Penjualan Bendera Merah Putih Merosot, Pedagang Mengeluh

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2020 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJAB BARAT – Bulenonnews.com. Dampak pandemi Covid-19, sejumlah pedagang bendera musiman yang biasanya menjamur di Kabupaten Tanjung Jabung Barat buat mengeluh, mereka harus gigit jari akibat sepinya pembeli dan turunnya Omzet penjualan.

Penjualan bendera merah putih menyambut HUT RI ke 75 ini menurun hingga 50 persen dibanding pada tahun sebelumnya.

Hal tersebut diakui salah seorang penjual bendera musiman Beni, ia menyebutkan bahwa menurunnya pembelian bendera pada tahun ini karena terpengaruh pandemi Covid 19.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Pada HUT Kemerdekaan tahun sebelumnya, biasa sehari mampu menjual rata – rata 30 bendera, kini hanya 15 hingga 20 bendera.” Keluhnya.

Ia menuturkan selain pembeli sepi karena dampak covid-19, permintaan pesanan bendera pun sepi sangat berbeda dari tahun lalu.

” Kalau tahun lalu permintaan bendera merah putih seminggu sebelum hari kemerdekaan meningkat drastis penjualan nya, akan tetapi tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.” Ungkapnya.

” Biasanya sejak 1 Agustus penjualan bendera serta atribut bisanya mencapai ratusan lembar sehari dan permintaan didominasi oleh perkantoran. Namun kini masih sepi pembeli,” Bebernya.

Hal senada juga pedagang lainnya Pian, ia menyebutkan bahwa biasanya omsetnya penjualannya bisa mencapai Rp 500 ribu dalam sehari. Namun sekarang ini untuk mencari Omzet hanya Rp 100 ribu terasa sangat sulit.

” Pembeli tiap hari ada, tapi sepi tidak seperti tahun lalu.” Katanya.

Kata Pian, dirinya bersama pedagang bendera lainnya tetap optimis menjajakan dagangan nya hingga menjelang Hut RI 17 agustus nanti, sambil berharap ramai akan pembeli.

” Kita menjual bendera beragam jenisnya bang, mulai bendera merah putih biasa, kemudian layur, umbul-umbul, bandir, dan segitiga. Serta ada jenis background merah putih, biasanya yang paling diminati pembeli kebanyakan umbul-umbul dan bendera biasa.” Pungkasnya.

Penulis/Editor: Amir/Ote

Berita Terkait

Kebijakan BPHTB Dilimpahkan ke Kecamatan, Aparatur Desa dan Kelurahan Tanjab Barat Tolak: “Bukan Kewenangan Kami, Berpotensi Membebani Masyarakat”
Kekuatan Doa Sang Ulama dan Pemimpin, Satu Korban Berhasil Ditemukan
Kontroversi Audit BPK: Dana Media Diperiksa Detail, Proyek Fisik Puluhan Miliar Apa Kabar?
Pemkab Tanjab Barat Luncurkan Arus Balik Gratis Kuala Tungkal-Batam, Gunakan KN SAROTAMA P.112
Lebaran Terancam ‘Kering’, Warga Desak Bupati Evaluasi Dirut PDAM Tirta Pengabuan
Rapat Evaluasi Pembangunan 2025 dan Percepatan Tahun 2026, Wabup Kecewa OPD Merangin Banyak Absen
Bikin Geger! KPK ‘Kepung’ Tanjabbar, Bukan OTT Tapi ‘Jurus Baru’ Pengawasan Proyek Strategis Daerah
Skandal GOR Badminton Teluk Nilau: Terancam Pidana Korupsi, Plt Kadis dan Kontraktor Hadapi Sanksi Berlapis!
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:10 WIB

Susuri Gelapnya Malam, Ahmad Hanif Gelar Reses di Desa Pantai Gading Bram Itam

Senin, 2 November 2026 - 19:37 WIB

Panitia Khusus I DPRD Tanjab Barat Rampungkan Pembahasan Ranperda, Siap Dibawa ke Pengambilan Keputusan

Senin, 2 November 2026 - 12:56 WIB

DPRD Bersama Pemkab Tanjabbar Sahkan Tiga Raperda dalam Rapat Paripurna Keempat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Ketua DPRD Hamdani Hadiri Rakerda dan Bimtek BPD se-Tanjab Barat, Dorong Penguatan Peran di Desa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Ketua DPRD Hamdani Hadiri Final Raja Machmud Cup II, Serahkan Hadiah Juara II

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:29 WIB

Ketua DPRD Hamdani Tutup Festival Hari Santri ke-81 di Ponpes Soleh Al-Mubarok

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Selasa, 15 September 2026 - 13:19 WIB

APBD 2027 Tanjabbar Mulai Dibahas, DPRD Tekankan Anggaran Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Berita Terbaru