa sekitar 20 ton tenggelam di perbatasan Kuala Tungkal – Riau tempat di perairan Kuala Kerang.Dengan titik kordinat 0•42.165’S/103•30.351’E.

Diketahui,Kapal KM Hikmah Jaya 34 terdapat sekitar 4 orang yang diantaranya, Rahman (21) nahkoda, Rendi (21) ABK, Rusdi (27) ABK,Acok (20), yang berangkat dari bandahara mau menuju ke Kota Batam.

Hal ini diungkapkan oleh Nahkoda Kapal KM Hikmah Jaya 34,Rahman bahwa kapal yang dirinya nahkodai menumbur sesuatu,tapi ia tidak tau apa yang tumbur.

“Kita seperti nabrak karang,kalau kedalaman lumpur masih sekitar 10 meter lagi, sekitar 30 menit kapal sudah tenggelam,air begitu cepat masuk kedalam kapal tidak sampai 3 menit,”ucapnya, sabtu (22/08/20).

Baca Juga  Terpapar Covid 19, Pelayanan IGD RSUD KH Daud Arif dan Puskesmas Pijoan Baru Tutup Sementara

Katanya lagi, pompong yang melintas bukan untuk menolong dirinya dan ABK kapal yang saat itu kondisi kapal sudah tengelam dan nyaris terguling.

“Sejumlah pompong jaring yang melintas bukannya menolong melainkan mengambil sejumlah barang barang nya seperti kelapa, piring dan jerigen,”sebutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, keadaan makin kritis saat itu satu pompong datang dan memberikan pertolongan,selang beberapa waktu datang tim dari Pol Airud Polres Tanjab Barat bersama dengan Barsanar.

“Alhamdulillah, datang Pompong yang nolong kita sama Basarnas dan Polisi, padahal kita sudah pasrah,”ungkapnya.

Ia juga menyebutkan,kalau kapalnya saat itu hanya bermuatan 20 ton, sedangkan kata dia, kapasitas muatan kapalnya mencapai 80 ton dan rencananya baru Ada penambahan muatan sebanyak 30 ton di sungai asam.

Baca Juga  Dalam Sebulan Polres Tanjab Barat Amankan 18 Tersangka Narkoba

“Untuk lebih muatan dari kapasitas kapal tidak mungkin,masih terlalu jauh,”imbuhnya.

Sementara itu,Kapten BASARNAS Danpos SAR Wilayah Tanjab Barat-Tanjab Timur Ari Yuhendra dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

Dikatannya kapal tersebut karam di wikayah Kuala Kerang titik kordinat 0•42.165’S/103•30.351’E sekira pukul 16.00 WIB.

“Kapal melaju dengan kecepatan 7 not tiba-tiba kapal mengalami kandas pada titik kordinat itu,” terang Ari Yuandra.

Ari menyebut, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh penumpang sebanyak 4 orang berhasil selamat setelah ditolong Tim Basarnas dan Sat Polairud Polres Tanjab Barat.

“Sementara Bangkai kapal dievakuasi menggunakan kapal Setara Makmur,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Amir/Ote.

Share :

Baca Juga

Berita

Jamal,Terkait Polemik Jalan Rigit Beton BTN Disinyalir Kurangnya Koordinasi

Tanjab Barat

AKBP Guntur Saputro Dampingi TRC PPA Pusat Kunjungi Balita Balita Gizi Buruk

Tanjab Barat

Diduga Kapal Bermuatan Kasur Dari Negara Tetangga Diamankan Sat Pol Airud Polres Tanjabbarat

Tanjab Barat

Bupati Buka Pelatihan Dasar CPNS Secara Virtual

Tanjab Barat

Syarifudin Harapkan Bupati Tidak Tempatkan Kadis Dan Staf Yang Hobby Pindah Antar Daerah

Tanjab Barat

Kapolsek Tebing Tinggi Bersama Masyarakat Lakukan Penyemprotan disinfectan

Tanjab Barat

Sampah di TPA Lubuk Terentang Menumpuk, DLH Tanjab Barat Ajukan Alat Pengeruk Berat Baru

Tanjab Barat

Hadirkan Percetakan Urusan Rumah Tangga Disdukcapil Di Desa Muara Papalik

You cannot copy content of this page