Resmi Dilantik Jadi Kadishub Tanjab Barat, Agus Sumantri Siap Akselerasi Visi ‘Berkah Madani’ Bupati Anwar Sadat Lantik Puluhan Pejabat Baru, Warning Keras Fenomena Kebocoran Dokumen ke Media Bupati Anwar Sadat Lantik 6 Pejabat Eselon II dan Puluhan Pejabat Manajerial, Perkuat Kinerja Pemkab Tanjab Barat 716 TKM Tanjab Barat Menanti Kepastian, Harapkan Perhatian Pemkab dan DPRD Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak

Home / Tanjab Barat

Minggu, 30 Agustus 2020 - 19:26 WIB

Peringati 10 Muharram di Ponpes Al Baqiatus Shalihat

TANJAB BARAT-BULENONnews.com. Memperingati 10 Muharram masyarakat Tanjab Barat selalu melakukan pembuatan bubur Asyura yang merupakan tradisi secara turun temurun.

Pembuatan bubur Asyura merupakan tradisi yang sudah dilakukan oleh Masyarakat Tanjab Barat yang didominasi oleh para perempuan secara bergotong-royong membuat bubur ini.

Seperti yang di lakukan anak anak santri di Ponpes Al Baqiatus Shalihat di Kuala Tungkal yang berlokasi di jalan Prof Dr Sri Soedewi. MS SH, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Terlihat dilokasi, Kekompakan puluhan anak anak santri perempuan ini secara bergotong royong dalam pembuatan bubur Asyura.

Baca Juga  Satnarkoba Polres Tanjab Barat Ciduk 3 Orang Penyalahgunaan Narkoba

Membuat bubur Asyura ini anak anak santri ini dibagi dalam beberapa kelompok ada yang memotong rempah rempahan seperti berbagai jenis sayuran, ada juga yang mencincang ayam. Sebagai bahan untuk pencampur bubur.

Bermacam ragam bahan jenis sayuran dalam pembuatan bubur Asyura, kira-kira ada yang sebagian sampai 40 macam bahan dicampur dalam satu adonan dan jadilah bubur Asyura.

Ini di ungkapkan pengasuh Pondok Pesantren Al Baqiatus Shalihat, H.Abdul Hakim bahwa Setiap tanggal 10 Muharram atau yang disebut dengan hari Asyura dan peringatan membuat bubur Asyura ini di ambil dari tradisi Kalimantan.

Baca Juga  Safrial Salah Satu Kepala Daerah Tak di Suntik Vaksin Covid-19

Ia juga mengatakan, tradisi itu berkembang sampai sekarang, tujuannya supaya orang yang makan bubur Asyura ini mendapatkan keberkahan dan keluasan rezeki dari Allah SWT.

“Di setiap 10 Muharram siapa yang membuat dan memakan bubur Asyura, “Insya Allah” akan mendapatkan kemudahan rezeki oleh Allah SWT,” kata H.Abdul Hakim.

Katanya lagi, Karena campuran dalam pembuatan bubur itu banyak, otomatis belanjaan lebih dari hari hari biasanya.

“Di setiap10 Muharram di anjurkan berbelanja lebih dari hari hari biasanya,”pungkasnya.

Penulis/Editor: Amir/Ote.

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Sat Pol PP Lakukan Penertiban Dikalangan Pedagang Pasar Buah Yang Berjualan Di Jalan Trotoar

Tanjab Barat

Wajib Pindah Sekolah,Waduh Parah Ni Kepsek

Tanjab Barat

Kesadaran Pembayaran Pajak Di Dinas Pemkab Tanjabbarat Rendah

Tanjab Barat

Skandal GOR Badminton Teluk Nilau: Terancam Pidana Korupsi, Plt Kadis dan Kontraktor Hadapi Sanksi Berlapis!

Tanjab Barat

Temuan LHP Inspektorat 56 Kades Di Tanjabbarat,Ini Kata Plt Kadis PMD

Tanjab Barat

Proyek Pembangunan Bak Sampah Tinggal Pengecetan Oleh Tim Satgas TMMD

Tanjab Barat

Kejari Tanjab Barat Gelar Kegiatan Baksos Rangka HUT RI Ke-76

Tanjab Barat

Syarifudin Harapkan Bupati Tidak Tempatkan Kadis Dan Staf Yang Hobby Pindah Antar Daerah

You cannot copy content of this page