TANJABBARAT, BULENON NEWS.COM – Kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kantor Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) hari ini, Rabu (12/11/2025), sempat memicu spekulasi dan kehebohan di kalangan masyarakat dan aparatur sipil daerah. Bukan operasi tangkap tangan (OTT), lembaga antirasuah ini ternyata membawa ‘jurus baru’ pengawasan dalam rangka program pencegahan korupsi.
Tim KPK diketahui telah mengumpulkan sejumlah pejabat strategis daerah dan bahkan langsung turun meninjau lokasi proyek.
MCP Berubah Nama, Pengawasan Semakin Tajam
Usut punya usut, kedatangan KPK ini merupakan bagian dari kegiatan rutin tahunan yang kini diperkuat dan berganti nama, dari yang sebelumnya Monitoring Center for Prevention (MCP) menjadi Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanjabbar, Joan Prayuda, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedatangan KPK telah diinformasikan jauh hari melalui surat resmi.
“KPK melakukan MCSP, kegiatannya dilakukan siang ini,” kata Joan saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, MCSP ini bertujuan untuk monitoring dan pengawalan ketat terhadap kegiatan strategis daerah di Tanjabbar, sehingga melibatkan kehadiran para pejabat di sektor strategis seperti PUPR dan lainnya.
“Dalam rangka pengawalan kegiatan strategis daerah,” tegasnya, sembari menambahkan bahwa ia sendiri turut hadir dalam kapasitas publikasi kegiatan tersebut.
Soroti Proyek ‘Rigid Beton’ Hingga ‘Sport Center’
Tak hanya sebatas rapat tertutup di Kantor Inspektorat, tim KPK dilaporkan langsung tancap gas meninjau sejumlah proyek strategis milik Pemerintah Kabupaten Tanjabbar.
Menurut sumber di lapangan, fokus utama peninjauan adalah proyek-proyek vital, salah satunya adalah pengecekan proyek rigid beton di Jalan Kampung Nelayan.
“Iya mereka turun ke sana, ngecek rigid beton,” ujar sumber.
Selain itu, KPK juga kemungkinan besar akan menyambangi kawasan Sport Center Tanjabbar. Kawasan ini diduga menjadi perhatian khusus lantaran pernah menjadi catatan penting KPK dalam pengawasan tahun sebelumnya.
“Kemungkinan ke sana, dulu kan pernah jadi catatan itu Sport Center,” tandas sumber tersebut.
Tanjabbar Hanya Awal, Kabupaten Lain Menyusul
Joan Prayuda juga mengungkapkan bahwa kehadiran KPK ini tidak hanya difokuskan pada Tanjabbar. Program MCSP ini akan menyasar sejumlah daerah di Provinsi Jambi.
“Bukan kita saja yang didatangi KPK, besok itu ada Tanjabtim (Tanjung Jabung Timur). Dan kedatangan KPK ini rutin setiap tahun. Tahun kemarin juga hadir,” jelasnya.
Meskipun tim KPK yang turun belum memberikan keterangan resmi terkait hasil peninjauan lapangan, pengawasan ketat ini menjadi sinyal kuat komitmen KPK untuk meminimalisir potensi korupsi dalam pengelolaan proyek-proyek strategis di daerah.
Penulis Editor Tim







