Netizen Ungkap Banyak Dugaan Kasus Kelalaian di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal

- Redaksi

Senin, 13 November 2023 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJABBAR, BULENONNEWS.COM  – Kasus dugaan kelalaian pada pelayanan RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) netizen pun mengungkap banyak yang telah menjadi korban.

Akun facebook @Yenioktaviani mengaku dirinya pernah nyaris menjadi korban atas pelayanan yang kurang baik di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. Saat itu dirinya akan operasi melahirkan akibat kejadian itu dirinya merasa jera untuk berobat ke rumah sakit milik pemerintah daerah (pemda).

“Memang pelayanannya kurang baik.. Saya operasi sesar hampir mati.. Di suruh nunggu antrian… Kapok rasanya sampai sekarang.”tulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan rujukan juga diungkapkan oleh akun facebook @sudarmono ia menyebutkan dirinya juga pernah mengalami kesulitan saat meminta dokumen untuk melakukan rujukan. Bahkan terkesan tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang dimiliki RSUD KH Daud Arif.

Bahkan, ia meminta dewan pengawas (dewas) untuk melakukan penindakan dan pengecekan dengan serius agar tidak terkesan hanya menyalahkan RSUD yang sebenarnya memang lalai dalam memberikan pelayanan.

“Hal yang sama pernah kami rasakan..apalagi yang namanya surat rujukan..berbelit2 urusannya…kadang oknum petugas itu sendiri yang mempersulitnya…pengawas rs mungkin bisa cek sendiri,kalau pendapat orang banyak nanti dibilang merusak citra pula,” ungkapnya.

Akun atas nama @akbarakbar menyebutkan siapapun pejabat yang menjadi direktur RSUD KH Daud Arif akan tetap sama jika tidak ada inovasi untuk memberikan pelayanan yang baik lagi.

Ia membandingkan dirut RSUD KH Daud Arif yang lama dengan saat ini sama saja tidak ada perubahan dalam.hal pelayanan kepara masyarakat.

“Sama ajak 11. 12 sama yg dulu kah kadak mantp yg mimpit rumah sakit nyak lah gantik ajak urang yg bagus kemarin di desak saya urang Masuk kadak di layan kan lah,”paparnya.

Dirut RSUD KH Daud Arif Kualatungkal, Sahala mengatakan saat kejadian terjadi dirinya tidak berada di Tanjab Barat ia mengaku sedang melakujan dinas diluar daerah.”Saya kebetulan hari ini lagi dinas ke jambi,” katanya, Rabu (8/11/23).

Sahala mengklaim akan melakukan pengecekan mengapa salah satu dokumen rujukan yang seharusnya ada menjadi tidak ada yang pada akhirnya membuat pasien tertunda operasinya.”Besok saya cek apa masalahnya, makasih.”tandasnya.

Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat mengatakan dirinya belum mendapat informasi terkait dugaan kelalaian yang dilakukan oleh rumah sakit pelat merah milik Pemerimtah Kabupaten (Pemkab) Tanjabbar. “Saya belum mendapat informasi,” katanya, Kamis (9/11/23).

Anwar Sadat mengaku dirinya akan menindak lanjuti terkait informasi itu. Tindak lanjut yang akan dilakukan itu yakni berupa sidak atau pengecekan langsung ke RSUD.

“Nanti akan kita tinjau dulu (red, RSUD KH Daud Arif Kualatungkal.” singkatnya.

Dibertakan sebelumnya, Dokumen rujukan yang membuat pasien terhambat yakni hasil penjelasan dokter terkait hasil ronsen yang dilakukan di RSUD KH Daud Kualatungkal yang tidak dilampirkan oleh pihak RSUD KH Daud Arif Kualatungkal saat memberikan rujukan.

Pasien atasnama Fajar Septiadi warga Kualatungkal itu kini hanya bisa terbaring di RSUD Raden Mattaher Jambi bahkan kakinya yang mengalami patah akibat kecelakaan mulai membengkak karena tidak bisa ditangani hal itu dikarenakan rekomendasi ronsen yang tidak dilampirkan oleh pihak rumah sakit Kuala Tungkal.

Pihak keluarga melakukan pengurusan terkait rekomendasi ronsen tersebut di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal hanya dijanjikan untuk menunggu, Rabu (8/11/2023) sejak pulul 10.30 wib hingga 14.20 wib tidak juga ada kejelasan.

Bahkan, biaya administrasi sudah diselesaikan sejak pukul 11. 00 wib sebesar Rp60 ribu di kasir RSUD KH Daud Arif Kualatungkal. Badahal sebelumnya administrasi untuk rujukan termasuk ronsen dan biaya ambulans sudah diselesaikan sekitar Rp2,9 juta saat akan melakukan rujukan ke Jambi. Walau sudah dibayar pihak keluar terus disuruh menunggu.

Berita Terkait

ISPU Capai Kategori Sangat Berbahaya (463), SMSI Tanjab Barat Bersama Dinkes & SBH Turun ke Jalan Bagikan Masker
Bantuan Dari Karangtaruna Propinsi Jambi, Sejumlah Jurnalis Bergerak di Tengah Kabut Asap, 500 Masker dan Vitamin Dibagikan ke Warga Kuala Tungkal
Kualitas Udara Tanjab Barat Memburuk,ISPU Capai 152 Kategori Tidak Sehat
Sikap Antikritik? Oknum Pegawai RSUD KH Daud Arif Halangi Pers Saat Tim Kemenkes Investigasi Kematian dr. Myta
RSUD Kol. Abundjani Bangko Resmi Buka Layanan Poli Jantung dan Pembuluh Darah, Ini Jadwalnya
Buntut Menu MBG Tak Layak: BGN Jambi Layangkan SP1, Pemkab Bakal Panggil Pengelola!
Skandal MBG di Tanjab Barat: Ketua SPPG Akui Terima Teguran BGN Jambi
Menu Makan Gratis Makin “Tipis”, Ahli Gizi SPPG Tanjab Barat Sebut demi Subsidi Silang
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:10 WIB

Susuri Gelapnya Malam, Ahmad Hanif Gelar Reses di Desa Pantai Gading Bram Itam

Senin, 2 November 2026 - 19:37 WIB

Panitia Khusus I DPRD Tanjab Barat Rampungkan Pembahasan Ranperda, Siap Dibawa ke Pengambilan Keputusan

Senin, 2 November 2026 - 12:56 WIB

DPRD Bersama Pemkab Tanjabbar Sahkan Tiga Raperda dalam Rapat Paripurna Keempat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Ketua DPRD Hamdani Hadiri Rakerda dan Bimtek BPD se-Tanjab Barat, Dorong Penguatan Peran di Desa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Ketua DPRD Hamdani Hadiri Final Raja Machmud Cup II, Serahkan Hadiah Juara II

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:29 WIB

Ketua DPRD Hamdani Tutup Festival Hari Santri ke-81 di Ponpes Soleh Al-Mubarok

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Ketua DPRD Hamdani Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Selasa, 15 September 2026 - 13:19 WIB

APBD 2027 Tanjabbar Mulai Dibahas, DPRD Tekankan Anggaran Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Berita Terbaru