Fraksi Gerindra Sorot Kinerja PDAM Tirta Pengabuan: Jangan Terus Berpola Tambal Sulam Kericuhan Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Pembahasan Hibah KONI Rp1 Miliar Diduga Jadi Pemicu Rapat APBDP Tanjabbar Memanas: Warnai Lempar Palu Sidang dan Banting Meja, Rapat Sempat Diskors Kasus Pengeroyokan Jurnalis di Tanjabbar: Kuasa Hukum Desak Dinas PMD dan Inspektorat Periksa Kades Teluk Ketapang Pemeriksaan Kades Teluk Ketapang dan 5 Saksi Berlanjut, Akankah Ada Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Wartawan?

Home / Meraingin

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:13 WIB

Gerakan Turun Baumo, Bupati Merangin Dampingi Gubernur Al Haris Perdana Tanam Padi di Desa Seling

BANGKO-BULENONNEWS.COM. Komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Merangin dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Gubernur Jambi, Al Haris, di Desa Seling, Kecamatan Tabir, Jumat (06/02).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Al Haris didampingi langsung oleh Bupati Merangin H. M. Syukur dan Wakil Bupati A. Khafidh. Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman padi ramah lingkungan di lahan Kelompok Tani Usaha Baru sebagai simbol penguatan sektor pertanian berkelanjutan di Kabupaten Merangin.

Selain melakukan penanaman padi, Gubernur Jambi juga menyalurkan berbagai bantuan berskala besar yang bersumber dari Program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF ISFL) melalui sejumlah perangkat daerah Provinsi Jambi. Program ini merupakan dukungan nyata terhadap upaya menjaga hutan dan lanskap berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Seling yang tetap konsisten mempertahankan lahan sawahnya di tengah derasnya ekspansi perkebunan kelapa sawit.

“Saya bangga dengan Desa Seling yang tidak mengalihfungsikan lahannya. Godaan harga sawit memang luar biasa, namun secara perhitungan, satu hektar sawah padi sebenarnya sangat menguntungkan, apalagi jika bisa tanam dua sampai tiga kali dalam setahun,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menekankan potensi besar perdagangan karbon (carbon trade) sebagai sumber ekonomi baru bagi daerah. Provinsi Jambi tercatat sebagai salah satu dari dua provinsi di Indonesia, bersama Kalimantan Timur, yang menerima pendanaan BioCF ISFL dari Bank Dunia.

Baca Juga  Melalui Puasa Ramadhan, LPM Kel. Dusun Bangko Ajak Warga Waspadai Paham Radikalisme Terorisme

“Saat ini kita sedang memproses dana carbon stream sekitar Rp1,2 triliun. Ini bukti bahwa menjaga hutan dan lingkungan tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi petani dan masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris menyerahkan secara simbolis berbagai bantuan Fase Pre-Investment Program BioCF ISFL Provinsi Jambi, yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, lingkungan hidup, hingga kehutanan.

Dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi, bantuan disalurkan kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Merangin berupa motor roda tiga, mesin APPO pengolahan pupuk organik, bibit rumput pakan ternak unggul, knapsack elektrik, peningkatan kapasitas pengolahan biopestisida dan pupuk organik cair, serta bibit padi ramah lingkungan seluas 30 hektare di Desa Seling.

Sementara itu, melalui Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, diberikan bantuan sertifikasi ISPO kepada empat kelompok tani dan koperasi di Kabupaten Batanghari, Sarolangun, Bungo, dan Merangin, serta bantuan bangunan dan alat pengolahan nilam, serta dukungan terhadap masyarakat perlindungan indikasi geografis Kopi Robusta.

Dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, dilakukan penyerahan registrasi Program Kampung Iklim (ProKlim) kepada 11 desa di berbagai kabupaten/kota, termasuk Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, dengan status Pratama.

Baca Juga  Al Haris Warning Kades Terlibat Bermain PETI

Sedangkan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari pompa pemadam, pompa punggung, embung portable, hingga mesin operasional bagi kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dan KPH di wilayah Merangin dan Sarolangun.

Dalam sambutannya, Bupati Merangin H. M. Syukur menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Merangin terhadap perlindungan dan kesejahteraan Suku Anak Dalam (SAD). Menurutnya, SAD merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Merangin yang memiliki hak yang sama dalam pendidikan dan kehidupan yang layak.

“Anak-anak SAD harus sekolah. Pemerintah telah menyiapkan peralatan dan pakaian sekolah gratis. Ke depan, kami juga berencana membangun Sekolah Rakyat dengan sistem asrama agar pendidikan mereka benar-benar terjamin,” tegas Bupati.
Selain itu, Bupati Syukur juga menekankan larangan keras terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dapat merusak lingkungan. Ia menyebutkan bahwa kelestarian alam Merangin merupakan aset masa depan yang akan menjadi tumpuan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, kehutanan, dan perdagangan karbon.

Kegiatan ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam membangun daerah berbasis ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Ote).

Sumber : Kominfo.

Share :

Baca Juga

Meraingin

TP -PKK Kabupaten Merangin Beri Pembinaan Terhadap TP-PKK Desa Sido Lego

Meraingin

Bupati Merangin Hadiri Wisuda Ponpes Al Munawaroh

Meraingin

H Mukti : Pj Bupati dan Sekda Merangin Baik-baik Saja

Meraingin

Pj Bupati Merangin Resmi Membuka Pelatihan Pemandu Wisata Goa Tahun 2023

Meraingin

Didampingi Kadis DKUKMPP, Pj Bupati Merangin Sidak Ke Pasar

Meraingin

Nilwan Yahya : Stunting Bukan Faktor Genetik, Tapi Perlu Asupan Gizi Yang Cukup

Meraingin

Pol PP Merangin Akan Angkut Gerobak dan Lapak PKL Yang Tidak Taat Aturan

Meraingin

Wabup Merangin Buka Perkemahan Raimuna Cabang Kwartir Gerakan Pramuka

You cannot copy content of this page