Sinergi Eksekutif-Legislatif Awali Pembahasan APBD 2027, DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna KUA-PPAS Breaking News…Diduga Perampokan Terjadi di BTN Selempang Merah, Pelaku Berhasil Bawa Kabur Perhiasan Emas PetroChina Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Teluk Nilau, Bupati Anwar Sadat: Kolaborasi untuk Ringankan Beban Warga Berkas Mantan Pejabat Pemasyarakatan Jambi Tersangka Kasus Ekstasi Masuk Kejati, Jaksa Mulai Teliti Kelengkapan Perkara Anwar Sadat Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Keuangan, Sinergi dengan DPRD Jadi Kunci Pertahankan WTP

Home / DPRD / Meraingin

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 01:39 WIB

Yani Ingatkan Pemerintah, ‘Dosa Lama Jangan Terulang’ Saat RPJMD Merangin 2025–2029 Disahkan

BANGKO-BULENONNEWS.COM. ‘ Dosa Lama Jangan Terulang’, hal ini disampaikan Muhammad Yani saat memberikan Interupsi tajam pada Rapat Paripurna Pengesahan RPJMD Kabupaten Merangin 2025–2029 pada Kamis (14/8) malam.

Rapat diruang AC yang itu, mulanya adem-ayem tanpa riak apa-apa, namun berubah panas seketika lantaran Ketua Fraksi NasDem ini sebelum penutupan forum. Wakil Ketua DPRD I Herman Effendi, yang memimpin rapat bersama Waka II, Ahmad Fahmi, harus memberi ruang bagi suara lantang Muhammad Yani.

Dengan nada penuh peringatan, Yani menyebut bahwa pengesahan RPJMD ini adalah “titik nol koordinat pembangunan Merangin” yang akan menentukan arah empat tahun ke depan. Namun ia tak lupa menyinggung “dosa-dosa lama” pemerintahan sebelumnya yang dianggap gagal menjalankan RPJMD sesuai visi misi.

Baca Juga  Pemkab Merangin Segera Terbitkan SE Pembatasan Pengunjung di Tempat Wisata

“Dulu kita menggaungkan Merangin Unggul di sektor pertanian dan pariwisata. Faktanya, pariwisata kita mati suri, pertanian memprihatinkan. Tidak ada pembagian traktor, tidak ada eksepator. Tapi kita masih berani bilang unggul?,” tegasnya.

Mantan aktivis ini bahkan menembakkan kritik tajam pada proyek mangkrak yang menguras APBD. Ia mencontohkan gedung di Jalur Dua Talang Kawo yang menghabiskan miliaran rupiah namun tak pernah dimanfaatkan, justru membebani anggaran perawatan.
“Ini sangat merugikan negara. Jangan sampai Merangin Baru nanti mengulang hal yang sama,” sindirnya.

Lebih jauh, legislator yang menjalani periode keduanya di DPRD Merangin ini  menyinggung dua peristiwa politik nasional yang menurutnya menjadi pelajaran pahit, yakni bupati yang kena OTT KPK dan bupati yang dimakzulkan rakyatnya. Pesannya jelas, jika kebijakan tak berpihak pada rakyat, kehancuran adalah konsekuensi.

Baca Juga  Sekda Merangin Hadiri Wisuda Santri dan Santriwati Tahfidz Al-Qur'an Ar Rosyidun Nafi'

Ia merangkai interupsinya dengan peringatan sekaligus harapan, “Merangin Baru bukan slogan, Merangin Jaya bukan yel-yel. Ini mimpi masyarakat. Jangan sampai perjalanan ini keluar dari rel RPJMD yang sudah kita tetapkan.”

Forum akhirnya ditutup, RPJMD sudah disahkan. Namun “alarm politik” yang dibunyikan NasDem malam itu seolah menjadi pesan terselubung, pengkhianatan terhadap peta jalan pembangunan bisa berujung pada kehancuran politik.(*)

Share :

Baca Juga

DPRD

Ketua DPRD Hamdani Jamu Makan Malam Pemain Bola Pelajar Perwakilan Kecamatan Batang Asam 

DPRD

Blusukan di Bulan Ramadhan, Ketua DPRD Hamdani Berbagi Keberkahan dengan Warga Desa Kampung Baru

Meraingin

Januari Hingga Agustus 2020, Angka Kebakaran di Merangin Mencapai 14 Kasus

DPRD

Isu Pembelian Mobil Baru Bupati Tanjabbar Berkembang, Ketua Komisi II DPRD: Itu Hoax Tidak Benar !

Meraingin

Meraingin

Komisi II DPRD Bersama Polres Merangin Sidak Ke SPBU, Terkait Maraknya Antrian Pengisian BBM

Meraingin

Tunjukkan Komitmen, PT Jebus Maju Hijaukan Sekolah dan Lestarikan Budaya

Meraingin

HUT RI Ke 76, Mashuri: Sebanyak 251 Warga Binaan Dapat Remisi

You cannot copy content of this page