ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker Satu-satunya Wakil Sumatra! SMAN 1 Tanjab Barat Terbangkan Kontingen Pramuka ke Kemah Wukuf Nasional Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan Wabup Katamso Dorong Jargas 6.811 SR Segera Mengalir, Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan Mardan Hasibuan Sah Pimpin IBCA MMA Tanjabbar lewat Aklamasi, Siap Lahirkan Petarung Berprestasi

Home / Meraingin

Jumat, 27 Mei 2022 - 20:57 WIB

DPRD Merangin Sidak Proyek Swakelola ke Bebarapa Titik

BULENONNEWS.COM – BANGKO. Pemkab Merangi melalui Dinas PUPR menganggarkan dana sebesar Rp 200 juta untuk kegiatan swakelola pemeliharaan jalan pada titik tertentu di Desa Keroya – Empang Benao Kecamatan Pamenang.

Sayangnya, warga setempat justru tidak mengetahui asal usul dana tersebut dan mengira bahwa pekerjaan pemeliharaan jalan merupakan sumbangan dari tauke sawit.

“Kami dak tau dana ni dari pemerintah, soalnyo dak ado yang ngasih tau kami. Papan proyek jugo dak ado. Kami kiro ini sumbangan dari tauke sawit. Soalnyo, yang ngantar material itu anak buah tauke sawit. Gawenyo jugo cuma numpuk koral sudah tu dibiak kan bae. Dak ado digiling pake alat berat dak, makonyo kami dak protes,” ujar Pjs Kades Keroya, Asnawi dengan logat daerah.

Baca Juga  Tim Antik Polres Merangin Ungkap 5 Kasus Tindak Pidana Narkoba Seberat 15,23 Gram

Hal senada juga diutarakan oleh anggota DPRD Merangin asal Dapil III,  Taufiq. Ia menyayangkan lemahnya koordinasi antara dinas PUPR dan Pemerintah Desa. Menurut Taufiq, terbongkarnya kelalaian pekerjaan diketahui ketika Ia mempertanyakan progress pekerjaan pemeliharan jalan Desa Keroya – Empang Benao kepada warga. Hasilnya, warga melaporkan bahwa pelaksana pekerjaan hanya menumpuk koral (bukan sirtu) pada lubang jalan tanpa di bomak. Uniknya, warga menganggap bahwa koral itu sumbangan dari tauke sawit.

Baca Juga  Bupati Syukur Akan Dandan Pasar Rakyat Bangko dan Lakukan Penataan Besar-besaran

“Inilah akibat dari lemahnya koordinasi. Warga saja tidak tahu itu dana apa. Malah mengira sumbangan dari tauke sawit. Padahal itu dana dari pemerintah yang pekerjaannya wajib diawasi bersama. Selaku wakil rakyat, jelas saya kecewa. Sebab, memperjuangkan anggaran itu tidak mudah. Kalau warga sampai tidak tau, ujung-ujungnya, yang menjadi sasaran ya wakil rakyat (dewan, red). Dinilai tidak becuslah, tidak pedulilah dan umpatan seperti itu pasti diarahkan ke Kami,” ujar Taufiq sembari meminta agar Dinas PUPR segera menyelesaikan pekerjaan dengan sebagaimana mestinya.

Reporter : Ote

Share :

Baca Juga

Meraingin

Pemkab Merangin Terima Audiensi Bersama Sejumlah Ormas Terkait Polemik Batu Bara

Meraingin

Giliran Camat dan Kabag ‘Bincang-bincang Bersama Mashuri

Meraingin

Gerak Cepat, Nilwan Yahya Datangi Posko Penyelamatan Kapolda di Desa Tamiai

Meraingin

Bupati Tanjab Barat Luncurkan Kartu Berobat Gratis

Meraingin

DPRD Temukan Tunggakan Pajak PT Jelutung Jumbo Jaya di Desa Simpang Limbur Merangin

DPRD

DPRD Merangin Gelar Rapat Paripurna Dalam Rangka Mendengar Pidato Kenegaraan

Meraingin

Wabup Merangin Dampingi Gubernur Jambi Rapat Finalisasi Assesment

Meraingin

F-LPM Layangkan Surat Audiensi Bersama Polres Merangin, Terkait Dugaan Batubara Bodong

You cannot copy content of this page