Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Wabup Katamso Buka ToT Model Bisnis Berbasis Mangrove, Dorong Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Wabup Katamso Jadi Narasumber Podcast Youth Center, Ajak Pemuda Tanjab Barat Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat Hadiri Penyampaian LHP LKPD 2025 di BPK Perwakilan Provinsi Jambi Delapan Tahun Berturut-turut Raih WTP, Tanjab Barat Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
IKLAN

Home / Daerah

Senin, 24 November 2025 - 10:56 WIB

NYARIS SEBULAN! Tanggul Jebol di Tanjabbar, Ribuan Pohon Kelapa Terancam Mati, Warga Menjerit: “Anak Kami Mau Makan Apa?”

Lapor Pak Bupati! Proyek Pengaman Pantai di Muara Sebrang Diduga Mangkrak, Janji Alat Berat Hanya PHP

TANJABBARAT, BULENON NEWS.COM – Ratusan petani di Desa Muara Sebrang, Kecamatan Sebrang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), kini hidup dalam kecemasan. Musababnya, tanggul penahan air yang baru selesai dibangun di Parit Hajar RT 3 desa mereka jebol sejak hampir sebulan lalu dan hingga kini belum tersentuh perbaikan.

Ironisnya, kegagalan proyek infrastruktur ini membawa dampak pahit: area perkebunan terendam total, menyebabkan panen kelapa warga gagal seratus persen.

“Belum bang masyarakat tak bisa panen kelapanya bang. Kami pikirkan anak-anak kami mau makan apa?” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada media, Senin (24/11/2025).

Jeritan Petani dan Ancaman Gagal Panen Permanen

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Reses Ke SMAN 1 Tanjab Barat 

Kerusakan tanggul yang sudah terjadi sejak selama sebulan ini membuat air laut atau sungai bebas masuk dan merendam pohon kelapa yang menjadi sumber utama penghidupan warga.

“Pohon kelapa kami terancam mati permanen kalau terus-terusan terendam. Ini bukan hanya soal rugi panen, tapi biaya hidup dan sekolah anak-anak kami terancam karena tidak ada pemasukan,” keluhnya.

Warga mengaku merasa diabaikan dan bosan karena janji-janji perbaikan dari kontraktor dan pengawas proyek tak pernah terealisasi. Mereka telah menunggu kedatangan alat berat amfibi yang dijanjikan, namun hanya berujung harapan palsu (PHP).

Saat dikonfirmasi oleh rekan media searah.co, Pengawas Proyek Tanggul di Desa Muara Sebrang, Purwanto, memberikan respons yang sangat minim. Ia hanya berdalih bahwa perbaikan masih dalam proses “Nunggu alat amfibi.”

Baca Juga  RPK PT. Sari Lembah Subur (SLS) Bantu Pemadaman Karhutla

Namun, ketika didesak mengenai kepastian waktu kapan alat berat itu akan tiba dan memulai perbaikan, Purwanto memilih untuk tidak merespons lagi konfirmasi dari awak media. Sikap ini memperkuat dugaan masyarakat tentang ketidakseriusan penanganan proyek yang telah menelan biaya besar ini.

Desakan Terbuka untuk Bupati Anwar Sadat

Masyarakat Desa Muara Sebrang kini berharap penuh kepada pimpinan daerah. Mereka secara terbuka menyampaikan laporannya kepada Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, agar segera turun tangan menyelesaikan masalah tanggul jebol yang sudah berlarut-larut ini.

Warga berharap Bupati dapat menekan pihak kontraktor untuk bertanggung jawab penuh, sebab proyek yang seharusnya melindungi dan membawa manfaat, kini justru menjadi sumber kesengsaraan massal bagi petani di Desa Muara Sebrang.

Penulis Editor Tim

Share :

Baca Juga

DPRD

OPD Pengguna Refocusing Laporkan Pengembalian Dana Covid-19 Ke Pansus DPRD Merangin

Meraingin

Buru Capaian Vaksinasi, Kapolres Merangin Kumpulkan 7 Kades di Polsek Pamenang

Meraingin

Bupati Kembali Rombak Kabinet Merangin Mantap, Ini Nama-nama Pejabat Yang Dilantik

Meraingin

Mewakili Pj Bupati Merangin, Asisten I Hadiri Pembukaan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2024

Meraingin

Merangin Targetkan Lima Besar MTQ ke-52 Tingkat Prov. Jambi di Kabupaten Sarolangun

Meraingin

Kabag Kesra Berharap MUI Bangko Bisa Bersinergi Bersama Pemkab Merangin

Tanjab Barat

Kemenag Tanjab Barat Belum Menentukan Besaran Zakat Fitrah

Tanjab Barat

Penyidik PPNS Satpol PP Tanjab Barat Sidak Ke Lokasi Batching Plant Diduga Ilegal 

You cannot copy content of this page