Wabup Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026, Dorong Pemuda Tanjab Barat Kuasai Teknologi Digital ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan

Home / Tanjab Barat

Selasa, 7 April 2026 - 11:20 WIB

Kontroversi Audit BPK: Dana Media Diperiksa Detail, Proyek Fisik Puluhan Miliar Apa Kabar?

TANJABBARAT, BULENON NEWS.COM – Langkah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi dalam melakukan audit terhadap anggaran publik di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) memicu polemik.

BPK dinilai terlalu “mikro” dengan menyisir detail teknis tulisan pada anggaran media, namun diduga belum menyentuh proyek fisik bernilai miliaran rupiah serta dana hibah besar tahun anggaran 2025.

Pemeriksaan intensif terhadap anggaran media di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tanjabbar yang bernilai kurang dari Rp2 miliar tersebut menuai reaksi miring dari berbagai pihak.

Sumber internal yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa auditor BPK melakukan pemeriksaan hingga pada ranah tata kelola tulisan, seperti penggunaan titik, koma, hingga spasi dalam berita yang ditayangkan media mitra. Hal ini dinilai di luar kompetensi dan kewenangan lembaga auditor negara.

“BPK itu seharusnya memeriksa apakah kegiatan tersebut fiktif atau tidak. Ranah mereka adalah memastikan SPJ sesuai dan pembayaran dilakukan menurut prosedur. Bukan menilai titik koma atau spasi, itu bukan ranah kompetensi mereka,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kritik ini muncul karena anggaran media yang relatif kecil—dan dibagi ke ratusan media mitra—justru diperiksa dengan tingkat ketelitian yang dianggap berlebihan, sementara proyek-proyek infrastruktur raksasa terkesan luput dari pengawasan serupa.

Desakan Audit Proyek Fisik dan Perjalanan Dinas

Ketimpangan fokus pemeriksaan ini memicu desakan agar BPK juga melakukan audit mendalam terhadap proyek-proyek fisik puluhan miliar serta dana hibah yang mengucur deras di tahun 2025.

Tak hanya itu, transparansi anggaran Perjalanan Dinas (SPPD) para pejabat di lingkungan Pemkab Tanjabbar juga menjadi tuntutan publik. BPK diminta mengukur output nyata dari perjalanan dinas tersebut bagi kemajuan daerah.

“Coba periksa dinas-dinas itu. Dinas Luar (DL) sering dilakukan, tapi apa output-nya untuk daerah? Jika tidak ada manfaat nyata, itu bisa dikategorikan pemborosan anggaran yang merugikan rakyat,” tegas sumber tersebut.

Publik kini menanti keberanian BPK untuk menunjukkan taringnya pada proyek-proyek strategis yang memiliki risiko kebocoran anggaran lebih besar.

Konsistensi BPK dalam memeriksa seluruh lini—bukan hanya anggaran media—menjadi pertaruhan bagi kredibilitas lembaga tersebut di mata masyarakat Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BPK Perwakilan Jambi belum memberikan tanggapan resmi terkait sorotan terhadap metode pemeriksaan anggaran di Diskominfo Tanjabbar tersebut.

Penulis Editor Tim

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Sidak Ke Pasar Tradisional Jelang Idul Fitri,Wabup Tanjab Barat: Bahan Pokok Masih Stabil.

Tanjab Barat

Kodim 0419 Tanjab Gelar Vaksin Untuk Masyarakat Tanjab Barat

Tanjab Barat

Modus Dijanjikan Menjadi PNS, Gadis Remaja 16 Tahun Asal Palembang Jadi Pelampiasan Nafsu Oknum Guru Honorer

Tanjab Barat

Hamdani Kembali Menerima Aspirasi Masyarakat Dapil IV

Tanjab Barat

Dugaan Pengoplosan Beras SPHP di Desa Pematang Lumut Kecamatan Betara Tidak Benar 

Tanjab Barat

Kapolres Tanjab Barat dan Dandim 0419/Tanjab Ziarah Ke Pemakaman Pejuang Veteran

Tanjab Barat

Tanpa Anggaran Pemerintah,Atlit Taekwondo Tanjabbarat Tetap Eksis Ikuti Gubernur CUP Jambi

Tanjab Barat

Bupati Safrial Ikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih HUT RI Ke-75

You cannot copy content of this page