Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Wabup Katamso Buka ToT Model Bisnis Berbasis Mangrove, Dorong Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Wabup Katamso Jadi Narasumber Podcast Youth Center, Ajak Pemuda Tanjab Barat Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat Hadiri Penyampaian LHP LKPD 2025 di BPK Perwakilan Provinsi Jambi Delapan Tahun Berturut-turut Raih WTP, Tanjab Barat Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Home / Kesehatan

Senin, 13 November 2023 - 12:15 WIB

Netizen Ungkap Banyak Dugaan Kasus Kelalaian di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal

TANJABBAR, BULENONNEWS.COMĀ  – Kasus dugaan kelalaian pada pelayanan RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) netizen pun mengungkap banyak yang telah menjadi korban.

Akun facebook @Yenioktaviani mengaku dirinya pernah nyaris menjadi korban atas pelayanan yang kurang baik di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. Saat itu dirinya akan operasi melahirkan akibat kejadian itu dirinya merasa jera untuk berobat ke rumah sakit milik pemerintah daerah (pemda).

“Memang pelayanannya kurang baik.. Saya operasi sesar hampir mati.. Di suruh nunggu antrian… Kapok rasanya sampai sekarang.”tulisnya.

Persoalan rujukan juga diungkapkan oleh akun facebook @sudarmono ia menyebutkan dirinya juga pernah mengalami kesulitan saat meminta dokumen untuk melakukan rujukan. Bahkan terkesan tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang dimiliki RSUD KH Daud Arif.

Bahkan, ia meminta dewan pengawas (dewas) untuk melakukan penindakan dan pengecekan dengan serius agar tidak terkesan hanya menyalahkan RSUD yang sebenarnya memang lalai dalam memberikan pelayanan.

“Hal yang sama pernah kami rasakan..apalagi yang namanya surat rujukan..berbelit2 urusannya…kadang oknum petugas itu sendiri yang mempersulitnya…pengawas rs mungkin bisa cek sendiri,kalau pendapat orang banyak nanti dibilang merusak citra pula,” ungkapnya.

Akun atas nama @akbarakbar menyebutkan siapapun pejabat yang menjadi direktur RSUD KH Daud Arif akan tetap sama jika tidak ada inovasi untuk memberikan pelayanan yang baik lagi.

Baca Juga  Menu Makan Gratis Makin "Tipis", Ahli Gizi SPPG Tanjab Barat Sebut demi Subsidi Silang

Ia membandingkan dirut RSUD KH Daud Arif yang lama dengan saat ini sama saja tidak ada perubahan dalam.hal pelayanan kepara masyarakat.

“Sama ajak 11. 12 sama yg dulu kah kadak mantp yg mimpit rumah sakit nyak lah gantik ajak urang yg bagus kemarin di desak saya urang Masuk kadak di layan kan lah,”paparnya.

Dirut RSUD KH Daud Arif Kualatungkal, Sahala mengatakan saat kejadian terjadi dirinya tidak berada di Tanjab Barat ia mengaku sedang melakujan dinas diluar daerah.”Saya kebetulan hari ini lagi dinas ke jambi,” katanya, Rabu (8/11/23).

Sahala mengklaim akan melakukan pengecekan mengapa salah satu dokumen rujukan yang seharusnya ada menjadi tidak ada yang pada akhirnya membuat pasien tertunda operasinya.”Besok saya cek apa masalahnya, makasih.”tandasnya.

Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat mengatakan dirinya belum mendapat informasi terkait dugaan kelalaian yang dilakukan oleh rumah sakit pelat merah milik Pemerimtah Kabupaten (Pemkab) Tanjabbar. “Saya belum mendapat informasi,” katanya, Kamis (9/11/23).

Anwar Sadat mengaku dirinya akan menindak lanjuti terkait informasi itu. Tindak lanjut yang akan dilakukan itu yakni berupa sidak atau pengecekan langsung ke RSUD.

Baca Juga  Meriahkan HUT Tanjab Barat Ke 57, Dinkes Akan Gelar Sunatan Massal Gratis

“Nanti akan kita tinjau dulu (red, RSUD KH Daud Arif Kualatungkal.” singkatnya.

Dibertakan sebelumnya, Dokumen rujukan yang membuat pasien terhambat yakni hasil penjelasan dokter terkait hasil ronsen yang dilakukan di RSUD KH Daud Kualatungkal yang tidak dilampirkan oleh pihak RSUD KH Daud Arif Kualatungkal saat memberikan rujukan.

Pasien atasnama Fajar Septiadi warga Kualatungkal itu kini hanya bisa terbaring di RSUD Raden Mattaher Jambi bahkan kakinya yang mengalami patah akibat kecelakaan mulai membengkak karena tidak bisa ditangani hal itu dikarenakan rekomendasi ronsen yang tidak dilampirkan oleh pihak rumah sakit Kuala Tungkal.

Pihak keluarga melakukan pengurusan terkait rekomendasi ronsen tersebut di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal hanya dijanjikan untuk menunggu, Rabu (8/11/2023) sejak pulul 10.30 wib hingga 14.20 wib tidak juga ada kejelasan.

Bahkan, biaya administrasi sudah diselesaikan sejak pukul 11. 00 wib sebesar Rp60 ribu di kasir RSUD KH Daud Arif Kualatungkal. Badahal sebelumnya administrasi untuk rujukan termasuk ronsen dan biaya ambulans sudah diselesaikan sekitar Rp2,9 juta saat akan melakukan rujukan ke Jambi. Walau sudah dibayar pihak keluar terus disuruh menunggu.

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Datang Tanpa Permintaan Pengadaan Alat USG di Puskesmas Tidak Bisa Digunakan, Pejabat Dinkes Saling Lempar Tanggung Jawab

Kesehatan

Dugaan Kelalaian di RSUD Kuala Tungkal, Bupati Tanjab Barat Akan Lakukan Sidak

Kesehatan

HKN ke-61 di Tanjabbar: Pemkab Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Berkualitas, Kadinkes Ajak Perkuat Komitmen!

Kesehatan

Mapala STAI An – Nadwah Kuala Tungkal Bagikan Tong Sampah Kemasyarakat

Kesehatan

Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat, Sambangi RS KH. Daud Arif, Berikan Doa dan Semangat bagi Pasien yang Dirawat

Kesehatan

Skandal MBG di Tanjab Barat: Ketua SPPG Akui Terima Teguran BGN Jambi

Kesehatan

Nyaris Ambruk,Waka DPRD Tanjab Barat Akan Usulkan Perbaikan Puskesdes Sungsang

Kesehatan

Cara Memilih Produk Skincare di Online dan Tidak Bikin Boncos

You cannot copy content of this page