Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors Kasus Pengeroyokan Jurnalis di Tanjabbar: Kuasa Hukum Desak Dinas PMD dan Inspektorat Periksa Kades Teluk Ketapang Pemeriksaan Kades Teluk Ketapang dan 5 Saksi Berlanjut, Akankah Ada Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Wartawan?

Home / DPRD / Meraingin

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 01:39 WIB

Yani Ingatkan Pemerintah, ‘Dosa Lama Jangan Terulang’ Saat RPJMD Merangin 2025–2029 Disahkan

BANGKO-BULENONNEWS.COM. ‘ Dosa Lama Jangan Terulang’, hal ini disampaikan Muhammad Yani saat memberikan Interupsi tajam pada Rapat Paripurna Pengesahan RPJMD Kabupaten Merangin 2025–2029 pada Kamis (14/8) malam.

Rapat diruang AC yang itu, mulanya adem-ayem tanpa riak apa-apa, namun berubah panas seketika lantaran Ketua Fraksi NasDem ini sebelum penutupan forum. Wakil Ketua DPRD I Herman Effendi, yang memimpin rapat bersama Waka II, Ahmad Fahmi, harus memberi ruang bagi suara lantang Muhammad Yani.

Dengan nada penuh peringatan, Yani menyebut bahwa pengesahan RPJMD ini adalah “titik nol koordinat pembangunan Merangin” yang akan menentukan arah empat tahun ke depan. Namun ia tak lupa menyinggung “dosa-dosa lama” pemerintahan sebelumnya yang dianggap gagal menjalankan RPJMD sesuai visi misi.

Baca Juga  Asisten l Suherman Lepas CJH Merangin Kloter 20, ke Arab Saudi

“Dulu kita menggaungkan Merangin Unggul di sektor pertanian dan pariwisata. Faktanya, pariwisata kita mati suri, pertanian memprihatinkan. Tidak ada pembagian traktor, tidak ada eksepator. Tapi kita masih berani bilang unggul?,” tegasnya.

Mantan aktivis ini bahkan menembakkan kritik tajam pada proyek mangkrak yang menguras APBD. Ia mencontohkan gedung di Jalur Dua Talang Kawo yang menghabiskan miliaran rupiah namun tak pernah dimanfaatkan, justru membebani anggaran perawatan.
“Ini sangat merugikan negara. Jangan sampai Merangin Baru nanti mengulang hal yang sama,” sindirnya.

Lebih jauh, legislator yang menjalani periode keduanya di DPRD Merangin ini  menyinggung dua peristiwa politik nasional yang menurutnya menjadi pelajaran pahit, yakni bupati yang kena OTT KPK dan bupati yang dimakzulkan rakyatnya. Pesannya jelas, jika kebijakan tak berpihak pada rakyat, kehancuran adalah konsekuensi.

Baca Juga  Bupati Syukur Jamin Gaji ASN Aman dan Minta Nasabah Bank Jambi Tak Panik

Ia merangkai interupsinya dengan peringatan sekaligus harapan, “Merangin Baru bukan slogan, Merangin Jaya bukan yel-yel. Ini mimpi masyarakat. Jangan sampai perjalanan ini keluar dari rel RPJMD yang sudah kita tetapkan.”

Forum akhirnya ditutup, RPJMD sudah disahkan. Namun “alarm politik” yang dibunyikan NasDem malam itu seolah menjadi pesan terselubung, pengkhianatan terhadap peta jalan pembangunan bisa berujung pada kehancuran politik.(*)

Share :

Baca Juga

Meraingin

Akses Gunung Masurai Ditutup, Disinyalir Pemerintah Tidak Adil Terhadap Pencinta Alam

Meraingin

19 Eksavator Ativitas PETI Berajamaah di Tabir Ulu, Ketegasan Hukum Dipertanyakan

Meraingin

Polres Merangin Laksanakan Bagi-bagi Ta’kjil dan Masker Kepada Pengguna Jalan Raya

Meraingin

Waktu Semakin Mepet, Belum Satu Nama Cawabup pun Yang diusulkan Ke DPRD Merangin

Meraingin

Wabup Merangin Mengucapkan “Selamat” Atas Pelantikan Bupati & Wakil Bupati Bungo

Meraingin

Dalam Percepatan Vaksinasi, Polres Merangin Undang Pokdar dan Dinkes Giat Bersama

Meraingin

Nilwan Yahya Intevensi 2 Orang Bumil Beresiko Stunting di Kecamatan Tabir

Meraingin

Nilwan Yahya Tutup Turnamen Volly Ball Bupati Cup di Desa Meranti

You cannot copy content of this page