Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors Kasus Pengeroyokan Jurnalis di Tanjabbar: Kuasa Hukum Desak Dinas PMD dan Inspektorat Periksa Kades Teluk Ketapang Pemeriksaan Kades Teluk Ketapang dan 5 Saksi Berlanjut, Akankah Ada Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Wartawan?

Home / Meraingin

Jumat, 27 Mei 2022 - 20:57 WIB

DPRD Merangin Sidak Proyek Swakelola ke Bebarapa Titik

BULENONNEWS.COM – BANGKO. Pemkab Merangi melalui Dinas PUPR menganggarkan dana sebesar Rp 200 juta untuk kegiatan swakelola pemeliharaan jalan pada titik tertentu di Desa Keroya – Empang Benao Kecamatan Pamenang.

Sayangnya, warga setempat justru tidak mengetahui asal usul dana tersebut dan mengira bahwa pekerjaan pemeliharaan jalan merupakan sumbangan dari tauke sawit.

“Kami dak tau dana ni dari pemerintah, soalnyo dak ado yang ngasih tau kami. Papan proyek jugo dak ado. Kami kiro ini sumbangan dari tauke sawit. Soalnyo, yang ngantar material itu anak buah tauke sawit. Gawenyo jugo cuma numpuk koral sudah tu dibiak kan bae. Dak ado digiling pake alat berat dak, makonyo kami dak protes,” ujar Pjs Kades Keroya, Asnawi dengan logat daerah.

Baca Juga  Wakili Gubernur Jambi, H Mukti Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Al Mahabbatein Bangko

Hal senada juga diutarakan oleh anggota DPRD Merangin asal Dapil III,  Taufiq. Ia menyayangkan lemahnya koordinasi antara dinas PUPR dan Pemerintah Desa. Menurut Taufiq, terbongkarnya kelalaian pekerjaan diketahui ketika Ia mempertanyakan progress pekerjaan pemeliharan jalan Desa Keroya – Empang Benao kepada warga. Hasilnya, warga melaporkan bahwa pelaksana pekerjaan hanya menumpuk koral (bukan sirtu) pada lubang jalan tanpa di bomak. Uniknya, warga menganggap bahwa koral itu sumbangan dari tauke sawit.

Baca Juga  Ralat Berita; DPRD Bentuk Panitia Pemilhan Wakil Bupati Merangin

“Inilah akibat dari lemahnya koordinasi. Warga saja tidak tahu itu dana apa. Malah mengira sumbangan dari tauke sawit. Padahal itu dana dari pemerintah yang pekerjaannya wajib diawasi bersama. Selaku wakil rakyat, jelas saya kecewa. Sebab, memperjuangkan anggaran itu tidak mudah. Kalau warga sampai tidak tau, ujung-ujungnya, yang menjadi sasaran ya wakil rakyat (dewan, red). Dinilai tidak becuslah, tidak pedulilah dan umpatan seperti itu pasti diarahkan ke Kami,” ujar Taufiq sembari meminta agar Dinas PUPR segera menyelesaikan pekerjaan dengan sebagaimana mestinya.

Reporter : Ote

Share :

Baca Juga

Meraingin

Pemuda Pancasila Kunker Ke Polres Merangin dan Ajukan Lima Tuntutan

Meraingin

Bupati H Mashuri Teken MoU dengan STIKes Merangin

Meraingin

Tadi Malam, Acara Syukuran Muhammad Yani Meriah dan Spektakuler

Meraingin

Paripurna Ke Tiga DPRD Merangin Gagal , Apakah Delapan Fraksi Menyusul NasDem Walkout??

Meraingin

Kabupaten Merangin Pertama Kali Gunakan Aplikasi Anjab

Meraingin

Jadi Percontohan Anti Korupsi, Desa Sidolego Didatangi KPK RI

Meraingin

Gubernur Jambi dan Gubernur Sumbar Akan Menghadiri Pengukuhan IKM Merangin

Meraingin

Wabup Didamping Wakil Ketua TP PKK Merangin Saksikan Gol Tercepat Merangin FC

You cannot copy content of this page